Review Honda CR-V Facelift 2.4 Prestige : Huge Improvement, Tapi…

by  in Honda&Review
Review Honda CR-V Facelift 2.4 Prestige : Huge Improvement, Tapi…
0  komentar

Jakarta, AutonetMagz – Honda CR-V merupakan salah satu SUV favorit di Indonesia, terutama untuk generasi ketiga yang mirip kura-kura, penjualan mobil tersebut terbukti menjadi pemimpin di kelasnya dan tidak tegoyahkan selama bertahun-tahun. Penulispun juga menjadi salah satu konsumen Honda CR-V 2.4 pada masa itu.

Lantas setelah generasi ketiga terasa cukup membosankan dan waktunya berganti model, Honda CR-V generasi keempat ini diluncurkan. Sayangnya generasi keempat ini tidak sesukses generasi ketiga dari segi penjualan. Mobil tersebut juga kurang bersaing mulai dari bentuk eksterior, interior serta fitur yang ditawarkan.

Di awal tahun 2015 silam, akhirnya Honda CR-V berbenah dan mendapatkan banyak fitur baru, apakah mobil ini bisa menebus kelemahan-kelemahan model sebelum facelift? Mari kita simak!

Desain

Test-Drive-Honda-CRV-by-AutonetMagz

Huge improvement! Itu yang bisa saya katakan ketika melihat Honda CR-V 2.4 Prestige facelift, saya kurang suka dengan desain Honda CR-V generasi ini yang belum mendapatkan facelift, terasa hambar, datar dan tidak fituristik. Namun sentuhan facelift yang dilakukan Honda terhadap eksterior mobil ini patut diacungi jempol.

Ubahan yang dilakukan Honda cukup banyak, mulai dari lampu depan desain baru, grille model baru, bumper depan model baru serta penambahan fitur pencahayaan seperti LED DRL dan lampu depan HID, tapi sayangnya yang mendapatkan HID hanya model Prestige saja.

Velg-Honda-CRV-Facelift-Prestige-Two-Tone-Color-Pelek

Untuk varian Prestige, kita mendapatkan velg yang sama dengan varian 2.4 yang memiliki velg berukuran 18 inchi model kipas angin. Pewarnaan two tone color membuat menjadi futuristik dibandingkan dengan varian 17 inchi.

Di bagian belakang, entah kenapa menurut kami desainnya menjadi semakin buruk rupa. Rasanya Honda tidak perlu memberikan lampu dengan lekukan garnish aneh bin ajaib, apalagi ia belum dilengkapi dengan lampu LED seperti mobil masa kini.

Get In Car

Honda-CRV-Interior-Dashboard-Facelift

Masuk ke dalam Honda CR-V, kita akan menemukan desain dashboard yang sama persis dengan model lama, perbedaannya untuk sekarang Honda CR-V tampil lebih mewah dengan penggunaan material soft touch pada bagian dashboard dan door trim bagian atas. Untuk membuatnya tampil lebih mewah lagi, Honda juga memberikan jahit-jahitan palsu yang sebenarnya tidak perlu.

Honda menyematkan layar MID 5 inchi yang sangat besar di bagian atas dashboard agar terlihat seperti i-Drive BMW. Meskipun terlihat modern dan keren, MID ini adalah hal yang membuat kami tidak suka dengan dashboard CR-V, karena selain tampilannya kurang bagus, ia membuat kamera parkir mobil ini jadi sulit terlihat karena letaknya jauh dan kecil. Seharusnya kamera parkir diintegrasikan saja ke audio 7 inchi, bukan ke layar MID berukuran 5 inchi itu.

Duduk di Honda CR-V terbaru ini rasanya masih sama dengan varian non facelift, kursinya nyaman, empuk dan memiliki banyak pengaturan ditambah electric seat. Hanya saja rasanya duduk di Honda CR-V terbaru tidak selega Honda CR-V generasi ketiga yang sering kami gunakan sebelumnya. Mungkin ini diakibatan oleh desain dashboard baru yang lebih padat dibandingkan dengan model sebelumnya.

Bangku-Belakang-Honda-CRV

Meskipun fitur dan peningkatan material interior Honda CR-V ini membaik, kami masih menemukan hal-hal fatal yang membuat mobil ini terasa murah. Jika anda perhatikan lebih lanjut, Honda CR-V masih punya material-material plastik tipis, kasar dan yang goyang ketika disentuh di beberapa bagian, fit and finishnya juga masih terasa tidak rapih, serta hal yang paling tidak disukai oleh pemilik mobil ini ada pada panel power window pada door trimnya yang memiliki potongan plastik tajam, kalau tidak hati-hati tangan kita bisa tergores akibatnya. Duh!

Nah soal akomodasi, saya merasa ada yang kurang pada Honda CR-V terbaru ini di bangku baris kedua, legroomnya terasa cukup dan tidak seluas generasi ketiga, begitupula dengan recliningnya yang kini hanya 2 step, itupun masih sangat terbatas. Honda sengaja mengorbankan kenyamanan bangku baris kedua yang kita temukan pada CR-V lawas yang memiliki kursi sliding dan reclining yang baik demi menambahkan fitur one touch folding yang bisa membuat mobil ini terlipat rata lantai secara otomatis dengan satu tuas saja dari bagian bagasi. Memang sih mudah sekali menggunakannya ketika kita hendak membawa barang. Tapi rasanya orang Indonesia lebih butuh kenyamanan bangku baris kedua dibandingkan dengan mekanisme canggih seperti itu. Kasarnya, kita kan lebih sering bawa penumpang baris kedua daripada membawa barang bukan?

Soal bagasi, Honda CR-V terbaru ini tidak ada masalah, ia memiliki kapasitas 589 liter dan bisa ditambah menjadi 1.669 liter ketika bangku baris kedua dilipat. Sedikit lebih lega dibandingkan dengan model sebelumnya.

Infotainment dan Fitur

Untuk varian Prestige, kita mendapatkan head unit 7 inchi dengan desain yang oke, memang sih menu-menunya terlihat seperti head unit cina, tapi tidak masalah. Selain bisa memutar CD, DVD, MP3, USB dan AUX, ia juga memiliki koneksi Bluetooth, screen mirroring serta GPS Navigasi yang bisa diandalkan. Tata suara Honda CR-V Prestige ini juga bisa diacungi jempol menurut kami meskipun belum dilengkapi dengan Fender audio.

Head-Unit-Honda-CRV-Facelift

Soal fitur, dibandingkan dengan model non facelift, mobil ini memiliki improvement yang patut diacungi jempol. Contohnya saja, kita sudah dibekalli dengan fitur pembersih udar nano-e, sunroof, power back door, tweeter baru (model non facelift nggak ada loh), wooden panel berwarna hitam yang mewah, 6 buah airbags, hill start assist dan Electronic Power Steering yang memiliki motion adaptive. Konon, motion adaptive pada EPS mobil ini bisa mengurangi understeer dan oversteer melalui gerakan power steering.

Fitur-fitur lama yang disematkan pada model non facelift juga masih dipertahankan, seperti vehicle stability assist, cruise control, 8 power driver seat, flat floor cabin, one touch folding rear seat, keyless entry dengan push start stop engine button, ECON mode, AC dual zone dengan ventilasi di baris kedua dan paddle shifter. Cukuplah untuk mobil dengan harga nyaris 500 juta-an.

Let’s Ride!

Test-Drive-Honda-CR-V-Facelift-2017

Honda punya model start stop engine button paling menarik dibandingkan dengan mobil-mobil merek lain, tombol bulat berwarna merah yang dimiliki mobil-mobil Honda terasa seperti menekan tombol starter sebuah mobil balap berperforma tinggi padahal bukan.

Mesin 2.400 cc milik Honda CR-V ini memiliki suara yang halus, tapi kok getaran mesinnya cukup terasa yah, apalagi kalau transmisi kita pindah ke posisi “D”. Aneh, padahal mobil yang kami uji kilometernya baru 850 km saja alias masih kinyis-kinyis.

Diatas kertas, meskipun paling kecil ccnya dibandingkan X-Trail dan CX-5, Honda Prospect Motor berhasil menyulap tenaga Honda CR-V generasi keempat menjadi yang paling besar di kelasnya dengan 190 Hp, untuk versi Eropa dan Amerika, tenaganya hanya 185 Hp saja. tetapi meskipun tenaganya besar, torsi tidak bisa bohong, berbekal mesin paling kecil tentu saja mobil ini punya torsi paling kecil juga dengan 222 Nm saja.

Mesin-Honda-CR-V-2.4

Mengajak mobil ini berakselerasi, rasa akselerasinya tidak spektakuler menurut kami untuk seukuran mesin 2.400 cc. Kencang sih, tapi tidak sehebat di spesifikasi. Karakter mesin mobil ini cenderung bertenaga di putaran atas banget, tapi lemah di putaran bawah, terutama di Rpm 3.000 kebawah, bahkan menurut kami CR-V generasi keempat ini lebih lemah dibandingkan CR-V generasi ketiga.

Lantas kenapa tidak begitu spektakuler? Pasti karena tenaga puncak dari mesin 2.400 cc Honda CR-V berada di Rpm 7.000, dimana Rpm 7.000 merupakan titik puncak putaran mesin sebelum redline. Jadi ketika menyentuh tenaga puncak, eh kita langsung disuruh ganti gigi. Sama aja bohong!

Speedometer-Honda-CRV-Baru

Torsinya juga berada di putaran yang tinggi dengan 4.400 Rpm, mungkin dari paduan tenaga dan torsi yang didapat di putaran atas ini, tenaga Honda CR-V jadi terasa biasa saja digunakan untuk berakselerasi. Konsumsi BBMnya pun masih terasa sama borosnya seperti model lama meskipun sedikit lebih irit dibandingkan dengan Nissan X-Trail yang menggunakan transmisi CVT.

Ngomong-ngomong soal CVT, Honda CR-V sangat beruntung tidak menggunakan transmisi jenis ini. Ia masih menggunakan transmisi 5 percepatan automatic yang sama seperti CR-V generasi ketiga lengkap dengan paddle shifter, rasa transmisinya cenderung biasa saja, terasa seperti transmisi otomatis jadul 4 percepatan ditambah 1, untungnya ada paddle shift yang menolongnya.

Foto-honda-CRV-wallpaper-Indonesia-desain

Oke, stop sampai disini urusan mesin ye. Sekarang kita lanjut ke masalah ride quality dan handling. CR-V generasi keempat punya karakter suspensi yang jauh berbeda dengan generasi ketiga, kalau dulu CR-V terasa terlalu stiff untuk mengoptimalkan handling, CR-V terbaru justru lebih empuk, bahkan hampir sama empuknya dengan X-Trail.

Kami suka setir mobil ini yang presisi, saat kami ingin berbelok di kecepatan tinggi maupun rendah, arah pergerakan mobil sesuai dengan arah yang kita inginkan, tapi kalau bicara soal fun-to-drive? Hmmm… No. Menurut kami mobil ini masih butuh improvement di soal pengendalian.

Kesimpulan

Bentuk-Belakang-Honda-CRV-Facelift
Di mata kami, Honda telah berhasil mengubah image Honda CR-V generasi keempat sebelum facelift yang tadinya punya tampang membosankan, minim fitur, kurang mewah dan overpriced menjadi semakin ganteng, kaya fitur dan Honda telah membuat mobil ini lebih layak untuk dibeli dibandingkan dengan model sebelumnya.

Tapi…. Honda CR-V masih punya PR di sektor mesin yang tidak sesuai dengan ekspektasi kami, dan yang menjadi kekurangan fatal tentu saja built quality serta fit and finish mobil ini yang tidak terasa seperti sebuah mobil 400 jutaan.

What we like:
– Fitur
– Suara Audio
– Tampilan depan
We don’t:
– Tenaga puncak mesin terlalu tinggi
– Getaran mesin
– Built quality interior
– Harga

Read Prev:
Read Next: