Penjualan Mobil Listrik Eropa Naik 45,6% di Tengah Pandemi

Penjualan Mobil Listrik Eropa Naik 45,6% di Tengah Pandemi
0  komentar

AutonetMagz.com – Kita tahu bahwa penjualan mobil secara global menurun karena efek dari pandemi COVID-19. Namun, ada sebuah fakta menarik, dimana mobil listrik nasibnya berbeda. Mobil listrik malah mencatatkan peningkatan penjualan, hanya saja di benua tertentu saja yaitu Eropa. Penjualan mobil listrik di Eropa mencatatkan capaian yang mengagumkan, karena indeks peningkatannya terbilang cukup tinggi.

Mengutip laporan via AutoNews, penjualan mobil listrik di Eropa sejauh ini mengalami pertumbuhan sebanyak 45,6%. Angka ini jelas berbanding terbalik dengan penjualan mobil ICE yang terjun bebas sebesar 55,9% di periode yang sama. Pertanyaannya, kok bisa? Tentunya ada beberapa faktor yang mendasari capaian ini. Adanya stimulus program yang diberikan, lalu makin banyaknya model mobil listrik baru yang dirilis, serta manuver dari pabrikan otomotif untuk menekan angka emisi menjadi latar belakangnya. Selain itu, kondisi pandemi juga membuat konsumen lebih memilih mobil pribadi dibandingkan menggunakan kendaraan umum yang lebih beresiko tertular virus.

Selain pasar Eropa, sumber juga mencatatkan angka pertumbuhan di 2 pasar kunci mobil listrik lainnya yaitu Amerika Utara, dan China. Di dua kawasan tersebut, penjualan mobil listrik masih bertumbuh negatif. Di Amerika Utara contohnya, penjualan EV masih minus 38,3%, sedangkan penjualan mobil ICE minus 34,6%. Untuk China, kondisinya malah terbalik dengan Eropa. Saat penjualan mobil listrik masih minus 31%, penjualan mobil ICE malah naik 5% alias angkanya tumbuh secara positif. Sedangkan secara global, baik ICE maupun EV pertumbuhannya masih minus. ICE di minus 26%, sedangkan EV di minus 15%. Jadi, secara global, penjualan mobil listrik masih sedikit lebih baik dibandingkan mobil ICE.

Ada 1 kesimpulan penting yang bisa kita ambil dari data ini, yaitu mobil listrik kian hari kian menunjukkan peran pentingnya bagi pabrikan otomotif. Perlahan namun pasti, mobil listrik mengukuhkan diri sebagai gambaran masa depan di dunia otomotif. Sehingga, tak usah kaget jikalau dalam beberapa tahun ke depan makin banyak pabrikan yang memproduksi mobil listrik, atau setidaknya elektrifikasi seperti hybrid ataupun plug in hybrid. Di Indonesia sendiri jumlah mobil listrik masih terbatas, karena environment-nya juga belum terbentuk. Namun, saat semuanya siap, kami rasa mobil listrik akan memainkan peran pentingnya di Tanah Air.

Jadi, bagaimana kalau pendapat kalian, kawan? Yuk sampaikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini.

Read Prev:
Read Next: