Pekerja Tesla Masih Berusaha Normalkan Produksi Model 3

Pekerja Tesla Masih Berusaha Normalkan Produksi Model 3
0  komentar

AutonetMagz.com – Kalian masih ingat dengan masalah yang merundung Tesla pada tahun 2017 kemarin? Yap, masalah bottleneck alias kemacetan produksi dari Tesla Model 3. Masalah tersebut membuat produksi dari Tesla Model 3 jauh dari target yang dicanangkan oleh pihak pabrikan. Dan sebagai efeknya, Elon Musk selaku CEO Tesla menjadi sangat marah dan memecat ratusan pegawainya.

Oke, itu masa lalu, lalu bagaimana dengan hari ini? Apakah Tesla sudah bisa memperbaiki masalah di dalam produksi Tesla Model 3? Hmmm, nampaknya mereka masih berjuang untuk lepas dari masalah ini. Yap, mengutip dari CNBC, melalui beberapa klaim dari pegawai dan mantan pegawai Tesla, pabrikan yang viral ini masih berusaha menormalkan produksi Tesla Model 3. Pihak Tesla sendiri pernah mengeluarkan pernyataan pada awal November 2017 kemarin bahwa sistem produksi untuk modul baterai mereka membutuhkan modifkias lebih lanjut untuk bisa melakukan otomasi produksi dalam jumlah yang besar. Dan menurut mereka, masalah tersebut akan selesai dalam hitungan minggu saja.

Namun mengutip dari CNBC, para pegawai yang diwawancarai oleh pihak CNBC mengatakan bahwa hingga pertengahan bulan Desember 2017 kemarin, baterai yang  diproduksi oleh Tesla masih menggunakan tenaga manusia untuk produksinya, alias Hand assembly. Proses produksi dengan tangan manusia ini sendiri juga tak hanya dilakukan oleh pegawai dari Tesla saja, namun juga oleh pegawai ‘pinjaman’ dari pabrik lain yang bertindak sebagai partner dari Tesla seperti Panasonic. Yap, Panasonis sendiri yang merupakan salah satu raksasa di bidang elektronik merupakan partner utama yang terlibat secara langsung dalam produksi baterai untuk Tesla Model 3.

Tesla sendiri membenarkan jika produksi menggunakan tangan manusia alias manual masih akan terus dilakukan selama sistem untuk produksi bisa selesai dengan seutuhnya. Tesla juga menjami, walaupun dikerjakan langsung, baterai untuk Tesla Model 3 sendiri tak akan mengalami penurunan kualitas ataupun penurunan keamanan. Sejak awal bulan Januari 2018 ini sendiri, Tesla telah merevisi target produksi mereka menjadi 2.500 unit per minggunya selama kuartal pertama dari tahun 2018 ini. Tentunya Tesla perlu kembali mencermati masalah ini, terlebih mereka juga sudah punya modal untuk membangun pabrik lainnya di China nantinya.

Sampai kapan Tesla akan berkutat dengan masalah bottleneck yang menyangkut produksi dari Tesla Model 3 ini? Kami tak tahu. Namun jika masalah datang silih berganti, agaknya soso berpengalaman seperti Bob Lutz yang pernyataannya kontroversial itu ada benarnya juga. Jadi, inilah saatnya Tesla menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi masalah ini, dan tentunya survive. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: