Pasar Masih Lesu, Maruti Suzuki Hentikan Kontrak 3 Ribu Karyawan

Pasar Masih Lesu, Maruti Suzuki Hentikan Kontrak 3 Ribu Karyawan
0  komentar

AutonetMagz.com – Beberapa waktu lalu kami sempat mengabarkan bahwa pasar otomotif di India tengah lesu. Dan sebagai dampak lesunya pasar otomotif di Negeri Bollywood tersebut, stok barang di gudang – gudang APM menumpuk. Hal ini membuat beberapa Pabrikan besar menghentikan sementara produksi mereka. Nah, ternyata hingga kini kondisi belum sepenuhnya pulih, dan memaksa pabrikan untuk memangkas SDM mereka, termasuk Maruti Suzuki.

Mengutip informasi via LiveMint, Petinggi dari Maruti Suzuki, R C Bhargava menyebutkan bahwa pihaknya tidak memperpanjang kontrak dari 3.000 karyawan temporary mereka. Bhargava menambahkan, “Keputusan ini adalah bagian dari bisnis, dimana saat permintaan melambung tinggi, maka akan lebih banyak karyawan kontrak yang akan diperkerjakan. Dan akan dikurangi saat permintaan menurun”. Namun Bhargava menjamin bahwa efisiensi SDM ini tidak akan berdampak pada pegawai tetap dari Maruti Suzuki, jadi murni hanya untuk karyawan kontrak yang bersifat temporary saja.

Bos Maruti Suzuki ini juga menambahkan bahwa lesunya pasar otomotif ini akan berdampak cukup besar pada beberapa pemain lain selain pabrikan otomotif. Bhargava menyebutkan bahwa beberapa sektor lain seperti sektor asuransi, finance, bahan bakar gas, dan transportasi akan terkena dampak dari kondisi ini. Maruti Suzuki sendiri berharap pasar otomotif India bisa segera kembali ke kondisi semula menjelang akhir tahun 2019 mendatang. Apalagi, Maruti Suzuki juga memiliki beberapa produk yang siap dihadirkan dalam waktu dekat, termasuk Suzuki XL6 yang berbasis All New Suzuki Ertiga.

Pasar otomotif India sendiri memang cenderung lesu dalam beberapa bulan terakhir. Ada beberapa faktor yang membuat kondisi ini bisa terjadi, antara lain adalah peningkatan nilai Goods and Service Tax (GST) atau kalau di Indonesia kita kenal dengan nama Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Selain itu, disaat yang bersamaan, Pemerintah India juga menerapkan regulasi baru terkait safety dan juga tingkat emisi. Regulasi ini membuat pabrikan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membuat produk yang bisa sesuai dengan regulasi. Alhasil, harga kendaraan pun tentunya terkatrol naik.

Kami sendiri berharap agar sektor otomotif di India bisa segera kembali ke kondisi terbaik. Karena, beberapa pabrikan di Indonesia juga menggantungkan unit jualan mereka pada produk rakitan India, seperti Suzuki dan VW, serta Hyundai. Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: