Nissan : GT-R Generasi Baru Harus Jadi Batu Bata Tercepat di Dunia

by  in International&Nissan
Nissan : GT-R Generasi Baru Harus Jadi Batu Bata Tercepat di Dunia
0  komentar

AutonetMagz.com – Meski performanya tak terbantahkan, Nissan GT-R R35 sekarang sudah menjadi mobil tua. Muncul di 2007, facelift di 2012 dan facelift lagi di tahun 2017 tak membuatnya terlihat segar, tapi masih keren tentu saja. Preview soal generasi penerusnya yang diklaim berkode R36 sudah berkali-kali muncul, misalnya dari konsep Nissan 2020 Vision Gran Turismo dan Italdesign Nissan GT-R50. Terus, apa rencana Nissan buat GT-R baru?

Bos desain Nissan, Alfonso Albaisa berkata kepada Autocar kalau mereka benar-benar baru di tahap awal merancang suksesor Nissan GT-R. Mesinnya belum ditentukan, platformnya belum dipastikan, bahkan desainnya belum tahu seperti apa. Dua hal yang jelas, ia mengatakan desainnya tidak akan mengambil inspirasi dari GT-R50 dan GT-R baru harus jadi mobil yang spesial serta “jadi mobil supersport yang tercepat di dunia”.

Tidak, kami rasa tidak mungkin Nissan menargetkan “tercepat” untuk mengalahkan Bugatti dan Koenigsegg, tapi mungkin harus jadi yang “tercepat” supaya ia bisa jadi “supercar killer” lagi. Albaisa terus-terusan meneliti proposal desain yang ditawarkan, ia mengaku kalau timnya tidak bisa langsung bekerja membuat GT-R baru sampai pilihan mesin dan platform barunya sudah ditentukan.”Tantangannya ada pada para insinyur,”katanya.

Kami baru mulai kerja kalau waktunya sudah cocok supaya mobil ini jadi sesuatu yang spesial, tapi kami belum sampai ke tahap itu saat ini”, ujar Albaisa. Artinya, mungkin GT-R baru masih agak lama, paling tidak setelah 2020-an mungkin ya. Terus, apa GT-R mau pakai teknologi hybrid seperti NSX?”Soal apa kami mau pakai teknologi hybrid atau tidak belum ditentukan, tapi kami harus bisa meraih tenaga sebanyak mungkin.”

Nissan GT-R yang sekarang punya 562 hp, jadi rasanya tidak muluk-muluk kalau GT-R baru punya lebih dari 600 hp.”Tapi kami sedang meracik platform baru khusus GT-R. Tujuannya jelas : GT-R harus jadi mobil terkencang di jenisnya. Ia harus merajai sirkuit. Ia juga harus canggih, tapi bukan berarti ia harus memakai mesin listrik,”jelas Albaisa. Soal teknologi hybrid, Nissan sudah membuktikan performa hybridnya di Nissan GT-R Nismo LM yang kencangnya bukan main.

Kami harus merefleksikan impian orang-orang, dan saya yakin banyak orang memimpikan kalau GT-R baru bakal jadi mobil supersport paling hot di dunia,”terangnya. Ia juga bersikeras untuk menjaga karakter kekar dan gagah yang sudah ada di R35.”Mobil itu adalah binatang buas. Ia harus ganas dan berlebihan. Bukan berlebihan di bagian sayapnya, tapi soal bobot visual, nuansa kehadiran dan aura keberaniannya.”

Nissan GT-R selalu masa bodoh dengan apa yang ditawarkan oleh supercar lain. GT-R harus berani bilang : Saya GT-R, saya berat seperti batu bata, ayo coba kejar saya. Ia adalah batu bata terkencang di dunia, serius. Tiap kali saya melihat proposal desain untuk GT-R baru, saya selalu bilang : Kurangi sayapnya, banyakin elemen batu batanya,”tutup Albaisa. Memang batu bata sih, soalnya GT-R itu selalu berat sejak dari generasi R32 sampai sekarang. GT-R R35 bobotnya hampir 2 ton lho.

Tapi godfather of GT-R memang malah ingin supaya mobilnya berat. Menurutnya, bobot yang berat memberikan bakat alami lebih baik untuk traksi dan handling. Saking bersikerasnya beliau dengan prinsip ini, ia mengatakan kalau ada merek yang percaya supercar yang kencang itu harus ringan, orang yang bikin supercar itu pasti amatiran. Apa ekspektasimu untuk GT-R R36? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: