Mitsubishi Ajukan Ijin Produksi Mobil Listrik di Thailand

Mitsubishi Ajukan Ijin Produksi Mobil Listrik di Thailand
0  komentar

AutonetMagz.com – Thailand kembali menjadi negara yang dibidik oleh para pabrikan otomotif untuk berinvestasi untuk kendaraan masa depan. Setelah Mercedes-Benz dan Honda menyatakan bahwa pihaknya akan memproduksi mobil hybrid, mobil listrik, dan komponen pendukungnya di sana, kini giliran Mitsubishi yang mencoba peruntungan dalam hal ini. Kabar terbaru menunjukkan bahwa pihak Mitsubishi tengah mempersiapkan proposal untuk ikut serta dalam proyek mobil ramah lingkungan di Thailand, cekidot.

Jadi, pihak Mitsubishi Motors Corporation (MMC) telah mempersiapkan proposal terkait tiga proyek besar yang menyangkut mobil ramah lingkungan Ketiga proyek yang dikenal dengan nama EV Projects tersebut digelontor dana oleh pihak MMC sebanyak 11 Milyar Bath. Berapa Rupiah? Kira – kira hampir 5 Triliun Rupiah, tak main – main tentunya. Nah, pihak MMC sendiri akan mengajukan proposal ini sebelum akhir tahun 2018 ini guna mendapatkan insentif dari Pemerintah Thailand. Yap, seperti yang sempat kami singgung beberapa bulan lalu, pihak pemerintah Thailand memang menyediakan program khusus untuk pabrikan yang berniat memproduksi mobil Listrik dan mobil Hybrid, serta plug in hybrid.

Nah, 3 proyek milik Mitsubishi ini sendiri merujuk pada produksi Mobil Hybrid, Mobil PHEV, dan juga produks baterai. Proyek mobil PHEV sendiri akan berjalan terlebih dahulu dengan dana 5 Milyar Bath. Dana tersebut sejatinya sama besarnya dengan dana yang digelontorkan oleh pihak Honda untuk memproduksi mobil hybrid di Thailand, hanya saja, pihak Mitsubishi punya modal lebih, karena Mitsubishi saat ini menduduki posisi kedua sebagai exporter terbesar di Thailand di bawah Toyota. Mengacu pada kabar yang kami sampaikan beberapa bulan lalu, batas pendaftaran dan pengajuan untuk segmen PHEV sendiri memang akan berakhir pada bulan Desember tahun 2018 ini, sehingga pihak Mitsubishi memang perlu bergegas untuk merampungkan proposal tersebut.

Mitsubishi sendiri akan mendapatkan hak khusus berupa Tax Holiday dengan tempo waktu antara lima hingga delapan tahun lamanya. Hak istimewa ini sendiri akan berlaku bagi kendaraan Hybrid, Kendaraan Plug in Hybrid, dan kendaraan listrik murni. Toyota dengan C-HR Hybrid-nya sudah menikmati manisnya insentif ini, bahkan dengan adanya insentif ini coupe SUV bermesin Hybrid milik Toyota ini laris manis, mengalahkan varian non-Hybrid yang ternyata hanya sedikit lebih murah dari varian ramah lingkungannya. Pihak Mitsubishi sendiri sejatinya sudah punya satu varian PHEV yang langsung bisa mereka produksi dan pasarkan di Thailand, dan mobil tersebut adalah Mitsubishi Outlander PHEV. Outlander ya, bukan Outlander Sport.

Jadi, kita tunggu saja skema persaingan mobil ramah lingkungan di negara tetangga ini. Kalau di negara kita? Skema persaingannya masih di segmen LMPV dan LSUV yang makin kesini makin ambigu secara segmen. Jadi, bagaimana menurut kalian?

Sumber : Bangkok Post

Read Prev:
Read Next: