Mercedes Benz Akan Recall 840 Ribu Mobil Lebih Menyangkut Kasus Takata

Mercedes Benz Akan Recall 840 Ribu Mobil Lebih Menyangkut Kasus Takata
0  komentar
mercedes benz c450 amg

AutonetMagz.com – Kesalahan Takata yang baru terungkap beberapa bulan belakangan jelas membuat semua pabrikan mobil yang memakai jasanya pusing tujuh keliling. Baru saja di negara kita, Honda sudah melancarkan pengumuman penarikan kembali lebih dari 300 ribu mobilnya yang beredar di sini, dan tinggal menunggu merek lain saja untuk melakukan kampanye yang sama. Tidak hanya merek non premium saja yang kena getahnya, tapi merek premium juga sama gusarnya.

Daimler misalnya, yang menjadi induk Mercedes Benz turut menyeka peluh untuk memperbaiki mobil-mobil yang memiliki komponen airbag buatan Takata. Press release yang dilayangkan Daimler menyatakan akan ada 705 ribu unit Mercedes Benz dan 136 ribu unit van Daimler yang akan mendapat perbaikan di Amerika Serikat. Lebih banyak dibanding Honda di sini? Memang, karena kemarin Mercedes Benz sedang laku-lakunya di sana.

mercedes-gls-class-gls350d-2016-blue-rear

Belum lagi, Amerika Serikat adalah salah satu negara yang mendapat semua model Mercedes Benz tanpa terkecuali, mulai dari hatchback A-Class, SUV G-Class, sedan mewah Maybach S-Class hingga mobil sport seperti AMG GT. Sayangnya, baik Mercedes Benz maupun Daimler tidak menyebutkan secara spesifik mobil apa saja yang harus di-recall, mereka juga tidak menyebutkan komponen mana yang bermasalah serius sampai-sampai harus diganti segala.

Tapi karena Takata menyebutkan Mercedes Benz sebagai salah satu merek mobil yang memakai komponennya, tidak salah kan kalau ada dugaan bahwa yang mau diurus itu adalah airbag inflator buatan Takata dalam mobil-mobil itu? Untuk kampanye recall ini, Daimler harus mengeluarkan uang sebanyak 340 juta Euro (5,2 T Rupiah) dari dompetnya supaya semua mobil yang bermasalah bisa disembuhkan. Pengeluaran tadi akan dimasukkan ke daftar finansial tahun 2015.

mercedes-benz-cls-shooting-brake-rear

Lebih lanjut, Daimler menjelaskan apa efek recall ini bagi keuangan mereka, persisnya adalah keuangan tahun fiskal 2015. Pabrikan Jerman ini diklaim bisa menurunkan keuntungan bersihnya hingga menjadi 8,7 M Euro (133 T Rupiah). Meski dibilang turun, sebenarnya itu masih di atas tahun fiskal 2014 kemarin yang mencapai 7,3 M Euro (111,6 T Rupiah).

Ya sudah deh, toh kalau rajin membaca warta otomotif terkini pasti sudah tahu kalau efek komponen cacat buatan Takata bersifat global dan bukan regional, jadi tinggal tunggu saja kapan merek-merek di Indonesia melakukan penarikan kembali atas mobil-mobilnya yang terkena masalah ini, baik itu merek mobil biasa maupun merek premium. Lebih lagi, alasan “Versi Indonesia aman karena beda komponen” rasanya nonsense. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: