Menilik Peluang Mobil Nasional Hasil Kolaborasi Dengan Malaysia

by  in Berita&Nasional
Menilik Peluang Mobil Nasional Hasil Kolaborasi Dengan Malaysia
0  komentar

AutonetMagz.com – Sebagai sebuah negara yang berkembang, maka sektor otomotif memang selalu menjadi salah satu fokus pengembangan sebuah negara, karena mau tak mau, urusan transportasi dewasa ini sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dikesampingkan. Nah, salah satu tujuan sebuah negara berkembang adalah realisasi mobil nasional, termasuk negara kita, Indonesia. Lalu bagaimana perkembangan ide Mobnas Indonesia? Bagaimana juga dengan kabar yang melibatkan Negara tetangga, Malaysia, mengenai hal ini? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Di penhujung bulan Juni 2018 silam, Presiden Joko Widodo sempat berjumpa dengan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohammad. Kala itu, salah satu bahasan paling menarik adalah perihal Malaysia-Indonesia ASEAN car project. Sebenarnya usulan mengenai Malaysia-Indonesia ASEAN car project bukanlah sebuah usulan yang baru, karena usulan ini sudah ada sejak tahun 2014 silam, dimana saat itu Perdana Menteri Malaysia masih Datuk Seri Najib Tun Razak, dan kala itu proyek ini menggandeng partner asal Indonesia yang diwakili oleh PT Adiperkasa Citra Lestari. Masalahnya, sudah empat tahun sejak ide itu tercetus, dan hingga kini proyek tersebut bak hilang ditelan bumi, tanpa ada follow up, tanpa ada kabar, hingga akhrinya Tun Dr. Mahathir Mohammad menyebutnya kembali pada kesempatan ini.

Mengutip laman Channel News Asia, Tun Dr. Mahathir Mohammad menyebutkan bahwa pihaknya bersama Presiden Jokowi berniat untuk menghidupkan kembali proyek ini. Namun tak ada detail lain yang diucapkan oleh beliau, termasuk target dan juga pihak – pihak terkait. Nah, pernyataan pendukung diberikan oleh Datuk Seri Syed Faisal Albar yang merupakan petinggi dari Proton, merk mobil nasional Proton yang sempat dikatakan tak lagi ‘Malaysia’ oleh Perdana Menteri Malaysia. Datuk Seri Syed Faisal Albar menyebutkan bahwa proyek bersama Indonesia masih ada, dan terus berjalan. Beliau memastikan bahwa diskusi mengenai Malaysia-Indonesia ASEAN car project akan terus berjalan. Lalu, seperti judul di atas, kami ingin menilik peluang kehadiran Malaysia-Indonesia ASEAN car project ini dalam wujud nyata.

Menurut kami, dengan posisi Tun Dr. Mahathir Mohammad sebagai Perdana Menteri, plus dengan background-nya yang dekat dengan sektor otomotif, maka bisa jadi proyek ini akan berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, keterlibatan Proton dalam proyek ini juga membuka sebuah ruang baru bagi investor lain, yaitu Geely. Yap, dengan kepemilikan saham di Proton, bisa saja Geely ikut serta dalam proyek ini. Ada sebuah keuntungan jikalau benar Geely ikut serta dalam proyek ini, yaitu masalah transfer teknologi. Namun semuanya masih abu – abu, karena memang belum terlihat ada pergerakan nyata dari Malaysia-Indonesia ASEAN car project ini, jadi peluangnya sendiri masih 50 : 50. Malahan bisa jadi kurang dari itu jikalau melihat rekam jejak proyek ini di masa lalu. Namun dengan sosok  Tun Dr. Mahathir Mohammad yang dekat dengan otomotif, mungkin kita bisa berharap lebih.

Jadi, kalau menurut kalian bagaimana? Seberapa besar peluang realisasi dari Malaysia-Indonesia ASEAN car project ini kali ini? Yuk sampaikan pendapat kalian, kawan.

Sumber Gambar : PaulTan

Read Prev:
Read Next: