Mengulik Strategi Wuling Saat Menuju Sebuah negara Baru

by  in Berita&Merek Mobil&Nasional
Mengulik Strategi Wuling Saat Menuju Sebuah negara Baru
0  komentar

AutonetMagz.com – Sebuah hal menarik kami dapatkan saat kami berkunjung di Grand Opening Wuling Bless Basuki Rahmat Surabaya. Kala itu, turut hadir dalam acara adalah Bapak Yedi Yunadi Sonji selaku Sales Director Wuling Motors Indonesia. Nah, dalam sesi bincang santai pasca acara berlangsung, kami bersama rekan media yang lainnya pun sempat berdiskusi mengenai beberapa hal terkait brand asal China ini di Indonesia, termasuk strategi mereka saat penetrasi awal ke market Indonesia.

Bagi kami sendiri, muncul sebuah pertanyaan terkait strstegi penetrasi dari Wuling dan beberap merk di dalam Grup SGMW. Pertanyaan tersebut terkait mengapa Wuling Hongguang alias Wuling Confero menjadi produk pertama Wuling di Indonesia, sedangkan MG Hector alias Wuling Almaz menjadi produk pertama di India. Kok nggak sama? Pun begitu dengan strategi pihak rival yang memasukkan kendaraan komersial dan SUV di awal kemunculannya. Nah, Pak Yedi pun akhirnya mengumbar bahwa pihak Wuling, atau lebih umumnya adalah SGMW Motors memiliki strategi untuk menggempur pasar mainstream di negara tujuannya terlebih dahulu.

Yap, pasar paling mainstream di Indonesia adalah pasar Low MPV, dan oleh karenanya pihak Wuling Motor Indonesia memilih untuk memasukkan terlebih dahulu Wuling Confero dibandingkan dengan Wuling Cortez ataupun Wuling Almaz. Berbeda ceritanya dengan India, dimana pasar MPV tidak setinggi pasar SUV. Nah, disana pasar SUV lebih mainstream, dan penetrasi ke pasar SUV merupakan hal yang dirasa paling pas. Oleh karenanya pihak MG Motors menempatkan MG Hector alias Wuling Almaz di posisi pertama dalam hal peluncuran.

Pak Yedi pun menambahkan, pasca meraih pijakan yang dirasa kuat di pasar mainstream, maka berikutnya pihak Wuling Motors pun bakal memperkaya line up mereka dengan produk yang punya value deal yang tinggi. Dan hal ini dibuktikan dengan kehadiran Wuling Cortez dan Wuling Almaz yang memiliki skala price to feature yang lebih oke daripada rival sepadan di segmennya. Lantas, kami pun menanyakan perihal sosok Wuling Cortez Turbo, All New Wuling Confero (Seperti versi China), dan Wuling Almaz 7 seater, namun Pak Yedi meminta kami menunggu kejutannya.

Jadi, seperti itulah pola strategi dari pihak Wuling Motors untuk penetrasi ke sebuah pasar baru. Tidak sesimpel, dan semudah yang diucapkan memang, namun nampaknya strategi tersebut cukup efektif kala kita melihat posisi Wuling yang belum berusia 2 tahun namun bisa bertengger di dalam 10 besar penjualan mobil di Indonesia saat ini. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: