Mengaku Curang Dengan Pemakaian Software Ilegal, Nasib VW Kini di Ujung Tanduk!

Mengaku Curang Dengan Pemakaian Software Ilegal, Nasib VW Kini di Ujung Tanduk!
0  komentar
volkswagen-passat-banned

AutonetMagz.com – Kasus penipuan yang dilakukan VW agar bisa lolos dari uji emisi adalah salah satu kasus terburuk yang pernah ditemukan di dunia otomotif global selain kasus recall airbag Takata secara besar-besaran. VW dituduh memakai software yang bisa mengenali kondisi uji emisi dan bisa memerintahkan mesin untuk memproduksi emisi minimum saat diuji. Setelah pengujian, mesin kembali bertindak normal dan menghasilkan gas buang hingga 40 kali lebih berbahaya. Lalu, apa kata VW?

Dr. Martin Winterkom, CEO Volkswagen AG, mengaku bersalah telah melakukan pemasangan software illegal pada 500.000 mobil jualannya di Amerika Serikat. Seraya dengan pengakuan itu, saham VW anjlok parah, turun 19,3% ke level terendah selama 3 tahun terakhir. Artinya, mereka rugi 16,9 M Dollar AS atau 245 T Rupiah.

ceo-vw-group

Saya pribadi dan VW sangat menyesal dan minta maaf sedalam-dalamnya, karena kami telah melanggar kepercayaan dari pelanggan kami dan masyarakat,” katanya. Memang, kalau sudah begini, publik pasti sudah menandai VW sebagai pabrikan dengan reputasi buruk. Oleh karena itu, VW bersama Audi harus menghentikan penjualan mobil dengan mesin diesel TDI 2.000 cc yang bermasalah itu, termasuk VW Beetle, Passat, Jetta, Golf dan Audi A3.

Itu saja? Tidak, masih ada lagi kerugian VW. Menurut Car Throttle, jika ditotalkan dengan kendaraan di luar Amerika Serikat, ada 11 juta kendaraan yang punya mesin bermasalah ini. Untuk memperbaiki tingkat emisi dan mencabut software bermasalah itu, VW butuh dana 6,5 M Euro, atau sekitar 104,6 T Rupiah. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) juga bilang VW bisa didenda sampai 18 M Dollar AS (260 T Rupiah).

mesin-tdi-vw

Sudah, cukup sampai situ saja? Tidak, masih ada yang lebih mencekik leher “mobil rakyat” dari Jerman itu. EPA mengambil tindakan tegas dengan menyatakan tak bakal memberi kelulusan bagi produk serupa di 2016. CEO VW juga terancam dipecat dan beberapa orang VW berpotensi masuk penjara. Ini namanya sudah jatuh, tertimpa tangga dan tertimpa tembok runtuh lalu tertimpa genteng dari atap rumah. Apes deh.

Tapi tunggu, EPA tidak lengah atau pilih kasih. Kasus VW membuat mereka juga mencurigai sejumlah merek lain seperti BMW, Mercedes Benz, Fiat, Chrysler, General Motors, Jaguar, Land Rover dan semua merek mobil bakal diuji juga, dan jika terbukti memakai software ilegal sejenis, maka orang-orangnya terancam merasakan suramnya bilik jeruji besi. Merek yang diwaspadai oleh EPA lebih spesifik adalah anggota VW Group seperti Audi, Porsche, dan sejumlah merek lainnya.

VW iBeetle

Akan tetapi, BMW dan Mercedes Benz cepat tanggap dengan merilis pernyataan kepada Automotive News Europe kalau mereka paham prosedur dan aturan emisi yang berlaku, dan masalah serupa tidak akan ditemukan di mobil mereka (BMW dan Mercedes Benz). Benarkah? Kita lihat saja hasil tesnya nanti, sementara itu kita pegang dulu omongan Bimmer dan Mercy.

Ini benar-benar kasus yang memalukan. Sebagai merek Jerman di mana negaranya dikenal sebagai penghasil engineer kelas atas, mereka telah memakai kemampuan engineering mereka secara salah dan tidak bertanggung jawab. Kami harap kejadian serupa tak terjadi lagi besok-besok pada VW maupun merek mobil lain. Ini juga warning bagi seluruh merek mobil di manapun, berbuat curang akan sia-sia saja, cepat atau lambat pasti ketahuan.

Yang jelas, kalau kasus ini bergulir di Indonesia, pasti efeknya lain. Aturan emisi di Indonesia masih amat-sangat-sungguh-terlalu ketinggalan zaman, belum lagi praktek suap, kongkalingkong dan kasus aneh di mana pemerintah kita menyatakan mobil listrik tidak lulus uji emisi. Bagaimana menurutmu tentang kecurangan VW ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: