Menantikan Kelanjutan Nasib Suzuki Swift di Pasar Indonesia

by  in Berita&Merek Mobil&Nasional
Menantikan Kelanjutan Nasib Suzuki Swift di Pasar Indonesia
0  komentar

AutonetMagz.com – Segmen pasar small hatchback merupakan salah satu segmen yang cukup diminati di pasar Indonesia, mungkin ucapan terima kasih harus kita berikan kepada beberapa small hatchback modern yang sedekade silam membawa tren ini, seperti Honda Jazz, Toyota Yaris, dan Suzuki Swift. Dan memang nyatanya ketiga mobil inilah yang banyak menghiasi jalanan di Indonesia, kalau kita bicara small hatchback.

Jika di tahun ini Honda Jazz mendapatkan versi facelift, dan Toyota Yaris pun demikian di tahun lalu, maka apa kabar dengan Suzuki Swift? Terakhir kali Suzuki Swift mendapatkan ubahan adalah dengan menghapus varian GL dan menambah varian GS yang punya beberapa komponen milik Suzuki Swift Sport. Setelah itu? Seperti yang kami beritakan beberapa bulan lalu, produk ini sudah tak didistribusikan kembali, dan hanya menunggu stok habis di dealer – dealer Suzuki. Lalu ada beberapa pihak yang mulai menebak – nebak, seperti apa kelanjutan dari mobil yang waktu pertama hadir di Indonesia ini kerap dikatakan mirip Mini Cooper secara konsep.

Ada yang berkata bahwa Suzuki Swift terbaru akan masuk, dan akan bersandingan dengan Suzuki Baleno Hatchback, Suzuki Swift akan diposisikan memiliki harga yang lebih mahal dari saudaranya. Ada pula yang berpendapat bahwa umur dari Suzuki Swift hanya sampai di generasi ini saja, karena eksistensinya sudah digantikan oleh Suzuki Baleno Hatchback yang punya harga lebih murah, sehingga bisa lebih bersaing dengan kedua rival yang penjualan  lebih baik, dengan menawarkan harga ekonomis. Namun yang mana yang sejatinya akan benar – benar terjadi? Hanya Tuhan dan pihak SIS yang tahu jawabannya.

Mengutip dari laman otomotif Kompas, pihak SIS yang diwakili oleh R. Uchiki, GM Strategic Planning Department SIS mengatakan bahwa peluang untuk menghadirkan Suzuki Swift generasi terbaru ke Indonesia sebenanrnya ada, namun menemui kendala. Kendala yang dimaksud adalah perkara harganya yang bakal lebih mahal dari Suzuki Swift yang sudah dijual. Hal ini menjadi pertimbangan utama, karena menurut SIS, masyarakat Indonesia menganggap bahwa seharusnya sebuah small hatchback berharga murah, dan tak lebih mahal dari sebuah LMPV, seperti layaknya Suzuki Baleno Hatchback. Namun, sebenarnya jika sebuah Suzuki Swift terbaru lebih mahal dari pendahulunya sih memang masuk akal dan wajar saja.

Sebenarnya pihak SIS sendiri belum menyebutkan apakah memang posisi Suzuki Swift digantikan oleh Suzuki Baleno, namun jika melihat skema impor dari Suzuki Swift seperti sebelumnya dari Thailand. Sebenarnya ada peluang dari pihak SIS untuk memasukkan Suzuki Swift, karena generasi terbaru dari mobil tersebut akan menyapa masyarakat Thailand di awal tahun 2018 mendatang. Bagaimana kalau menurut kalian, apakah Suzuki Swift generasi terbaru layak masuk ke Indonesia atau tidak? Sampaikan pendapat kalian ya kawan.

Read Prev:
Read Next: