Maserati Bakal Menelurkan Versi Hybrid Pada Tahun 2020

Maserati Bakal Menelurkan Versi Hybrid Pada Tahun 2020
0  komentar
Maserati-MC-Stradale-Centennial-Edition

AutonetMagz.com – Sebagai langkah cepat dari FCA mengatasi hilangnya Ferrari, nampaknya mereka ingin mengenjot penjualan Maserati ke tingkat yang lebih tinggi. Selain memikirkan apakah perlu dengan penambahan supercar, planning yang saat ini sudah fix dan sudah diumumkan adalah menambah varian hybrid pada beberapa line up kedepan.

Namun line up ini tidak semua, mereka tidak akan membuat Alfieri menjadi hybrid rupanya. So artinya model yang akan disematkan hybrid adalah Quattroporte, Ghibli, GranTurismo dan GranCabrio. Hybrid yang digunakan adalah berjenis plug-in hybrid, sistem yang juga digunakan pada BMW i8. Maserati melirik hybrid karena peraturan dengan target emisi yang semakin tinggi kedepannya.

Maserati Ghibli wallpaper

Berdasarkan dari GM Maserati Europe, Giulio Pastore menyatakan, “Kami harus melakukannya – alasannya cukup simpel. Di beberapa negara dimana model ini begitu diintensifkan maka model ini akan sukses, di tempat lain mungkin tidak, tapi disitulah pemerintah dan konsumen meminta mobil yang seperti itu. Yang bisa saya katakan bahwa kami akan mengelektrifikasikan mobil kami jika hal itu bisa dilakukan tanpa mengorbankan performa. Bila terkorbankan, ya kita tidak akan buat.”

Model pembuka Maserati yang akan menggunakan hybrid disinyalir adalah Levante SUV yang sebentar lagi akan segera diproduksi. SUV berlogo trisula ini diyakini akan menyumbang kesuksesan bagi perusahaan tersebut. Mereka sendiri cukup yakin bahwa model ini akan mengantar mereka pada target penjualan 75.000 unit pada tahun 2018.

maserai-kubang-concept

Dengan ini berarti sudah cukup banyak perusahaan exotic yang mulai beralih kepada model hybrid atau motor listrik. Namun pembelaan dari Giulio Pastore dan sikap dari Lamborghini yang tidak tertarik soal hybrid menarik untuk disikapi. Keterbatasan teknologi hybrid memang masih menjadi kendala untuk beberapa produsen supercar karena Hybrid memang tidak bisa sebuas supercar berbahan bakar fosil. Apakah kondisi stagnan para produsen ini akan berlanjut sampai kedepannya? Bagaimana menurut anda, monggo berikan komentar di bawah ini.

Read Prev:
Read Next:
  • Aryo Wicaksono

    nggak apa hybrid, asal digunakan untuk tambah tenaga seperti i8 dan trifecta, bukan fokus menghemat bahan bakar.

  • Enrile Indro Prasetyo

    Sebenarnya mungkin bukan karena keterbatasan teknologi hybrid, tapi karena cost produksinya yang mahal. Untuk memproduksi Prius yang bermesin kecil + hybrid aja sangat mahal sampe untuk menjualnya harus dibuat regulasi insentif pajak, apalagi supercar hybrid bermesin besar. Ferrari LaFerrari aja harga jualnya 2 sampe 3 kali lipat model Ferrari lainnya.

    • entahlah, tapi kalau brand luxury sepertinya tidak mempermasalahkan harga…