Malaysia Pertimbangkan Insentif Khusus Untuk Mobil Listrik

Malaysia Pertimbangkan Insentif Khusus Untuk Mobil Listrik
0  komentar

AutonetMagz.com – Beberapa minggu terakhir kami cukup antusias membahas beberapa kebijakan strategis dari Pemerintah, baik di Indonesia maupun di kawasan ASEAN. Alasannya sederhana, karena setiap negara di ASEAN kini nampak berlomba – lomba untuk menjadi yang terdepan dalam hal kesiapan untuk kendaraan listrik. Thailand menjadi yang paling dahulu dengan sejumlah insentif beberapa tahun lalu, disusul Indonesia dengan rencana tax holiday beberapa waktu lalu dan Brunei dengan pilot project mobil listriknya. Lantas, bagaimana dengan Negeri Jiran, Malaysia? Apakah mereka juga tertarik untuk bersaing di segmen kendaraan listrik?

Siapkan Regulasi Khusus

Dan jawabannya adalah, iya. Mengutiup informasi via PaulTan, Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa mereka sudah aware dengan kondisi ini dan tengah mempersiapkan formula yang spesifik terkait regulasi kendaraan bermotor listrik. CEO dari Malaysia Automotive, Robotics & ioT Institute (MARii), Datuk Madani Sahari menyebutkan bahwa Pemerintah Malaysia mengerti pentingnya elektrifikasi, dan akan membuat regulasi yang spesifik terkait segmen kendaraan listrik untuk menarik investasi ke negaranya. Salah satu yang paling riil adalah daerah Putrajaya yang rencananya akan merilis regulasi kendaraan bermotor listrik di kuartal pertama tahun ini. Masalahnya, kuartal pertama tahun 2021 ini akan berakhir dalam beberapa hari ke depan. Malaysian Automotive Association (MAA) alias GAIKINDO-nya Malaysia pun buka suara terkait hal ini.

Kepada sumber, ketua MAA, Datuk Aishah Ahmad menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa merinci perkiraan waktu peluncuran regulasi tersebut, namun pihaknya dan Pemerintah Malaysia serius menggarap segmen ini. “Pemerintah dengan serius mempertimbangkan insentif mancam apa yanng harus diimplementasikan untuk meningkatkan pertumbuhan kendaraan bermotor listrik di Malaysia. Mereka tengah mempelajarinya, namun masalahnya masih belum ada finalisasi. Hal ini tengah dalam proses diskusi, dan saya tidak tahu kapan akan dirilis. Apa yang saya bisa katakan adalah mereka tengah membahasnya karena mereka tidak ingin tertinggal”, ujarnya kepada sumber. Sumber juga menyatakan bahwa pihak Pemerintah Malaysia juga sedang mendiskusikan masalah infrastruktur, selain urusan regulasi yang akan diterapkan.

Libatkan Pelaku Industri

Terkait regulasi ini, kabarnya Pemerintah Malaysia telah melibatkan pelaku industri untuk mempersiapkan regulasi kendaraan listrik. Pelaku industri sendiri disebutkan ingin Pemerintah untuk lebih fleksibel terhadap kendaraan bermotor listrik. Beberapa kemungkinan pun dibahas, termasuk juga kemungkinan untuk penghapusan cukai dan bea masuk untuk kendaraan bermotor listrik. Namun, tentunya hal ini akan memberikan lubang untuk pendapatan Malaysia dari sektor pajak. “Jika kita tidak masuk ke era EV, maka akan ada banyak aspek teknologi yang tidak bisa diterapkan di negara kita (Malaysia). Maka itu akan jadi sebuah kerugian untuk Malaysia”, ujar Datuk Madani Sahari. Menarik tentunya untuk melihat apa yang akan dilakukan Malaysia untuk ikut serta dalam persaingan di segmen kendaraan listrik.

Jadi, kalau menurut kalian bagaimana?

Read Prev:
Read Next: