Komparasi : Toyota Rush VS Mitsubishi Xpander

Komparasi : Toyota Rush VS Mitsubishi Xpander
0  komentar

AutonetMagz.com – Mitsubishi Xpander sudah menyita perhatian duluan via kehadirannya di GIIAS 2017. Dibuat sebagai MPV entry level sekelas Avanza, Xenia, Mobilio dan Ertiga, Xpander sudah menjanjikan akan menjadi kontestan kuat di kelasnya dan akan jadi mobil paling diperbincangkan. Well, iya, tapi hanya untuk beberapa bulan saja, soalnya lampu sorot panggung utama sudah pindah dari Mitsubishi ke Toyota dan Daihatsu.

Duo Toyota Rush-Daihatsu Terios adalah nemesis bagi Xpander. Meski tidak sekelas, Rush dan Terios punya potensi besar mencuri konsumen potensial Xpander, khususnya Rush. Kami tidak bicara soal antrian inden salah satu mobil atau harga yang belum ketuk palu dan baru keluar banderolnya Januari nanti, namun spek dan nilai. Apa yang bisa kita telaah dari dua mobil beda kelas ini? Berikut komparasi Toyota Rush VS Mitsubishi Xpander!

Eksterior

Untuk di kelasnya sendiri, Mitsubishi Xpander sangat kuat dalam hal rupa dan bentuk. Tidak seperti Low MPV lain yang desainnya biasa, Xpander lumayan modis dengan postur agak gemuk dan ground clearance jangkung. Sama seperti Mobilio dan Ertiga, Xpander memakai sasis monokok. Lampu depan Xpander masih halogen biasa, namun lampu belakangnya sudah LED untuk tipe tinggi, tapi bohlam rem bukan LED. LED DRL depan pun dibuat sinkron dengan muka Dynamic Shield Mitsubishi.

Toyota Rush? Sama, desain barunya bikin mata segar setelah bosan dan lelah melihat desain Rush lama yang 10 tahun tidak ganti dan sering ketemu di jalan. Selamat tinggal desain ala Jeep jadul, halo desain yang lebih modern dan kekinian. Bicara identitas, desain Xpander lebih berkarakter, karena sekali lihat orang bisa ngeh,”Xpander nih!”. Kalau Rush, orang bisa berpikir sejenak saat lihat mukanya dan mikir “Toyota CR-V Turbo ya?”, kalau dari samping, bisa mengira Calya Crossover.

Maksudnya adalah Toyota tidak terlalu mengadopsi filosofi Keen Look secara total di sini. Rush baru oke, mirip mini Fortuner, tapi fascia depannya mirip Honda-Honda baru. Toyota bisa mengeksplorasi desain mereka lagi dengan melihat C-HR, RAV4 dan Caldina lalu dilebur jadi satu untuk Rush. Mereka keren dan mereka terlihat seperti Toyota, bukan Honda atau Daihatsu. Xpander sendiri meski jati diri desainnya kuat, mobil ini kelihatan mirip Honda Jazz dari samping.

Sementara Xpander pakai sasis monokok, Rush masih pakai sasis ladder frame. Berita baiknya, Toyota Rush punya fitur lebih wah daripada Xpander di luar. Contoh, lampu depan dan belakang Rush sudah full LED meski tanpa projector. Xpander belum ada defogger di belakang, sementara Rush sudah. Saat Xpander sudah pede dengan ground clearance 205 mm, Rush bisa lebih pede dengan ground clearance 220 mm.

Sisanya, bisa dibilang kedua mobil ini sebelas-dua belas. Keduanya sama-sama pakai rem cakram di depan dan tromol di belakang, sudah ada ABS dan EBD, punya wiper belakang dan punya kamera parkir buat Rush TRD dan Xpander Ultimate. Sensor parkir sudah ada di Rush, dan pada tipe tertinggi Rush dan Xpander, keduanya punya keyless entry dan keyless start. Urusan roof rail, Rush punya sementara Xpander tidak, jadi sudah lebih siap jika mau pasang roof box.

Untuk Xpander, sebaiknya perhatikan posisi lampu depan yang lumayan rendah, apakah rentan kena lemparan kerikil dari mobil di depannya. Kalau buat Rush, kami merasa cover plastik hitam di foglamp dan side body moulding di varian TRD Sportivo itu agak berlebihan. Cover foglamp terlalu tebal, dan side body moulding itu harusnya bisa lebih rendah lagi posisinya, atau dihilangkan pun rasanya takkan terlalu masalah.

Interior

Antara Rush dan Xpander punya desain interior yang cenderung moderat. Sama-sama biasa, namun untuk urusan kualitas pemasangan panel-panel dasbor dan pintu keduanya bagus, terasa solid dan tidak terasa goyang (meski konsol tengah Rush goyang juga sih). Perbedaan Rush dan Xpander baru muncul saat bicara pemilihan bahan, sebab kala Xpander pakai plastik dan jahitan palsu, Rush pakai bahan kulit sintetis yang empuk dan jahitan asli di tipe TRD Sportivo, tapi masih ada jahitan palsu juga sih di sektor lain.

Panel pintu Rush juga tidak full plastik, namun masih dihiasi bahan kulit imitasi biar lebih mewah. Menjadi pengemudi di Xpander, dijamin bisa lebih leluasa mengaturnya daripada di Rush, soalnya pengaturan setirnya lengkap dengan tilt & telescopic adjustment, sementara Rush hanya tilt. Posisi mengemudi Xpander pun sedikit lebih ergonomis daripada Rush, tidak terlalu tinggi. Layar MID Xpander pun terlihat lebih wah daripada Rush yang kecil dan grafisnya biasa.

Namun sepertinya Rush dan Xpander punya poin imbang di urusan kepraktisan. Sementara jumlah kantung Rush tidak banyak, konon ada 13 cup holder di Rush. Sementara Xpander, ia berhasil menyediakan laci di bawah jok penumpang sebagai kompensasi atas terpotongnya volume glovebox seperti pada mobil Prancis. Head unit Xpander Ultimate dan Rush TRD pun sama-sama bagus, namun Rush menawarkan lebih dengan adanya smartphone remote function jika anda butuh dan mau pakai.

Di saat Rush sudah punya AC digital dengan mode Auto, Xpander hanya punya AC biasa tanpa layar display. Rush pun punya lebih banyak fitur seperti auto headlamp, di mana Xpander tidak punya hal itu. Fitur keselamatan? Antara Xpander dan Rush sama-sama punya ABS, EBD, hill start assist dan stability control, tapi ingat bahwa Xpander hanya punya 2 airbags, sementara Rush TRD Sportivo ada 6. Banyak kan? Rush juga punya sensor seatbelt di semua baris kursi.

Jangan turun dan melihat persneling Toyota Rush TRD, karena kelihatan murah dan mirip sekali dengan kepunyaan Veloz. Punya Xpander lebih berkesan mahal dengan balutan kulit sintetis, namun toh keduanya sama-sama 4 percepatan. Sementara konsol tengah Xpander ada port charger, konsol tengah Rush tidak punya port charger di dalamnya, tapi port charger itu ditempatkan di belakang konsol tengah biar mudah diakses penumpang baris kedua.

Ngomong-ngomong penumpang baris kedua, baik Rush atau Xpander sama-sama bisa memanjakan dengan ruangan yang lega bagi penumpang dewasa, baik legroom maupun headroom. Fasilitas pun mirip-mirip seperti kantong jok, kantong pintu dan AC double blower. Lalu, di mana Rush dan Xpander mulai terlihat kontras? Material, sebab Rush masih menyematkan bahan kulit sintetis di pintu baris kedua, sementar Xpander tidak.

Lalu Xpander lebih mengutamakan perasaan nyaman, sementara Rush mengandalkan akomodasi. Terlihat, Xpander hanya punya 2 headrest, sabuk pengaman tengahnya 2 titik tapi ada armrest tengah. Kalau Rush, ia punya 3 headrest, ketiga sabuk pengamannya 3 titik tapi tidak punya armrest. Di sini mulai jelas, kalau ingin mobil yang layak bawa 3 orang di baris kedua, Rush cocok, tapi kalau lebih sering bawa 2 orang saja, coba duduk di Xpander.

Duduk di baris ketiga, lagi-lagi kedua mobil ini mirip. Ruang kepala masih tersedia untuk orang dewasa, namun beda kisahnya di ruang kaki. Jika mau duduk enak, kompromilah dengan baris kedua untuk menggeser kursi mereka maju-mundur atau setidaknya ditegakkan sedikit sandarannya. Fasilitasnya lagi-lagi mirip, sebab ada headrest, kantong dan port charger. Jok belakang Xpander bisa direbahkan satu step, tapi Rush tidak bisa.

Jok baris ketiga Xpander dan Rush sama-sama terpisah 50:50, jadi melipatnya bisa lebih fleksibel. Akan tetapi, Mitsubishi punya cara pelipatan yang pintar, simpel dan menghasilkan ruang yang rata meski lantainya agak menanjak. Toyota masih ogah meriset cara supaya pelipatan bagasi yang rata dan smart buat Avanza dan Rush. Sayang, padahal Sienta dan Innova punya cara pelipatan yang bisa ditiru oleh Rush dan Avanza. Sisi baiknya, keduanya punya ruang bagasi yang luas.

Mesin

Baik Toyota Rush atau Mitsubishi Xpander, keduanya punya mesin “baru tapi lama”. Xpander punya mesin 1.500 cc 4 silinder yang sama dengan Colt hatchback, sementara Rush pakai mesin 1.500 cc 4 silinder dari Avanza, yakni mesin 2NR. Tenaga keduanya sama-sama 104 PS di 6.000 rpm, tapi torsi Xpander 141 Nm di 4.000 rpm sementara torsi Rush 136 Nm di 4.200 rpm. Apa Mitsubishi menang? Belum tentu, sebab di atas kertas, Xpander lebih berat 75 kg dari Rush.

Karena sama-sama dirancang di Indonesia, Xpander dan Rush punya letak air intake yang sangat tinggi sehingga aman jika anda terpaksa menerobos genangan air. Keduanya juga punya ruang mesin yang rapi, dicat total dan diberi peredam. Mitsubishi Xpander memakai format penggerak roda depan sementara Toyota Rush memakai penggerak roda belakang. Lengkapnya bisa anda lihat di tabel bagian bawah.

Kesimpulan

Sebenarnya karena harga Toyota Rush yang resmi belum keluar, agaknya kesimpulan ini terlalu dini. Namun jika janji kenaikan 3 juta Rupiah itu terpenuhi, maka kami angkat topi buat Toyota. Meski desainnya minim jati diri, Rush baru mampu menyegarkan mata dengan bentuk baru, fitur melimpah, pilihan bahan yang membaik, standar fasilitas keselamatan yang mumpuni. Apa ada mobil lain lagi yang ngasih 6 airbags, stability control, hill start assist dan auto headlamp di bawah 300 juta? Jika ada, silahkan beritahu di kolom komentar.

Mitsubishi Xpander pun punya potensi untuk mempertahankan nilai jualnya. Desain Xpander masih oke dan berkarakter, terlepas apakah suka atau tidak. Fiturnya kalah dibanding Rush, namun posisi duduknya lebih ergonomis, rasa wah-nya lebih dapat dengan detail seperti persneling lapis kulit dan kehadiran armrest tengah di baris kedua. Kepraktisan pun membaik berkat adanya bagasi yang bisa dilipat dengan mudah dan rata lantai.

Tapi sekali lagi kami ingatkan, kedua mobil ini sebenarnya beda kelas dan konsep, namun berhubung harganya mirip dan Avanza tidak bisa diharapkan untuk menyaingi Xpander, Rush pun digelontorkan. Keduanya lumayan sama kuat, namun tak bisa ditepis bahwa fitur keselamatan Rush lebih banyak. Semuanya kami kembalikan ke kebutuhan, selera dan saldomu. Apa opinimu mengenai kedua mobil ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: