Kehabisan Stok Chip, Toyota Stop Produksi Sementara

Kehabisan Stok Chip, Toyota Stop Produksi Sementara
0  komentar

AutonetMagz.com – Selain masalah penjualan yang sempat turun jauh akibat pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai, para pabrikan mobil kini menghadapi masalah lain. Betul sekali, masalah yang dimaksud adalah krisis microchip. Mobil modern sekarang sangat tergantung pada komputer, dan komputer butuh chip. Jika tidak ada chip, maka fitur-fitur canggih di mobil masa kini tidak akan bisa dipakai sama sekali.

Krisis ketersediaan chip ini masih berlanjut sampai sekarang, dan banyak yang kena imbasnya, Toyota pun termasuk. Meski penjualan mereka tahun 2020 kemarin masih cukup memuaskan mengingat bagaimana buruknya tahun itu, Toyota juga pusing karena chip-chip untuk mobil barunya tidak bisa dibuat dalam waktu cepat. Untuk itu, Toyota terpaksa menghentikan sementara produksi mobil barunya di Jepang.

Dua Pabrik Toyota Stop Produksi

Toyota memutuskan untuk menghentikan sementara dua pabriknya di Jepang, yakni yang ada di Iwate dan Miyagi. Kebijakan ini akan berlaku mulai bulan depan, dan setidaknya di kedua pabrik itu, ada total 3 jalur produksi yang bakal berhenti beroperasi sementara selama 3 hingga 8 hari kerja mulai tanggal 7 Juni 2021 nanti. Akibat jeda produksi sementara ini, hasil produksi domestik Toyota untuk dalam negeri Jepang akan disesuaikan.

Kedua pabrik yang stop produksi sementara ini akan berefek pada pasokan 3 model Toyota, yakni Toyota C-HR, Toyota Yaris Cross dan Toyota Yaris hatchback. Total mobil baru yang tertunda produksinya mencapai 20.000 unit, demikian menurut Kyodo News. Meski Toyota terpaksa “menikmati” dampak dari menipisnya stok chip ini, efek yang dirasakan Toyota belum separah merek lain untuk saat ini.

Bisa Krisis Hingga 2023

Nissan juga merasakan dampak kekurangan chip ini. Mereka sudah bilang akan mengurangi produksi mobil tahun 2021 karena alasan tersebut, dan reduksinya mencapai 500.000 unit mobil. Selain Nissan, Mazda juga terpaksa mengurangi total produksi mereka sebanyak 100.000 unit selama tahun fiskal 2021. Masih banyak merek lain yang kena, tapi rasanya apa yang dialami Nissan, Toyota dan Mazda sudah cukup mewakili.

Banyak analis yang memprediksi krisis chip ini akan berlangsung lama. Paling tidak, krisis ini akan berlanjut sampai 2022 atau bahkan mungkin 2023. Ini bisa membuat penjualan mobil menurun, padahal tahun 2021 diharapkan penjualan pulih pasca merebaknya virus corona. Apalagi sekarang tren mobil listrik sedang naik, dan mobil listrik butuh chip yang jauh lebih banyak daripada mobil biasa. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: