Jaguar Hanya Bakal Produksi Mobil Listrik Saja?

by  in Berita&International&Jaguar
Jaguar Hanya Bakal Produksi Mobil Listrik Saja?
0  komentar

AutonetMagz.com – Berbicara soal kendaraan listrik, memang hal ini sudah menjadi isu yang sedang hangat diperbincangkan di dunia otomotif. Diperkirakan pula beberapa tahun ke depan mobil listrik akan lebih laku di pasaran, terlebih negara-negara yang sudah maju dan berkembang. Kali ini, bos dari Jaguar Land Rover sedang mempertimbangkan untuk mengubah merk Jaguar menjadi merk yang menjual EV saja dalam satu dekade berikutnya. Rupanya perencana produk perusahaan juga sudah menghasilkan strategi yang sudah jelas. Mereka berencana akan benar-benar ‘menghapus’ mobil konvensionalnya untuk 5 atau 7 tahun ke depan, dan kemudian mobil-mobilnya akan diganti dengan (murni) mobil-mobil listrik.

Seperti yang sudah kita tahu, model pertama Jaguar yang menggunakan full-elektrik adalah Jaguar XJ, yang diharapkan bakalan debut dalam 1 hingga 2 tahun kedepan. EV baru andalan Jaguar  ini bakal melawan Porsche Taycan dan Tesla model S. Pihak Jaguar  mengklaim bahwa mobil ini akan memiliki kualitas berkendara, dan desain yang ciamik, yang digabungkan dengan interior Jaguar klasik. Di luar soal itu, Jaguar  XE dan XF, rencananya tidak akan diproduksi lagi mulai tahun 2023, dan diganti posisinya dengan all-electric crossover, yang sedikit lebih besar dari Audi E-Tron. All-new Jaguar  I-Pace nantinya akan diluncurkan di tahun 2025, dan pada tahun 2026, hampir semua model Jaguar akan serba listrik.

Karena itu, otomatis Jaguar J-Pace akan jadi satu-satunya crossover dengan mesin konvensional yang akan ditawarkan hingga 2027. Mengenai berita ini, Ian Callum, kepala desain Jaguar, mengatakan bahwa mobil sport Jaguar  F-Type generasi yang akan datang mungkin juga akan menggunakan motor listrik. Yah, meskipun belum tahu akan jadi full elektrik atau tidak. Hal ini juga mengungkapkan kalau 4 atau 5 model all-electric Jaguar ditargetkan bisa terjual sebanyak 300.000 unit per tahun, diuntungkan dari harga ritel yang jauh lebih tinggi dan mengikuti tren – yang menyukai mobil mewah dengan space yang luas akan beralih menggunakan tenaga baterai.

Meskipun rencana ini tetap berlanjut, proyek ini belum mendapat lampu hijau karena penjualan Jaguar yang buruk untuk 3 model sedannya. Eksekutif di Tata (Induk dari Jaguar Land Rover), sendiri merasa tidak puas dengan kinerja merk premium tersebut, mengingat investasinya yang cukup besar di JLR. Sisi baiknya, Jaguar E-Pace sekarang adalah mobil Jaguar terlaris kedua, dan divisi mobil listrik Jaguar sangat mudah diterima publik dengan hadirnya Jaguar I-Pace hingga terus melanjutkan kiprahnya dengan Formula ini. Menurut orang dalam Jaguar, rencana semacam ini sudah sangat cocok untuk memulai revolusi Jaguar sebagai merek mobil listrik.

Nah, jadi bagaimana menurut kalian, kawan? Yuk sampaikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini.

Read Prev:
Read Next: