Jaguar Land Rover Mencoba Peruntungan di Segmen Motor Listrik

Jaguar Land Rover Mencoba Peruntungan di Segmen Motor Listrik
0  komentar

Autonetmagz.com – Sebuah manufaktur mobil yang sudah malang melintang dalam dunia roda empat lebih sering melakukan inovasi saat ini. Entah membuat fitur yang memudahkan manusia untuk berkendara, desain lebih radikal, maupun performa mesin yang seperti ingin melawan pesawat jet. Tak dapat dipungkiri, jika ingin mendapatkan profit lebih maka perusahaan otomotif baik dari Asia, Eropa, maupun Amerika harus melebihkan ide-ide briliannya. Namun bagaimana jika sebuah manufaktur yang dikenal karena mobil berkualitasnya, menginvestasikan harta yang dimiliki untuk dunia otomotif yang tak pernah digandrungi?

Inilah Jaguar Land Rover Automotive (JLRA) PLC yang berinvestasi lewat perusahaan InMotion Ventures-nya pada pabrikan motor asal Inggris yaitu Arc. Tidak familiar dengan pabrikannya? Arc sendiri memulai debut aktif dalam gelaran EICMA 2018 kemarin dengan memunculkan motor bernama Vector Concept. Motor bergaya café racer tersebut juga bukan sebuah motor biasa. Pasalnya Arc Vector menggunakan struktur lightweight carbon-composite dan baterai model monokok, ya motor ini adalah sebuah motor listrik yang dibacking oleh Jag. Hasilnya adalah motor yang ringan dengan pengendalian kaku khas MotoGP.

Motor pertama yang dibekali dengan human machine interface (HMI) ini, memiliki bodi depan dan belakang carbon fibrebespoke Öhlins dampers, dan rem Brembo, motor ini memiliki bobot total hanya 220 kg! Dengan berstatus motor listrik, motor ini hanya butuh waktu 3,1 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/h dengan top speed mencapai 193 km/h. Not bad for a newcomer. Berkat baterainya juga, Vector Concept dapat melaju hingga mencapai jarak 320 km pada pemakaian dalam kota dan 193 km pada jalan bebas hambatan. Namun Arc tidak berhenti sampai situ saja karena mereka telah menyiapkan jaket dan helm khusus untuk motor listrik perdananya.

Kembali lagi pada persoalan investasi JLRA pada motor listrik Arc. Apa alasan Jag Land Rover yang berada dibawah naungan Tata itu tertarik berinvestasi pada kendaraan yang baru digandrunginya ini? Sebastian Peck selaku Managing Director InMotion Ventures mengatakan, “Untuk dana modal ventura di Jaguar Land Rover, (investasi) ini adalah tentang menjadi pemimpin teknologi dalam lingkungan yang mengganggu.” Saat ini memang pasar kendaraan listrik sedang digandrungi oleh masyarakat, terlebih pemerintah di Eropa yang mendukung gerakan elektrifikasi ini. Hal tersebut membuat pabrikan otomotif harus berinovasi tanpa batas, dan bagi Jaguar Land Rover maupun pabrikan lain hal ini mungkin cukup mengganggu.

Sebastian menambahkan, “Misi kami adalah mengembangkan jejak (sejarah) yang diperluas untuk Jaguar Land Rover di  dalam dunia baru mobilitas premium. Kami memahami kekuatan dari koneksi emosional dan juga kekuatan dalam menciptakan objek yang diinginkan, jadi kami melihat sinergi alami dengan Arc. Vector adalah perkembangan luar biasa dalam perjalanan sepeda motor generasi mendatang.” Jadi memang langkah investasi ini selain memperluas segmen kendaraan Jaguar Land Rover, namun juga menciptakan sejarah dan sinergi baru terhadap dunia mobilitas yang berbeda.

Namun usut punya usut, ternyata Arc sendiri diciptakan oleh Mark Truman selaku mantan Kepala Divisi Jaguar’s White Space. Divisi tersebut memang sebuah inkubator untuk ide-ide gila pabrikan asal Inggris tersebut. Jadi apakah memang keluarnya Mark dari Jaguar adalah sebuah siasat yang dilakukan Jag dalam memasuki dunia motor? Spekulasi yang menarik, namun kami ingin mengetahui pendapatmu terlebih dahulu. Tulis komentar anda mengenai langkah investasi JLRA pada kolom Disqus di bawah.

Read Prev:
Read Next: