Inilah Warna Mobil Terbaik Jika Dibandingkan Dengan Harga Jual Kembali

Inilah Warna Mobil Terbaik Jika Dibandingkan Dengan Harga Jual Kembali
0  komentar

AutonetMagz.com – Biasanya, kalau kita dihadapkan pada sebuah pilihan terkait warna kendaraan yang akan kita beli, apa yang mendasari pemilihan warna tersebut? Apakah karena secara pribadi anda suka? Atau ikut – ikutan yang lain? atau karena warna tersebut adalah hero color dari produk tersebut? Banyak sekali alasan saat kita memilih sebuah warna untuk mobil kita, namun nyatanya hal ini juga berpengaruh saat kita akan menjual mobil itu kembali.

Ya, sama halnya dengan pasar mobil baru, pasar mobil bekas juga mempertimbangkan warna sebagai salah satu latar belakang pembelian. Namun memang warna – warna tertentu mungkin akan cukup sulit diperoleh, dan kalau tidak pun, ada beberapa warna ‘aneh’ yang kadang membuat kita tak sudi melirik mobil tersebut. Dan untuk menelusuri perkara ini, sebuah studi dilakukan oleh sebuah perusahaan car search engine yaitu iSeeCars. Dan dari studi yang melibatkan sebanyak 2,1 juta mobil ini, ditemukan sebuah hasil yang menunjukkan bahwa memang warna mobil mempengaruhi nilai sebuah mobil bekas.

Jika di negara kita, warna hitam, silver, dan putih nampaknya masih menjadi warna – warna idola, dimana banyak sekali mobil dengan warna tersebut berlalu lalang di jalanan Indonesia. Namun dari survey dan studi ini, ternyata warna Kuning-lah yang menjadi jawara dalam hal nilai jual. Ha? Maksudnya? Kalau kita membeli mobil, dan menggunakannya sekian tahun, maka jelas akan ada depresiasi harga kan? Nah, warna kuning ternyata memiliki depresiasi harga paling rendah, yaitu 27%. Sedangkan posisi kedua dan ketiga dihuni warna orange dan hijau dengan 30,6% dan 30,9%.

Lho? lalu bagaimana dengan warna hitam, putih dan silver? Warna hitam dan silver ada di jajaran belakang dengan angka 33,6% dan 34%. Sedangkan warna putih masih menempati posisi keempat dengan 32,6%. Posisi terakhir dihuni oleh warna – warna yang kurang biasa, seperti beige, ungu dan emas. Ketiganya memiliki depresiasi harga diatas 36%. Kok bisa kuning? Hijau? Orange? Bukannya ketiga warna itu jarang kita temui di jalan? Benar memang, namun ingatlah, warna – warna tersebut adalah warna yang menjadi kebanggan mobil – mobil bervolume rendah, seperti sportcar, dan supercar.

Selain itu, warna – warna tersebut juga hadir di beberapa jenis crossover dan SUV kekinian. Sehingga, walaupun tak lazim, warna tersebut memang memiliki depresiasi harga yang relatif rendah, karena mobil yang menggunakan warna tersebut unitnya tak terlalu banyak sehingga harganya relatif bertahan, alias mobil hobi. Namun walaupun tiga warna tersebut depresiasinya tinggi, namun untuk masalah cepat laku, ketiganya memiliki waktu tunggu di showroom lebih lama daripada rata – rata. Justru mobil berwarna ungu-lah yang mencatatkan waktu tunggu tercepat dengan 33,2 hari, diikuti warna emas, abu – abu, dan putih.

Ya, bagi kalian yang memang suka berganti – ganti mobil, sepertinya perkara warna perlu kalian pertimbangkan. Kalau kalian ingin menjual kembali mobil kalian, tak akan ada masalah yang terlalu berlarut – larut. Kalian bisa mengecek tren yang ada di pasaran jika kalian ingin mengetahui warna apa yang memang akan menjadi kegemaran masyarakat di masa depan. Bagaimana menurut kalian? Kalau kalian suka warna apa? Yuk sampaikan pendapat kalian.

Read Prev:
Read Next: