Harga Minyak Mentah Jeblok, Kini di Bawah 0 Rupiah!

by  in Berita&International
Harga Minyak Mentah Jeblok, Kini di Bawah 0 Rupiah!
0  komentar

AutonetMagz.com – Masih ingat kala harga bensin Premium sekitar 1.800 Rupiah per liter? Pernahkah berandai-andai kalau harga minyak bisa lebih murah atau bahkan sangat murah? Well, hari ini hal itu jadi kenyataan. Berita terbaru dari NBC menyampaikan bahwa gara-gara coronavirus, pengiriman minyak mentah untuk West Texas Intermediate yang menjadi patokan minyak mentah Amerika Serikat kini harganya turun jadi -37,63 Dollar AS per barrel. Iya, minus 37,63 Dollar AS.

Kalau dikonversi ke Rupiah dengan kurs saat ini, artinya sekitar minus 587.414 ribu Rupiah. Kalau harga sudah minus, artinya para produsen bersedia membayar orang untuk membeli minyak mentah mereka. Ya, bukan pembeli yang bayar, tapi produsennya yang bayar. Ini benar-benar kejadian tak terduga yang menurut NBC, baru pertama kali terjadi harga minyak mentah anjlok ke level negatif.

Anjloknya harga minyak adalah gara-gara coronavirus, permintaan jumlah minyak jadi merosot tajam. Orang jarang menyetir mobil, maskapai penerbangan mengurangi jumlah penerbangan, penjualan minyak pasti turun. Hasilnya, persediaan minyak jadi lebih banyak daripada permintaan. Minyak-minyak yang sudah disimpan di tangki penyimpanan pun tidak terjual banyak ke mana-mana, jadi minyak baru tidak punya tempat penyimpanan.

Sebagai tambahan dari BBC, ada ketakutan bahwa kapasitas tempat penyimpanan bisa habis pada bulan Mei. Banyak hal menjadi sangat buruk sehingga beberapa produsen minyak menyewa tanker minyak hanya untuk menyimpan minyak daripada mengangkutnya ke tempat mereka biasa menyimpan. Namun efeknya bukan berarti kita bakal dibayar untuk mengisi bensin, efeknya belum sampai ke situ.

Asosiasi Otomobil Amerika (AAA) melalui jubirnya, Jeanette Casselano mengatakan “Bahkan dengan tingkat kilang daerah yang turun, kita akan terus melihat harga bensin turun meskipun tingkat penurunannya lebih lambat daripada beberapa minggu terakhir.” Jika kondisi terus begini, pelan-pelan dampaknya bisa meluas dan tidak hanya di Amerika saja. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: