GIIAS 2017 : Bukan Asal Cetak, Kenali Data Spesifikasi Mobil Sebelum Membeli [Part 2]

GIIAS 2017 : Bukan Asal Cetak, Kenali Data Spesifikasi Mobil Sebelum Membeli [Part 2]
0  komentar

Jakarta, AutonetMagz.com – Event GIIAS 2017 sebentar lagi akan dihelat, mungkin banyak dari Anda yang berencana membeli mobil, entah mobil pertama atau mobil kesekian. Kali ini kami akan memberi panduan tentang spesifikasi mobil dengan harapan bisa membantu Anda dalam menentukan pilihan. Tidak mau ‘kan salah membeli dan menyesal di kemudian hari? Oh iya, ini adalah lanjutan dari bagian sebelumnya, silahkan disimak!

Kenali Profil Mesin, Tipe Penggerak, Chassis dan Transmisi

Profil mesin dapat memberikan beragam informasi dari mulai tenaga, keiritan BBM, hingga ketangguhan mesin itu sendiri. Data yang umum berada di spesifikasi kendaraan adalah kapasitas mesin terutama bagi mobil yang memiliki beberapa kapasitas mesin, tentunya semakin besar kapasitasnya akan memberikan tenaga yang lebih besar pula, lalu apakah semakin besar kapasitas akan berdampak kepada konsumsi BBM yang semakin boros? Belum tentu, jika mesin mobil Anda terlalu dipaksakan, bisa jadi konsumsi BBM akan semakin boros, apalagi masalah durability yang mungkin akan terasa boros hanya saat sudah berumur, terutama pada mobil – mobil dengan kapasitas 3 silinder.

Data diameter x langkah dapat menjadi acuan torsi dan tenaga yang dihasilkan, sebagai contoh Honda Brio bermesin 1.200 cc dengan Brio bermesin 1.300 cc hanya berbeda di ukuran langkah yang lebih panjang, sehingga angka tenaganya pun berbeda. Langkah yang lebih panjang berdampak pada torsi yang lebih besar, jika masih ingat rumus fisika SMA, torsi adalah gaya dikali panjang lengan bukan? Ngomong – ngomong soal kompresi, hal inilah yang menentukan sekali jenis BBM ber-oktan berapa yang dapat mobil Anda konsumsi. Pastikan mengisi BBM sesuai dengan spesifikasi agar tidak ada gejala ngelitik maupun kerusakan jangka panjang apabila ECU mampu menyesuaikan karakter mesin dengan BBM yang buruk.

Data lain yang dapat dicermati adalah keluaran tenaga dan torsi dari kendaraan. Rata – rata, power akan mencapai puncak di rpm yang lebih tinggi sedangkan torsi akan berada di rpm lebih rendah. Data torsi berpengaruh terhadap seberapa responsif mobil tersbut, makin berada di rpm rendah, mobil akan lebih mudah diajak melaju saat kick down. Sementara power akan merepresentasikan kemampuan mobil di putaran yang lebih tinggi. Power to Weight Ratio dapat Anda kalkulasi sendiri bila ingin tahu seberapa hebat mobil tersebut, semakin kecil ratio-nya, mobil Anda akan semakin cepat.

Sementara untuk tipe penggerak, mobil dengan penggerak roda depan memang unggul dalam hal akselerasi, tapi jika untuk menarik beban terutama di tanjakan tidak akan seunggul mobil dengan penggerak roda belakang. Sementara itu kebanyakan mobil berpenggerak roda depan memiliki struktur chassis monocoque sehingga bisa dibilang kurang cocok untuk menghadapi medan berat. Jadi Wuling Confero dan Mitsubishi Expander lebih oke yang mana dong? Biar waktu yang menjawab.

Sementara untuk transmisi, secara umum tersedia dalam manual dan automatic, sesuaikan dengan kebutuhan Anda, jika memang Anda tinggal di daerah yang banyak naik turun alangkah lebih rasional jika membeli mobil manual atau mobil automatic dengan catatan sudah canggih seperti tiptronic sehingga mendapatkan efek engine brake saat turunan. Sementara fitur hill descent control dan hill start assist yang dibutuhkan untuk jalan ekstrem biasanya hanya ada di mobil – mobil mahal dan ber-genre SUV.

Lalu, untuk matik sendiri secara umum dibagi atas automatic konvensional, CVT dan kopling ganda yang tidak terlalu umum pada mobil penumpang biasa. Untuk jenis CVT rasanya model ini paling pas untuk mobil perkotaan, memang seringkali akan ada rasa seperti selip apabila digeber maksimal, namun seberapa sering Anda menggeber bila hanya dipakai di dalam kota yang macet? Sedangkan untuk mobil – mobil penumpang seperti Avanza, Innova, Fortuner masih menggunakan transmisi matik dengan hidrolik biasa, konsekuensinya Anda bisa memanfaatkan gigi L atau S pada Honda untuk memaksimalkan torsi.

Kenalilah plus minus dari setiap tranmisi, sesuaikan dengan kebutuhan, meskipun automatic terkesan lebih boros, putaran mesin yang tidak pernah mati bisa membuatnya lebih awet ketimbang sering salah lepas kopling. Mobil manual sendiri seakan membuat mesin lebih sigap dan tidak perlu khawatir bila tidak ada jumper, tinggal manfaatkan dorongan manusia, ah tapi kan sekarang powerbank saja sudah bisa jumper mobil, betul tidak?

Kenali Tipe Perangkat Pendukung

  • Suspensi

Umumnya mobil dengan penggerak roda belakang memiliki suspensi yang tidak independen karena poros roda belakang menjadi satu kesatuan dengan gardan. Namun pada mobil – mobil mahal seringkali dijumpai gardan yang tidak fixed sehingga independensi ke-4 roda bisa tercapai. Sedangkan untuk mobil penggerak roda depan umumnya sudah independen pada bagian depan, kalau untuk bagian depan tergantung, apakah ada batang tebal melintang dari kiri ke kanan? Bukan batang stabilizer ya. Jika tidak ada berarti sudah independen.

Memang apa sih pengaruhnya independen? Suspensi independen dapat memberikan minimum interruption kepada bodi mobil karena apabila guncangan hanya berada di dalam 1 sisi, roda tersebut akan bekerja keras untuk meredamnya, ketimbang disalurkan ke roda lainnya dan menyebabkan pengaruh terhadap 1 mobil, kira – kira seperti itu.

Lantas bagaimana mengetahui sistem kerja suspensi dari spek yang ada di dalam brosur? Jika informasi yang tertera adalah leaf spring, dapat dipastikan mobil Anda cukup konvensional atau memang mobil untuk mengangkut kapasitas besar, keunggulannya memang lebih kuat dan tidak akan turun sebanyak per keong. Sedangkan untuk per keong, atau coil spring, suspensi ini dapat memberikan kestabilan meskipun jika travel distance-nya habis akan membuat peredaman seolah mati. Sedangkan mobil dengan suspensi torsi memberikan ayunan dengan puntiran dari suatu batang, mekanisme suspensi ini tergolong mudah namun tidak seefisien suspensi keong.

  • Tipe Kaki – Kaki

Sedangkan untuk tipe kaki – kaki yang seringkali ada di brosur mencakup MacPherson Strut, Double Wishbone, Multi-Link dan sebagainya, bagaimana interpretasi dari masing – masing tipe suspensi tersebut? Secara umum kinerja masing – masing telah dipersenjatai oleh suspensi keong namun beda mekanisme kerja. Jadi jika sistem suspensi memakai MacPherson Strut, kualitas pengendalian mobil tidak akan terlalu bagus karena dalam setiap pergerakannya akan terjadi perubahan sudut dari roda sehingga tapak mobil tidak akan selalu sempurna, namun sistem seperti ini masih banyak digunakan karena simple dan murah.

Sedangkan untuk mekanisme Double Wishbone, sesuai namanya, memakai 2 rangka sebagai tumpuan, keuntungannya sudut roda akan tetap sama, pengendalian lebih mantap namun cukup sulit pembuatannya. Sedangkan untuk Multi Link, setidaknya ada 3 titik atau lebih tumpuan pada kaki – kaki, pada jenis ini pengendalian akan mantap sekali dan sangat baik namun biaya perawatannya cukup mahal. Namun hal tersebut tergantung lagi kepada kualitas pembuatan dan rancangan dari masing – masing pabrikan, kami hanya menyampaikan secara umum.

  • Rem

Secara umum rem yang kita kenal adalah rem tromol dan rem cakram. Berbahagialah jika ke-4 roda anda sudah cakram karena daya cengkram ke piringan akan optimal pada sistem rem cakram, sementara pada tromol meskipun tidak 100%, cukup dapat diandalkan karena tertutup dari kotoran, tapi di belakang saja ya, kalau di depan juga nanti seperti mobil barang.

  • Ban

Profil ban termasuk kedalam faktor yang menentukan kestabilan, ban berprofil tipis dan velg lebar akan memberikan pengendalian yang lebih stabil dan mantap namun berkonsekuensi negatif apabila jalanan rusak menjadi mayoritas perjalanan Anda. Lalu bagaimana cara mengetahuinya? Simpel, coba tengok berapa ukuran ban yang tertera, angka pertama menunjukkan lebar ban dan angka setelahnya adalah persentase berdasarkan lear ban, sementara data angka setelah huruf R menentukan ukuran velg. Contoh ban berprofil 220/50  R17 artinya lebar ban 220 mm dan ketinggiannya adalah 50% dari 220 mm yakni 110 mm serta diperuntukan untuk velg berukuran 17 inci. Karena kemampuan traksi dari ban dapat Anda beli sendiri tanpa harus tergantung pembelian mobil, jadi kami tidak bahas ya!

  • Fitur Safety

Berbahagialah jika mobil Anda dilengkapi dengan airbag, syukur – syukur berjumlah > 6 dan dapat melindungi penumpang belakang juga, mau bagaimanapun accident tidak dapat diprediksi bukan? Selain itu terkait dengan perangkat rem, jika mobil Anda sudah dilengkapi dengan perangkat ABS dan EBD akan semakin membuat percaya diri saat mengerem dengan tiba – tiba. Terlebih jika ABS sudah tersedia, penambahan Vehicle Stability Control sebenarnya tidak sulit. Jika mobil Anda punya fitur sistem canggih berhenti sendiri lebih disanjung lagi.

  • Teknologi Lampu

Sedangkan untuk teknologi lampu, secara umum mobil sekarang masih ada yang memakai bohlam halogen biasa, beberapa memakai HID namun yang lebih baru lebih umum pada penggunaan lampu LED selain adanya LED DRL dan untuk juara yang paling mahal menggunakan laser seperti BMW i8. Penggunaan lampu ini juga ditunjang dengan penggunaan sistem optikal yang juga merupakan suatu poin dalam spesifikasi mobil.

Sistem optikal lampu yang umum adalah, memakai reflektor biasa dimana cahaya yang berpendar ke segala arah akan difokuskan oleh bagian cembung/mika yang dikenal sebagai reflector. Sedangkan untuk lampu projector, sinar yang telah direfleksikan mendapat amplifikasi pendaran dengan menggunakan sebuah lensa proyeksi, hal ini ditandai dengan adanya lensa bulat di dalam batok lampu. Teknologi ini membuat pendaran cahaya lebih fokus.

  • Tangki BBM

Keiritan dari mobil Anda berpengaruh terhadap tangki yang tersedia, pastikan Anda tidak sering – sering mampir ke pompa BBM ya!

  • Letak ban cadangan

Jangan sampai kegocek jika nanti Anda membeli mobil dan tidak tahu dimana letak ban serepnya, ya meskipun sudah bukan jaman kijang jadul yang meletakkan ban di samping tengah kendaraan. Kenalilah apakah ban serep tersebut berada di pintu, di kolong ataupun bisa diakses dari dalam kabin, sesuaikan dengan kebiasaan Anda, jangan sampai bilamana Anda sering membawa barang dalam kabin dan terjadi hal yang tidak diinginkan, Adna malah harus mengeluarkan semua barang demi meraih ban serep. Malah jadi tidak praktis kan?

Apa yang kami sampaikan tidaklah saklek, namun kami berharap bisa membantu Anda sebelum memilih kendaraan. Terkait fitur – ftur penunjang seperti sensor otomatis, fitur interior, spion, kamera, sunroof, silahkan ditimbang sendiri atau jika masih ada yang kurang dan ingin kami bahas, silahkan sampaikan di kolom komentar ya!

Read Prev:
Read Next: