Ford Lakukan Restrukturisasi di Pasar India

Ford Lakukan Restrukturisasi di Pasar India
0  komentar

Autonetmagz.com – Ford India mengumumkan upaya restrukturisasi bisnisnya di India baru-baru ini. Hal tersebut akan membuatnya menutup sebagian besar lokasi manufakturnya di India, yang mengakibatkan sebanyak 4.000 karyawan dirumahkan. “Sebagai bagian dari rencana Ford, Ford mengambil tindakan yang sulit tetapi perlu untuk menghadirkan bisnis yang menguntungkan secara berkelanjutan dalam jangka panjang dan mengalokasikan modal Ford untuk tumbuh dan menciptakan nilai di area yang tepat,” kata Jim Farley, presiden dan CEO Ford. Meskipun berinvestasi secara signifikan di India, Ford telah mengumpulkan lebih dari $2 miliar (sekitar Rp 28 Trilliun) kerugian operasional selama 10 tahun terakhir, dan permintaan untuk mobil baru jauh lebih rendah dari perkiraan.

Menghentikan Produksi Lokal India

Sebagai hasil dari keputusan tersebut, Ford akan menghentikan perakitan kendaraan di plant Sanand pada kuartal keempat tahun 2021 dan manufaktur kendaraan di plant Chennai pada kuartal kedua tahun 2022. Mobil yang diproduksi secara lokal seperti Ford Figo, Aspire, Freestyle, EcoSport, dan Endeavour akan berhenti diproduksi setelah inventaris dealer terjual. Ford, bagaimanapun, akan tetap berproduksi di pabrik pembuatan mesin yang terletak di Sanand, yang memproduksi mesin Ford Ranger untuk kebutuhan ekspor.

Ford akan terus menawarkan operasi dukungan pelanggan penuh untuk kendaraan yang diproduksi secara lokal dengan servis, suku cadang aftermarket, dan cakupan garansi. Kedepannya Ford akan mulai mengimpor kendaraan seperti Mustang coupe dan mengisyaratkan bahwa kendaraan hybrid dan listrik yang akan diproduksi di tahun-tahun mendatang juga akan tersedia untuk pasar India. Ini berarti, Ford tidak benar-benar cabut dari India, melainkan hanya mengurangi aktiviras bisnisnya saja. “Ford memiliki sejarah panjang dan membanggakan di India. Kami berkomitmen untuk menjaga pelanggan kami dan bekerja sama dengan karyawan, serikat pekerja, dealer, dan pemasok untuk merawat mereka yang terkena dampak restrukturisasi,” kata Anurag Mehrotra, Presidir Ford India.

Ford mengatakan akan terus berinvestasi dalam tim Ford Business Solutions yang saat ini mempekerjakan lebih dari 11.000 orang di India. Ini akan memperluas bisnis untuk memberikan lebih banyak peluang bagi pengembang perangkat lunak, ilmuwan data, insinyur R&D, dan profesional keuangan dan akuntansi. “Kami berterima kasih kepada tim kami yang berdedikasi di India yang telah melakukan banyak tindakan dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya memposisikan perusahaan untuk profitabilitas dan pertumbuhan,” kata Steven Armstrong, petugas transformasi, Amerika Selatan dan India. “Kemampuan kami untuk memfokuskan kembali kehadiran kami di India adalah hasil dari pengembangan keahlian kami dalam rekayasa berbiaya rendah, kualitas manufaktur mesin global, dan layanan bisnis.”

Akan Fokus Pada Mobil Listrik dan Autonomus

Keputusan Ford untuk memangkas kerugiannya di India diambil setelah sebelumnya meninggalkan pasar Brasil pada awal tahun ini. Kondisi tersebut menggarisbawahi tekanan pada produsen mobil global untuk berinvestasi lebih banyak dalam kendaraan listrik dan otonomus. Ford pernah berjuang untuk mempertahankan kehadirannya di setiap pasar utama, dan rela kehilangan uang untuk melakukannya. Sekarang, perusahaan seperti Ford, General Motors, Renault SA, dan Stellantis NV memilih untuk meninggalkan usaha yang merugi dan mengalihkan modal ke elektrifikasi dan investasi dalam teknologi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Jadi, bagaimana tanggapan kalian, sob?

Read Prev:
Read Next: