First Impression Review Toyota Sienta Indonesia Tipe Q

by  in Toyota
First Impression Review Toyota Sienta Indonesia Tipe Q
0  komentar
Toyota-Sienta-Wallpaper

Jakarta, AutonetMagz – Resmi mendarat di Indonesia, Toyota Sienta ternyata memiliki spesifikasi serta perbedaan eksterior dan interior yang sedikit berbeda dibandingkan dengan versi Jepang. Langsung dari IIMS 2016, kali ini kami berkesempatan melakukan first impression review Toyota Sienta Indonesia tipe Q sebagai varian tertinggi dari Sienta.

Awalnya kami pikir Toyota cukup berani menghadirkan Toyota Sienta sebagai MPV yang trendy dan berjiwa harajuku. Ternyata Toyota tidak seberani itu, mereka masih bermain aman dengan Toyota Sienta dengan memberikan warna-warna yang lebih kalem, atau bisa dibilang warna umum untuk mobil Toyota di Indonesia.

Toyota-Sienta-Depan

Tercatat Toyota menyediakan 7 pilihan warna seperti Dark Brown Metallic, Quartz Brown Metallic, Orange Metallic, Super White 2, Silver Metallic, Grey Metallic dan Attitude Black Mica. Warn-warna yang menjadi “Hero” color di Jepang seperti kuning, merah, biru, hijau, pink dan ungu ternyata tidak masuk. Tidak hanya itu, bagian kumis hitam di bodi depan dan belakang mobil ini juga tidak ada pilihan warna lain selain hitam.

Untuk orang Indonesia rasanya belum mewah kalau belum dibekali dengan banyak chrome, oleh karena itu Toyota Sienta Indonesia mendapatkan tambahan chrome di bagian grille depannya. Di varian Q, kita mendapatkan seperangkat alat body kit agar rasa mewah di mobil ini lebih sah.

Lampu-Toyota-Sienta

Meskipun desainnya terlalu rumit dan absurd, satu hal yang kami pikir semua orang bisa setuju secara berjamaah ada pada desain lampu depannya yang dibuat kompleks dan futuristik. Toyota Sienta tipe Q dibenamkan lampu depan berteknologi Bi-Beam Projection lengkap dengan LED positioning lamp yang apik.

Lampu depan mobil ini juga telah menggunakan fitur auto levelling, dan untuk varian dibawahnya kita mendapatkan manual levelling headlamp yang bisa diatur ketinggiannya secara manual dari dashboard.

Toyota-Sienta-Samping

Dari samping mobil ini terlihat sedikit lebih tinggi 20 milimeter dibandingkan dengan Toyota Sienta versi Jepang yang hanya 150 milimeter saja, kemungkinan besar ada ubahan di sektor kaki-kaki dikarenakan kontur permukaan aspal di Indonesia jauh berbeda dibandingkan dengan Jepang meskipun pajak untuk kendaraan untuk menyumbang pembangunan infrastruktur Indonesia lebih mahal.

Lucunya, mobil ini memiliki side skirt nanggung yang habis ditengah jalan setelah sedikit melewati pintu baris kedua, atau bisa dibilang side skirt tersebut nyaris tidak terlihat.

Velg-Toyota-Sienta

Di tipe Q kita mendapatkan velg 16 inchi berwarna two tone color dengan desain yang sederhana, mungkin ini satu-satunya desain paling normal yang bisa kita temukan di mobil ini. Dibalut ban Bridgestone Ecopia dengan lingkar 195/55 R16, sebenarnya mobil ini bisa terlihat lebih oke lagi jika diberikan velg lebih besar dan profil ban lebih tipis.

Ada hal menarik di Sienta ini, umumnya Toyota memberikan penghematan di sektor pengereman dengan memberikan rem jenis tromol di roda belakang, bahkan Toyota Fortuner terbaru pun seperti itu. Tetapi di Toyota Sienta justru kami terheran-heran karena Toyota memberikan mobil ini rem cakram di setiap roda.

Toyota-Sienta-Belakang

Di bagian belakangnya sama kontroversialnya seperti tampilan depan, terlihat unik dan menarik sekaligus aneh dan menggelikan untuk beberapa orang. Desain Toyota Sienta ini memang tidak bisa dipaksakan untuk disukai oleh semua orang, tetapi banyak juga yang menggilai desainnya yang unik, untuk itu kami tidak mau menilai soal desain.

Di bagian belakang kita mendapatkan lampu LED untuk tipe Q dan tambahan body kit di bagian bawah. Kita tidak mendapatkan kamera parkir dan wing spoiler seperti mobil kebanyakan di varian tertingginya. FYI, gambar diatas adalah Toyota Sienta tipe G.

Mesin-Toyota-Sienta-Indonesia

Di balik kap mesin, kita akan menemukan mesin 2NR-FE yang menjadi penerus dari mesin 1NZ-FE legendaris. Mesin tersebut memiliki tenaga yang tidak spektakuler, 107 PS pada 6.000 Rpm dan torsi 140 Nm pada 6.200 Rpm. Selain tenaganya biasa saja, puncak tenaga dari mesin tersebut juga didapatkan di putaran yang cukup tinggi. Tapi tak apalah, toh mobil ini tidak desain untuk keasyikan mengemudi.

Namun yang menjadi kabar buruknya ada pada transmisinya, mobil ini dibekali dengan transmisi otomatis berteknologi CVT virtual 7 percepatan seperti mobil masa kini yang mengutamakan efisiensi bahan bakar. Sedangkan untuk varian manual, kita bisa sedikit tersenyum karena mobil ini menggunakan transmisi manual 6 percepatan. Untuk varian otomatis, sepertinya kita tidak perlu berharap mobil ini bisa memiliki akselerasi yang baik mengingat tenaga mesin biasa saja, transmisi CVT dan Sienta di Jepang memiliki bobot mulai 1.32 Ton untuk tipe paling rendah. Untuk varian Indonesia, Toyota belum memberikan spesifikasi bobot resmi dari Toyota Sienta, seharusnya bisa lebih ringan karena bahan yang digunakan lebih tipis.

Interior Toyota Sienta

Masuk ke dalam interiornya, kita akan disuguhkan interior dengan desain yang tidak kalah anehnya dengan eksterior mobil ini. Tetapi, jika kita melihat secara langsung, desain interior Toyota Sienta masih lebih mudah dipahami dan diresapi dibandingkan dengan eksteriornya. Seperti halnya mobil Toyota, kita mendapatkan built quality yang tidak perlu diragukan di mobil ini.

AC Toyota Sienta

Panel AC mobil ini ternyata dibuat berbeda dengan Toyota Sienta milik Jepang. Toyota sengaja membuatnya berbeda karena mereka harus memindahkan posisi tuas transmisi automatic dari panel dashboard ke bagian bawah seperti mobil pada umumnya. Loh kok perlu diubah gitu? Jadi menurut desainer Toyota, mereka sulit menempatkan tuas transmisi untuk model manual jika ditaruh di dashboard. Makanya lebih baik merubah sedikit desain dashboard untuk meletakan tuas transmisi di tempat sewajarnya.

Dampaknya? Ya, Toyota Sienta mendapatkan panel AC digital yang bentuknya lebih sederhana dan jujur saja tidak menarik meskipun sudah digital. Perpindahan transmisi ke bagian bawah ini juga menghilangkan fitur walk-trough-cabin yang ada pada Sienta Jepang karena bagian tengah antara kursi pengemudi dan penumpang dibuat kosong.

Kursi Depan Toyota Sienta

Kursi penumpang mobil ini menurut saya terasa wajar dan nyaman-nyaman saja, kita sudah mendapatkan pengatur ketinggian dan setirnya pun sudah memiliki tilt steering meskipun belum telescopic. Posisi mengemudinya terasa lebih mobil dibandingkan dengan Honda Freed yang dashboardnya terasa kepanjangan, tapi rasa membawa sebuah van masih ada.

Ada baiknya jika Toyota Sienta ini sebaiknya diberikan arm rest di pengemudi depan dan penumpang samping seperti halnya Honda Freed, karena saya merasa sedikit mengganjal karena tidak adanya fitur tersebut di mobil ini. Sisanya menurut saya oke, oke saja.

Storage Toyota Sienta

Hal yang kami suka pada dashboard Toyota Sienta ada pada kepraktisannya yang sangat baik, Sienta dilengkapi banyak laci-laci yang membuat kami rindu dengan Toyota Yaris generasi kedua. Di tempat penyimpanan paling atas, kita bisa membuka ventilasi AC untuk menjaga minuman dingin kita tetap dingin selama disimpan di mobil ini. Kelemahannya mungkin ada pada glove box mobil ini yang tidak terlalu luas. Tapi sisanya sih oke.

Speedometer Toyota Sienta

Untuk tipe Q, kta mendapatkan speedometer dengan MID TFT LCD yang memiliki desain menarik dan intuitif karena hadirnya animasi-animasi yang menyambut kita ketika menyalakan mesin dan melakukan aktifitas berkendara. Desainnya memang terasa kekecilan, tapi wajar saja karena memang mobil ini bukanlah mobil yang berorientasi kepada pengemudi.

Setir Toyota Sienta

Setir mobil ini sama seperti setir Toyota Sienta versi Jepang, lingkar kemudinya terasa pas, bentuknya lucu dan terdapat tombol yang cukup pada di bagian kanan dan kirinya. Tombol kiri untuk mengatur audio dan tombol kanan untuk mengatur MID di speedometer. Untuk tipe lain, tombol-tombol tersebut hanya tersedia di sebelah kiri saja.

Radio Head Unit Toyota Sienta

Head unit tipe Q ini desainnya memang kurang simetris, berbekal OS Android, head unit ini cukup responsif karena sudah menggunakan layar kapasitif seperti sebuah smartphone. Interfacenya juga di desain lebih baik dibandingkan dengan milik Yaris dan Rush. Soal tata suara, sekilas sepertinya tata suara mobil ini biasa-baisa saja. Tapi nanti kita akan coba lebih lanjut.

Door Trim Toyota Sienta

Door trim mobil ini terlihat sederhana dan tidak semewah Honda Freed, masih di dominasi plastik dengan kualitas yang cukup oke, dan Toyota memberikan motif jahitan pada plastik mobil ini. Seharusnya buat saja dengan bahan kain biasa agar membuatnya terasa lebih mewah.

Lucunya, Toyota memberikan tweeter yang dengan letak posisi yang terkesan asal. Rasanya kurang cocok mobil ini mendapatkan tweeter di letakan di posisi tersebut.

Kursi Tengah Toyota SIenta

Berbekal dua buah power sliding door tentunya kita tidak perlu khawatir soal kemudahan masuk ke dalam kabin mobil ini. Namun ada yang kami sayangkan karena Toyota memboyong Sienta dengan konfigurasi kursi tengah yang menyatu, bukan model captain seat. Diperparah lagi, kursi ini tidak memiliki arm rest di bagian tengah dan door trimnyapun tidak memiliki arm rest, sehingga duduk di kursi tengah mobil ini rasanya seperti naik Avanza.

Namun kami menemukan hal positif di mobil ini pada kelegaan ruang kabin tengah yang bisa diacungi jempol, posisi legroom dan headroomnya sangat luas, kursinya empuk dan nyaman. Tapi, eh ada tapinya nih, jangkauan sliding kursi tengah ini terasa kurang lebar, sehingga tidak bisa memberikan legroom yang lebih baik buat penumpang belakang.

Kursi Belakang Toyota Sienta

Kursi baris ketiganya sangat pintar, ia bisa dilipat ke bawah kursi tengah dengan mudah dan mengeluarkannyapun juga gampang. tumben kali ini Toyota lebih cerdas dari Honda dalam hal pengaturan kabin. Duduk di kursi baris ketiga, kami mendapatkan headroom yang cukup, dan legroom yang pas-pasan. Namun masih terasa nyaman walaupun kaki kita mentok dengan baris kedua, karena kaki kita benar-benar duduk dengan rileks dikarenakan posisi kaki kita benar-benar turun kebawah dan ruang telapak kaki kita cukup lega. Seandainya kursi tengah bisa dibuat lebih maju lagi, duduk di kursi belakang mobil ini bisa lebih nyaman dari Innova karena posisi duduknya lebih proporsional, tidak dingklik seperti kursi baris ketiga kebanyakan.

Bagasi-Belakang-Toyota-Sienta

Soal bagasi, Toyota Sienta tidak seluas Honda Freed, cukup lega memang, tapi tidak spektakuler. Kita mendapatkan laci penyimpanan kecil dibagian bawahnya, dan dibawahnya lagi tersedia sebuah ban cadangan yang bersifat sementara. Tidak spektakuler, tapi tidak mengecewakan menurut kami. Untuk gambar ketika kursi belakang terlipat dan penampakan ban serep atau laci dibawah bagasi bisa dilihat di galeri foto.

Dari segi kelengkapan fitur, Toyota Sienta tipe Q ini cukup lengkap. Kita mendapatkan keyless entry dengan push start/stop engine, rem ABS, EBD, Stability Control, Hill Start Assist, dual electric sliding doors, AC otomatis, double blower dan 3 buah airbags.

Foto Toyota Sienta Indonesia

Toyota Sienta dibanderol dengan harga mulai dari 230 juta hingga 295 juta Rupiah, hingga saat ini Toyota masih belum mengumumkan berapa banderol harga pasti tiap tipe mobil ini. Jika kamu ingin melakukan inden mobil ini, kamu harus bersabar hingga bulan Juli setelah lebaran. Karena untuk saat ini Toyota baru membuka booking saja.

Nah, kurang lebih seperti itulah Toyota Sienta, untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di video dibawah ini dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tanyakan di kolom komentar. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan seputar mobil ini semampu kami.

Read Prev:
Read Next:
  • sueb

    calon calon mobil mamah mudaa

    • Bagus

      Mamah muda cocoknya beli Mazda 2…
      Fitur lengkap, Irit Bahan Bakar, isi Pertalite bisa, cocok untuk menghadapi kemacetan perkotaan, design interior dan eksterior yang menawan

      • otna112

        Bawa belanjaan sama baby stroller langsung ga muat deh….

        • Bagus

          Mazda 2 terbaru kini jok baris ke-2 dapat dilipat rata lantai dengan konfigurasi 50:50, dapat memudahkan anda jika membutuhkan tempat lebih untuk menaruh barang bawaan anda…

          Mazda 2 terbaru kini irit bahan bakar, anda dapat menghemat keuangan anda untuk masa depan buah hati anda tercinta…

          • loki

            sales mas?

          • Bagus

            Mazda 2 sekarang tampil lebih sportif dab dinamis, beserta fitur-fitur canggih yang ada didalamnya, seperti GPS, land departure warning system, dan anti nabrak

            Model lebih ganteng, silahkan beli mazda 2 saja

          • DS6

            dari dealer mana mas?ada promo apa aja nie? 😀

          • otna112

            Coba donk. Klo anti nabrak gimana sih? Pengen tau…. Sales cuma jualan gini nih… Land departure… Zzzzz

          • gaps

            Kalo mau jualan jangan disini. Di artikelnye Sienta lg. Jualan tuh di artikel yg ada Honda Jazznya baru kena

          • Bagus

            Kalimat = “Mazda 2 sekarang tampil lebih sportif dab dinamis, beserta fitur-fitur canggih yang ada didalamnya, seperti GPS, land departure warning system, dan anti nabrak

            Model lebih ganteng, silahkan beli mazda 2 saja”

            itu BUKAN TULISAN SAYA

            Saya tidak akan lagi comment disini, Jika ada yang comment dibawah lagi itu bukan tulisan saya…

            mohon maaf dan terima kasih

          • gaps

            Anjrit iseng bgt nih yg bikin akun palsu..atau yg IDnya sm..gue kemaren juga bgtu. Pake nama ID sm..tp bukan tulisan gue -_-

          • doni

            halah promosi mazda 2 aje… jok baris 2 sempit gitu d bilang luas

  • Indra

    Soal transmisi CVT yg pindah itu, kan Sienta utk versi Indonesia itu punya varian manual, nah karena desainer Toyota merasa susah pasang manual di posisi yg sama dgn CVT (pada Sienta JDM) makanya baik manual dan CVT harus pindah ke bawah, mungkin ini masalah efisiensi produksi, maksudnya kalo bikin tempat transmisi CVT dan manual berbeda, takutnya bisa nambah biaya produksi itu sendiri. Dan itu membuat kata orang2 yg udah liat langsung berasa Sienta versi Indo lebih sempit dibandingkan JDM. Oh ya, Sienta versi Indo pake rem tangan konvensional (yg ada diantara kursi sopir dan penumpang depan) sedangkan JDM rem parkirnya pake pedal (diinjak) kayak Freed. Kirain kayak Sirion, yg kalau versi manual dikasih boks kosong, sedangkan utk AT boks itu dipasang transmisi AT.

  • neo

    Seandainya ada Honda Freed RS (transmisi cvt, lampu led, vsa, hill assist, sensor parkir & setir kulit) maka aku lebih milih dia dari pada ini.

    • loki

      Kalo bisa nih, All New Freed RS. hehehe

      • Indra

        Tunggu Freed generasi berikutnya.

    • Indra

      Desain Freed emang mudah dicerna kok daripada Sienta, Freed lebih elegan dan yg baru nanti jg ga jauh beda bentuknya dari sekarang.

      • Toylover

        Di Jepang Freed malah tidak laku bos, masih laku si sienta ini, malah di negaranya sendiri ini merupakan mobil paling laku, gak kayak si freed itu..

        Dan buktinya sekarang ahond freed koid kan ga produksi lagi

    • D83

      Di Jepang sudah ada kabar2 Freed bakal new model change, mungkin tahun ini/tahun depan.

      • Indra

        Siapa tau Honda kasih kejutan world premiere All New Freed di GIIAS 2016, maunya sih NSX southeast Asia premiere.

    • Kenny W

      Ternyata ada juga orang yang pengen cvt….

      • neo

        Iy bro mungkin hrs pilih salah satu mau kenyamanan berkendara atau keasyikan berkendara, nah kalo sekelas mobil keluarga paling pas yah cvt yg mulush, bagiku sih

        • pescarolo

          mau cvt ato matic konvensional, ga ada satupun yang orientasinya masuk ke keasyikan berkendara. yang ngebedain cuma cara mesinnya bersuara, yang satu konstan kaya motor matic, yg satu naik-turun. kalo sensasi berkendara mah ga akan kerasa bedanya. sama2 cuma 2 pedal, sama2 manjain pengemudi pas macet, sama2 bikin tangan kiri fokus megang kemudi. buat ngebut? di mobil2 beginian mah dua2nya sama2 boyot.

          • neo

            Yg aku rasakan perpindahan gigi di cvt itu mulush, kan nyaman bro, drpd dihentak2

          • pescarolo

            iya cvt lebih mulus memang, tp bukan berarti matic konvensional masuk kategori asyik dikendarai. main purpose utk matic biasa itu sndiri untuk ngejar kenyamanan, dan saat ini kebetulan cvt bisa nawarin yang lebih halus dan irit makanya banyak pabrikan yang pake. utk figur akselerasi sih, cvt sm matic konvensional itu ga jauh2.

      • Krisnadi Imam

        Pake CVT lebih halus dan lebih irit bro… jauuuhhh iritnya. klo mo kebut2 an ya jangan pake mobil beginian. Lagian apa ya masih jaman ngebut2an? nyetir yang tertib lah, selap selip makin bikin macet.

    • Evan Nsas

      bukannya freed y stop produksi?

      • neo

        Semoga aja tdk, bagaimanapun ada kelompok konsumen yg ingin merasakan mini alphard dgn budget terbatas tanpa hrs membeli si nia dan teman2nya, freed hanya perlu menjawab tantangan si enta ini.

        • Evan Nsas

          yaudah klo gt tunggu jepang akan freed berikutnya. tapi ane inget stream udah stop produksi tapi masih aja ada yg kelewatan stream gen 2 apa 3 lupa

    • Krisnadi Imam

      Setuju banget!

  • loki

    ayahab nih sienta. yaris facelift tampangnya gitu banget. freed udah jadul. hmmmm ambil satu seru nih….

    • Indra

      Yaris facelift makin berkumis, Freed bentar lagi mau mati diganti Freed baru.

      • sony

        freed baru ntr kalo kluar d sni susah bersaing sma sienta soal harga…
        sekarang harga dah mirip” d varian tertinggi..
        kalo harga freed baru gk naek signifikan baru dah seru

  • Aryo Wicaksono

    tuas transmisi manual hi-ace aja bisa kok ditaruh di dashboard, jadi apa yang susah, sih? oh, iya, warna jingga dan dengan jumlah krom yang sedikit itu udah pas, tapi “side skirt” tanggung malah berisiko karatan nanti.

    • Indra

      Ntar dikiranya kayak Datsun loh

      • Aryo Wicaksono

        wkwkwk, mobil ane di rumah selalu jadi kambing hitam.

    • loki

      kalo manual kayanya bagusan di bawah sih, kalo matik baru di dashboard biar berasa alphard gitu hehe

    • Oki Ngew

      Efisiensi produksi mungkin. Lagian kalo manual ditaruh dashboard malah kesannya kaya pick up

  • Indra

    Desain Toyota sekarang ini selain lebih sporty dan futuristik tapi ada kesan “”Love it or Hate it”, ada yg suka tapi tidak sedikit yg merasa garis desainnya aneh bin absurd, contoh nyata adalah All New Prius, gril mirip gen sebelumnya tapi dikasih lampu kyk Monster, hehehehehe..

  • Indra

    Sienta dikasih 4 rem cakram di keempat roda biar sama dgn saudara jauh sebasis : Yaris dan Vios yg range harganya setara.

    • Aryo Wicaksono

      biar biaya pengembangan ganti rem tromol nggak mahal sama nggak pusing masalah ketersediaan suku cadang rem yang berbeda juga.

    • Nanang Adi

      Kalo menurutku, biasanya kalo pake rem cakram di keempat roda mobil toyota pasti penggerak roda depan. Pasalnya fortuner n innova tak mengadopsi rem cakram di roda belakang, itu karna penggerak roda belakang

      • Indra

        Di Australia Fortuner keempat rodanya udah pake rem cakram loh.

      • Oki Ngew

        Ada benernya nih. Yaris & vios udah 4 cakram juga. Sedangkan ANKI & ANF yg lebih mahal malah blm cakram

  • Aryo Wicaksono

    oh iya, lupa. Bang Hanif, itu rpm torsi typo. masa putaran torsi puncak lebih tinggi daripada putaran tenaga puncak. mohon diperbaiki, Bang.

    • doni

      torsi 140 Nm pada 6.200 Rpm
      harusnya 4.400 Rpm tuh.. masa torsinya didapet di redline hihihih

      • sony

        4.200 Rpm*

  • Jeem

    What bagasi tidak seluas freed? Sempit dong? Itu tweeternya yg deket handle itu ya? Unik ?

    • Indra

      Setidaknya kursi baris kedua bisa dilipat penuh daripada Freed.

  • Indra

    Sienta emang ga punya captain seat kyk Freed. Dia punya varian 6 seater di versi JDM tapi bentuknya liat sendiri di gambar:

    • Evan Nsas

      ini bulan maret kemarin brv tingkat amat lawan avanza. semoga sienta lawan brv yg penjualan turun

      • sony

        honda jazz makin lesu ya… penjualannya gk kyk dulu

  • Sily

    “Tumben” hahaha

  • Indra

    Gimana nih tentang tuas transmisinya, kan transmisi CVT/MT pindah ke bawah, apakah pas megang jadinya kejauhan sama pengemudi atau sebaliknya?

  • Indra

    Nih kisaran harga per tipe Sienta:
    E M/T Rp 230 juta

    E A/T Rp 240 sampai Rp 245 juta.

    G M/T Rp 240 sampai Rp 245 juta

    G A/T Rp 255 sampai Rp 260 juta

    V M/T Rp 255 sampai Rp 260 juta

    V A/T Rp 270 sampai Rp 275 juta

    Q A/T Rp 295 jutaan

    • Krisnadi Imam

      Dengan harga segitu kayanya gue ambil Fortuner VNT second deh…

  • putra

    Ane sih salah satu yang suka banget sama sienta. Dan pasti ambil yang warna orange atau silver.
    Freed udh ketuaan, minim fitur, dan over priced mentang2 gada saingan.
    Beli tipe Q kayanya worth deh. Tapi paling laku pasti G dan V .

    • Oki Ngew

      Yang coklat tua juga bagus lho

      • gaps

        Bagusan yg bronze bro..coklat ktuaan haha

    • Evan Nsas

      lebih keren v dr g dong klo q pastikn laku di jakarta

    • alfred ananta

      pas lo beli nter kluar new freed dgn fitur lbih bagus, nagis darah lo ntr hhhhha

      • gaps

        Sayangnya Freed blom jelas kapan berubah total. Dan kl liat strategi jualan Honda yg main comot sana-sini dan cenderung mengkanibal antar sodara sendiri,gua rasa Toyota lebih outstanding dengan Sienta-nya. Apalagi secara fitur ga pelit bahkan dr varian E sekalipun. Toyota udah mulai tobat,eh Honda blangsak..haha

      • deathstalker

        Lebih nangis klo freed baru tiba2 pake dashboard brio,mMobilio, brv Wkwkwk salam satu dashboard

        • putra

          Jink dalem bangettt broohh hahaha

        • hahaha

          Ngahahahhaa, bahkan seekor sifik pun dashboard ya mirip njezz. Dashboard trio BBM, Brio BRV Mobilio. Trio BBM mirip sm GK5 & GM6. Dashboard FC1 mirip sama GK5. Kesimpulannya, dashboard sifik mirip seekor lcgc. Mungkin maksudnya menerapkan bahasa desain dashboard mobil eropa macem polo-golf, seri 3-4-5, focus-fiesta-ecosport

      • putra

        Engga ah, dashboadnya takut disamain sama lcgc brio satya wkwkwkwk.

        • gaps

          Wkwkwk dasbor 5-in-1..

    • gaps

      Gua juga. Jarang2 demen sm produk Toyota. Liat ini dan ada pilihan manual 6sp..jd tambah ngiler. Cukup tipe V aja..yg penting manual dan fiturnya juga masih dalam kategori lengkap..

      • sony

        6 speed pun itu bkn bwt kebut kebutan.. bwt ratio gigi makin gk jauh bwt efesiensi jga

        • gaps

          Ga masalah bro..soalnya saya sendiri penggemar three pedals..gimanapun agak ga pewe aja kl pake matic. Iya apalagi nih mobil tenaganya pas2an. Kl pake matic tambah lemot jdinya. Makanya saya pake manual,biar kl nanjak masih sedikit bs narik..hehe

  • Yuda48

    Kalo aja ada versi captain seat + ottoman wannabe kek alphard dengan bahan tipis… dan meja mini di depan kaya innova, mantep deh… emprit, bisa kesalip apalagi lambang three elips pula…
    tapi siap2 kursi baris ke3 jadi tempat pitnes dadakan… lebih gila lagi kalo berani pake moonroof tapi hilstart, vsc dan rem blakang cakram ilang…..

    • Indra

      Gue rasa kursi baris kedua itu bisa dibelah jadi 2 dibikin captain seat, kayak Innova kan kurang lebih sama.

  • Logitech

    overall bagus, fitur lengkap, harga masuk akal… namun kurang sharkfin antena, sama bangku baris ke-3 sempit, di artikel sienta sebelumya ada yang coba baris ke-3 dia bilang lebih sempit dari Avanza, apaaaa ???

    • Levi

      Coba lihat video Reviewnya bang Hanif, dia bilang mmg legroom mentok, tp posisi duduknya nyaman

      Rasanya mirip avanza legroomnya tp kaki gak ngedingklik

    • Oki Ngew

      Kayaknya dia gak majuin bangku tengahnya. Kalo liat di video sih emang gk luas, tapi masih kategori ok walaupun jelas kalah sama mobilio/brv punya

      • putra

        Lio kan tebel kursinya cuma se jari. Jadi bisa kerasa luas. Coba avanza dipakein bangku lio punya, bisa di caci abis, eh maksudnya bisa sama leganya.

      • sony

        liat lagi videonya… bangku tengah dah di majuin.. tapi dah mentok cuman segitu doang majunya. kalo bsa d majuin lagi baris 3 jadi gk terlalu sempit legroomnya.

  • Andro

    Sienta ini udah value for money tapi ada-ada aja manusia yg kagak ada puas-puasnya.. Toyota ngk mungkin ngikutin semua kemauan konsumen (itu kalo beli). Mau lebih bagus, beli yang lebih mahal. 🙂

    • Oki Ngew

      Bener, toyota termasuk hebat masukin mobil komplet kaya gini. Jangan bandingin sama mazda lah, mazda bener2 fun to drive tapi lupa kalo mobil itu ga cuma buat 2 orang doang

      • Indra

        Sejak ganti slogan mobil Toyota disini berubah, udah mau masukin fitur yg lumayan tinggi buat kelasnya.

        • rs

          Memang perubahannya terlihat signifikan sejak GIIAS 2015 kemarin….jauh berbeda dibandingkan sebelumnya (era moving forward)…contohnya veloz yang fiturnya bisa menyamai mobilio rs dimana sebelumnya tertinggal jauh…dan juga innova, fortuner, hilux, sienta, dll…kecuali rush ya…sebab mesin+bentuknya gak ganti….

      • Kenny W

        Ane setuju banget sama ini.. Orang selalu bilang mazda lebih lengkap fiturnya, ya itu betul.. Tapi kelegaan kabin dan after sales juga masuk perhitungan, ga cuma fitur aja. Untuk sienta ini fiturnya uda pas, mungkin cuma kurang captain seat sama armrest buat depan.. Sama kalo ada moonroof di tipe Q harga tembus 300jt kayanya oke nih buat pilihan yang minat

  • Levi

    Desain Sienta ini khusus utk Anda yg sudah bosan dgn desain mobil konvensional,

    Overall cukup oke lah sbg alternatif Avanza/Innova

    Tp CVT dan FWD ya ? Hmmmm kuat dibuat nanjak ke Bromo gak ya ? ?

    • Indra

      Toyota pengen Sienta lebih banyak dipakai di perkotaan, kalau mau nanjak pake Avanza/Innova.

      • Levi

        Setuju !

    • sony

      dari pada br-v mending ambil sienta ya… dari segi harga.. dan walaupun beda kelas.. lcgc di SUVkan sama MPV

      • Levi

        Hmmm terlalu awal sih buat nyimpulin, tp scr desain bs bersaing lah ama br-v dan freed

        • gaps

          Dr pd ambil LCGC di-SUV-in sih mending ambil ini..GC emg lebih rendah cm isoke lah. 170mm buat saya masih termasuk tinggi. Spin saya pake di jalan rusak dan itungan GC-nya malah cm 157mm masih oke kok. GC tinggi cm kaki2nya ga siap buat jalan rusak mah samjuhong

          • Levi

            Gw jg tertrik sih ama yg Q warna Orange itu, enerjik kayaknya

            Cm yg bikin ragu itu FWD + CVT’nya, soalnya ane suka jalan” ke Gunung” ?

  • That’s aL

    Model2 mobil Toyota makin ke sini makin anti mainstream, secara ga langsung toyota ninggalin merek2 lain yg modelnya masih gitu2 aja, salut buat toyota.

  • deathstalker

    Udah liat langsung tadi di iims.
    Tampang ya ga bisa dibilang keren tapi ga jelek kok.
    Cuma terganggu sama pilar C di pintu geser nya itu lebar banget ditambah black mate. Keliatan aneh.
    Waktu baris ke tiga ditarik ke belakang kenceng bgt suara bantingannya

  • Oki Ngew

    Mestinya toyota bisa menyediakan genuine accecories seperti handrest row ke-2 portable, tinggal taruh di tengah bangku & bisa dilepas kpn aja n disimpan di bawah kursi depan. Overall bagus lah nih mobil, tipe Q harga masih reasonable, dengan fitur yg bahkan lebih lengkap dprd AN inova v

  • Chang Wi Siang

    Alangkah baiknya kalo ban serep ukuran full size,,,knp harus space saver sih,,,??? Bikin musti ke tempat tambal ban atau ke bengkel terdekat dl bis ganti ke ban serep,,,

    • Indra

      Ban space saver kan kecil, jadi makin ga bisa kenceng2 pake mobil dgn ban kyk gitu karena telapak bannya kecil kyk bajaj.

      • Chang Wi Siang

        Memang gak bisa kenceng bawa mobil dengan ban serep half size terpasang,,,tapi kalo gak sempat tambal ban,,,masak pakai ban serep terus dan jalan2 pelan2 terus,,,itu maksud dari komen saya bro,,,

  • Chang Wi Siang

    Nanti nangkrin ke ICE aja lah bulan agustus tuk liat sienta yang sudah siap jual,,,IIMS sekarang pun gak lengkap merek2 mobil yang ikut pameran,,,masih nge-geng jg kyk thn lalu,,,antara kubu IIMS sebagai EO IIMS yang lampau,,,dengan Dyandra ( sekarang pameran ICE BSD ) yang punya hajatan di acara IIMS lampau,,,hmmm,,,

    • Indra

      Sienta kan baru resmi dijual bulan Juli 2016, jadi mungkin masih bisa diubah-ubah lah berdasarkan komentar dari pengunjung IIMS. IIMS sekarang kan beda konsep dari yg sebelumnya, dikasih tempat lebih banyak buat motor (kebanyakan CBU), hiburan otomotif, modifikasi, dll, lagipula tempatnya lebih kecil dibanding IIMS kemarin yg sepi banget, dan meski bertujuan menaikan volume penjualan mobil, tetep aja semua APM mobil menganggap GIIAS lebih penting karena mrk bawa mobil konsep beserta teknologinya, exposurenya lebih besar karena tingkat internasional, dan tentunya lebih gede dibanding IIMS.

      • neo

        Kalo emang masih bisa diubah ada baiknya tuas transmisi dikembalikan ke dashboard seperti awalnya, kalo sienta sudah berani dgn model gini harusnya juga berani utk hanya melayani konsumen pemakai transmisi otomatis kayak honda freed, bukan apa2 dgn peletakan tuas transmisi disamping kursi menurutku mengingkari kodrat awal sienta dibuat utk keunggulan akomodasi.

        • Indra

          Bisa aja, tetapi nantinya bikin 2 versi, yg Matik dibikin dasbor sama dgn versi JDM, ada cantelan di sebelah panel AC, rem parkir pedal, tanpa konsol tengah, yg manual ya seperti sekarang ini, tapi TMMIN hitung2 cost produksi sih.

          • neo

            Seperti yg saya bilang dgn memakai ruang konsol tengah itu sudah mengingkari tujuan awal sienta dibuat utk kepraktisan dan akomodasi, dgn kata lain versi manual tdk perlu ada.

          • gaps

            Lebih setuju kl Sienta pake konsep kayak Daihatsu Sirion. Manual di tempat biasa,maticnya di dasbor..
            Gpplah bang..lagian ga semua suka sm transmisi matic..CVT pula. Saya sih ga tahan pake CVT even ini peruntukannya buat mobil keluarga..

    • Indra

      BTW, EO GIIAS (Seven Events/API) ini memang orang2 Dyandra kok yg resign karena IPO, mereka ini dekat dgn orang2 asosiasi semacam Gaikindo, AISI, Apkomindo, dll sehingga relasi berjalan lama dan pameran2 dari mereka itu pindah ke tangan EO GIIAS.

  • rs

    Lumayan sienta ini…..kepraktisannya baik dan fiturnya lumayan….mudah mudahan kualitasnya lebih baik dari freed dan setara dengan veloz dan innova…kalau menurut saya, pasarnya sienta akan bertabrakan dengan innova g…..dan juga penjualan yaris, rush, dan vios sedikit berkurang sebab mereka bertiga belum pakai dual vvti….dan veloz serta avanza kemungkinan tidak akan berkurang penjualannya karena sienta dan veloz range harganya terpaut jauh…

  • Evan Nsas

    klo aneh sih pasti sienta bakal modifikasi keren and unik

  • A.g

    Untuk mobil sejenis ini saya rasa transmisi CVT tdk masalah. Karena ini kan mmg mobil keluarga. Mmg tenaganya cenderung lemot, tp siapa yg mau balap-balapan pake sienta?

  • Yudhi Cucok

    Design eksteriornya terlalu gimana gitu, terlalu kreatif jadi kurang cucok chin

  • DS6

    frase ini “tumben kali ini Toyota lebih cerdas dari Honda dalam hal pengaturan kabin” rasanya sangat menusuk dalam…jlebbbbbbb..
    wkwkwkw

  • Cak Dri

    Mobil buat para caddy crew…. 🙂

  • haikal fahmi almaidani

    Saya sudah melihat videonya di youtube (tentunya kudownload dulu, soalnya kalo nonton via youtube langsung, gak puas. Sering buffering).
    Ternyata, hmmm….. cukup menarik desainnya.

    • gaps

      Iya..menarik. Toyota ud mulai tobat. Pas liat Honda begini,disitu saya kadang merasa sedih..

      • haikal fahmi almaidani

        Kita lihat aja nanti apa yg akan dilakukan Honda utk menjawab tantangan Toyota dengan Sienta-nya.
        Apakah dgn mengeluarkan All New dari Honda Freed?
        Itu yg jadi pertanyaan besar. Apalagi saya dengar kabar yg simpang siur (gak tau informasi yg mana yg benar) apakah Honda stop produksi atau tdk.
        Semoga Honda tdk melakukan blunder fatal dlm strategi bisnis otomotifnya.

        Walaupun saya bukan org yg brand minded, saya akan katakan, “Ayo, Honda!!! Kalian seharusnya bisa berbuat lebih baik.”

  • Armann

    Test pake wifi apaan tuh di youtube wkwkw

  • qoqo

    Hmmmmm, se wah-wah-nya sienta tapi versi TAM tetep ya masih ada kesan konservatifnya, rem tangan dan tuas persenelong disimpan di tempat ‘biasa’, kursi baris kedua jadi nyatu biar muat banyak, jadi makin ‘biasa’.

    Kayak makan rendang dikecapin bro, pedesnya jadi kurang berasa, padahal itu yg jadi ciri khas nya.

    Walau make sense juga sebenernya, marketnya TAM emang bukan ngincer anak muda, lebih cenderung bapak2 yg udah mapan.

  • bukansales

    Desain depan okelah, desain samping ancur bener ga nyambung, desain belakang andai tambah spoiler yg ada led stoplampnya mungkin bakal ngangkat looks belakangnya. Bakal laku ga? Laku lah wong ini atoyot, anki aja belum ada sebulan abis launching ane liat udah banyak berkeliaran dijalan.
    Freed baru? Paling hanya iming2 dari ahond, lha wong mobil dibuat ma akuntan. Freed skrg penjualan ga seberapa pasti bagi para akuntan ahond bilang mending discontinue atau buat model baru buat ngisi pasar yg ditinggalin, tapi yah gatau juga sih haha. Yang penting ane cuma mau ngingetin kalau beli mobil honda #SALAMSATUDASHBOARD #TAHUNDEPANPASTIFACELIFT #KAMISUKAPLASTIK #LCGCMELAR

    • turboman

      Sebenernya gua bukan pembenci honda, tp rata2 fans honda yg pake mobil sekelas brio, mobilio, brv, jazz, city, hrv itu terlalu meng-overrated-kan mobilnya, ga sadar mereka kalo mobil2nya itu dibuat asal2an. Bahkan ga ada peredam antara doortrim ke panel plat besi di pintu :)) yaaa gapapa lah, setara sama kupe dari daihatsu. Grenmek pickup

  • bejo

    Sudsh pesen sebiji buat ke pasar,mayan daripada naek odong2 yg bunyi tolelot tolelot tolelolelot

  • Tala

    Boleh lah, layak masuk list, tapi coba ada pilihan captain seat di baris kedua, paling gak di tipe Q lah seperti innova, trus maticnya tetap di dashboard seperti aslinya, mantap deh

  • sweet capucino

    kemaren ane ke iims, coba cek material kabinnya.. mirip plastik yg digunakan dengan vios limo model anyar. kirain materialnya sebaik innova anyar. tp dari sekian model keluarga besar toyota. rasa2nya sienta agak berbeda, biasanya mirip2. apa ini benar sienta ini model buatan murni toyota??

    • Tala

      Material plastiknya bagusan sienta atau brv om?

  • Bontor Dodi

    Baru liat dijalan nih mobil,ternyata kecil juga..

  • Krisnadi Imam

    Gue juga sempat lihat langsung di pameran, bangku depannya oke banget

    TAPI… Ga ada arm rest di bangku tengah! klo pegi2 bakalan ngga enak banget yg duduk di bangku baris 2 dan baris ke 3 pajangan doang sih menurut ku… bisa dipake klo bangku baris 2 ngalah… sama aja boong.

    Again, klo duduk depan sih mantap, lebih bagus dari freed.

    Klo mikirin penumpang gue masih ambil freed… sayang freed belum pake CVT

    Klo duit gue sendiri… berat bro mungkin gue betah2in ga beli dulu

  • Rasidin eko

    awalnya gw penasaran dgn sienta, mau spk sienta sambil ngincer bonus di iims , eee…udah hampir 2 jam mlototin sienta, ternyata ga ada alasan buat nge-klik sama sienta, suwempit, material ecek2 murahan semua, lagi-lagi si otoy mau ambil untung gede kayak fortuner VRZ yang sudah meredup ketauan bullshiitnya…hehehe
    akhirnya, batal lah perburuan gw ke sienta. terpaksa stay tune dgn sifreed jadul, biar tahun 2014, tapi jelas lebih pede, dan yg pasti jauh lbh gengsi bawa sifreed daripada bawa sienta. silahkan buktikan, cek sendiri, sienta jauh dari harapan, mahal, sienta harusnya masuk kelas LCGC tuuuh om otoy….

  • Mika Hendrawan

    kalo ane sempet underestimate sama sienta, captain seat lah, dasbor lah

    tp begitu liat langsung, seketika ane naksir

    ya ane ga paham soal mesin dan tetek bengeknya, bulan expert apalagi maniak mobil.

    tp buat ane ini mobil interior & built qualitynya mantap, beda banget sm freed abang ane yg keliatan mirip plastik2 mainan cina, ditambah hu yg cuma bisa muter mpeg (gubrak)

    ane bkn fanboy, tp menyarankan untuk liat langsung unitnya dlu… ane fix kalo ada dana mau ambil ini meski freed baru nanti keluar lol