First Impression Review BMW 2 Series Active Tourer oleh AutonetMagz

by  in Berita&BMW&Mobil Baru
First Impression Review BMW 2 Series Active Tourer oleh AutonetMagz
0  komentar
Review-BMW-218i-Active-Tourer

AutonetMagz.com – Setelah minggu lalu BMW Indonesia menghadirkan secara resmi mobil keluarga pertamanya dan sekaligus sebagai BMW pertama yang menganut penggerak roda depan, yaitu 2 series Active Tourer, akhirnya kita melihat sebuah alternatif lain selain Mercedes-Benz B Class di kategori mobil keluarga kelas premium. Uniknya, BMW sendiri enggan menyatakan kalau mobil ini sekelas dengan Mercy B Class, karena menurut mereka mobil ini lebih spesial.

Memangnya sespesial apakah BMW 218i Active Tourer ini? Berikut adalah penelusuran First Impression Review BMW Active Tourer ala AutonetMagz!

Eksterior

Meski mobil keluarga, tapi tak sulit untuk mengenalinya sebagai sebuah BMW saat melihat eksteriornya berkat sejumlah elemen desain khas BMW yang masih dipertahankan. Sebut saja gril double kidney, headlamp memanjang dengan 2 bulatan lampu beserta ‘Angel Ring’ khas BMW, dan bumper depan yang dinamis ala BMW.

BMW-218i-Active-Tourer-Indonesia

Dibanding dengan Mercedes-Benz B Class, mungkin saja beberapa orang akan menilai desain BMW ini lebih keren dan berjiwa muda. Tidak masalah sebenarnya, tapi sebagai sebuah mobil BMW, kami rasa ia bukanlah BMW tercantik yang pernah ada, bahkan lebih jauh lagi, banyak orang bilang kalau BMW Active Tourer ini mirip dengan KIA Carens, padahal… Ya memang mirip sih.

headlamp-BMW-2-series-active-tourer

Headlamp BMW Active Tourer sudah punya teknologi Bi-LED dengan auto levelling, jadi baik sorot low beam atau high beam-nya menggunakan lampu LED. Jika dilihat lebih seksama lagi, ternyata ada sejenis LED yang berfungsi sebagai cornering light yang akan menyala di kecepatan 40-70 km/jam untuk memberikan visibilitas samping lebih baik, sama seperti KIA Carens.

BMW-218i-Active-Tourer-Samping

Dari samping, Active Tourer sama seperti BMW lainnya tetap memiliki lekukan Hoftmeister kink yang khas namun digeser lebih kebelakang untuk menyamarkan panjangnya. Mungkin bagi kalangan purist, desain sampingnya tidak terlalu bernyawa BMW, bahkan barulah kalau dilihat dari sisi ini kemiripannya dengan (lagi-lagi) KIA Carens makin kelihatan jelas.

BMW-218i-Active-Tourer-Luxury

Untuk varian yang masuk ke Indonesia, hanya ada tipe 218i Sport Line yang bisa dikenali via pelek palang lima two-tone berukuran 17 inci dengan ban RFT (run flat tires) khas mobil-mobil BMW, MINI dan Rolls-Royce. Akan tetapi saat acara peluncuran, ada tipe Luxury yang desain peleknya lebih atraktif menurut kami, mirip-mirip kepunyaan BMW M Series.

BMW-218i-Active-Tourer-Sport-Line-belakang

Dari belakang, lampu rem LED garis berbentuk huruf L ala BMW Modern hadir pula di mobil ini. BMW pun memberikan aksen hitam di beberapa bagian mobil ini agar tampak sporty, yaitu pada bumper belakang bagian bawah dan panel berwarna hitam di bawah sisi kanan-kiri roof spoiler-nya mirip seperti pada desain VW Golf. Pada atapnya, sentuhan khas BMW dengan antena shark fin melengkapi keseluruhan desain.

Interior

Meski eksteriornya tak begitu outstanding, interior Active Tourer sangat baik. Dashboard khas BMW hadir dengan panel high gloss black dan bahan kulit berkualitas tinggi. Memang, semua kombinasi bahan dan desain interior tersebut sangat bagus, tapi saat kami melihat tipe Luxury yang jadi unit test drive, sepertinya tipe Luxury dengan kombinasi warna beige-black dan material yang lebih premium lebih cocok untuk hadir sebagai standar bagi mobil ini.

Interior-BMW-218i-Active-Tourer-Sport-Line

Jika konsumen yang diincar BMW adalah mereka yang ingin mobil keluarga Eropa dengan nuansa sporty yang kental di interior, tipe Sport Line memang pas, tapi jika ingin memenangkan lebih banyak konsumen lagi, tak ada salahnya varian Luxury dengan interior yang lebih mewah ini juga dipasarkan resmi.

setir-dan-tombol-start-BMW-218i-Active-Tourer

Dimulai dari area pengemudi, setir dengan gaya BMW hadir dengan balutan kulit dengan tombol-tombol untuk mengatur cruise control, audio dan fungsi telepon yang sudah jadi standar. Selain lengkap, pengaturan tilt-telescopic membuatnya makin fleksibel saat diatur untuk mendapatkan posisi mengemudi yang pas.

Di sisi kiri zona pengemudi, ada tombol start-stop engine dan tombol untuk mematikan fungsi auto start-stop yang bertugas mematikan mesin mobil saat berhenti total dan menyalakannya kembali saat hendak berjalan agar konsumsi BBM lebih irit, seperti Mazda 2 SkyActiv, Mitsubishi Delica dan MINI Cooper.

tombol-lampu-BMW-218i-Active-Tourer

Sementara di sisi kanannya, ada kenop putar untuk mengatur lampu mobil, tombol fog lamp depan-belakang dan tombol untuk mengatur brightness panel instrumen. Oh ya, aksen jahitan merah di dashboard dan jok kulitnya adalah standar bagi varian Sport Line ini.

Monitor-head-unit-BMW-218i-Active-Tourer

Berlanjut ke bagian tengah, ada layar 6,5 inci dengan gaya pop-up yang punya kelengkapan kurang lebih seperti MINI Cooper. Kemampuannya adalah menampilkan konten multimedia pada mobil, sistem Connected Drive, Bluetooth, CD Audio, bahkan ada docking khusus iPhone di konsol tengah. Fiturnya memenuhi ekspektasi kami akan sebuah mobil keluarga dari BMW.

AC-BMW-218i-Active-Tourer

Sedikit beranjak ke bagian bawahnya, ada kontrol AC otomatisnya yang punya dual zone climate control, jadi suhu kabin bagian kiri dan kanan bisa diatur berbeda. Di sini juga terdapat tombol untuk mematikan fitur stability control. Di sekitar tuas transmisi, ada tombol untuk mengaktifkan rem parkir elektrik, namun tanpa fungsi brake hold dan dikelilingi panel dengan trimming high gloss black.

rem-parkir-dan-tombol-audio-BMW-218i-Active-Tourer

Seperti MINI Cooper, mobil ini juga dilengkapi dengan mode pengendaraan Sport, Mid dan Eco Pro yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, dan bisa diatur via tombol yang diposisikan di samping kiri tombol stability control. Selanjutnya, di belakang tuas transmisinya ada jog dan tombol pengatur sistem navigasi dan multimedia layaknya mobil-mobil BMW dan MINI pada umumnya.

tombol-jok-elektrik-BMW-218i-Active-Tourer

Untuk jok depan, baik pengemudi maupun penumpang sudah dapat jok yang pengaturannya sudah full elektrik. Mulai dari fungsi sliding, reclining, height adjuster, lumbar adjuster, semuanya elektrik, bahkan ada 2 memori yang bisa dipakai untuk membuat kursi ini mengingat posisi ternyaman bagi pemiliknya hanya dengan menekan satu tombol saja.

tombol-pintu-BMW-218i-Active-Tourer

Melihat ke area pintu pengemudi, mungkin hadirnya tombol power window, pengaturan dan pelipatan spion elektrik, door lock dan speaker tentu sudah wajib, tapi ada detail unik di mana tombol pembuka pintu bagasi diletakkan di dekat kantung pintu depan, bukan nyempil di bawah kanan jok seperti mobil keluarga lain. Bukan sembarang tombol pembuka bagasi biasa, namun tombol ini akan membuka pintu bagasi secara elektrik.

legroom-kabin-belakang-BMW-218i-Active-Tourer

Lanjut ke kabin baris kedua, di mana BMW Active Tourer menunjukkan sudah sebaik apa dia didesain sebagai mobil keluarga oleh BMW. Saat kami mencoba duduk, kapasitas leg room mobil ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah diberikan BMW. Bahkan dibandingkan dengan X1 dan seri-3, Active Tourer ini masih lebih baik, bisa dibilang kelegaannya mampu menyamai BMW seri 5.

headrest-BMW-218i-Active-Tourer

Selain lega, konfigurasi jok 40:20:40 membuatnya praktis dan juga fleksibel, dan sejak awal kabin belakangnya didesain untuk memuat 3 orang, jadi ia memang 5 seater murni, bukan 4+1 seater seperti MINI Cooper 5 Door. Akan tetapi, perhatikanlah lantai kabin baris kedua yang tidak rata, ia masih punya tonjolan di tengah sebagai ruang untuk menaruh rear axle untuk Active Tourer xDrive berpenggerak 4WD yang tidak masuk ke Indonesia.

bagasi-BMW-218i-Active-tourer

Bagaimana dengan bagasinya, apakah cukup baik? Saat pintu bagasi dibuka, yang kami lihat pertama adalah lantai bagasinya rendah, lengkap dengan tray cover, dan power outlet 12V dan ruang ekstra di bagian bawah yang pengaturannya mirip-mirip dengan saudaranya dari Inggris, MINI Cooper. Kapasitasnya pun sangat lega untuk ukuran mobil keluarga 5 seater.

tombol-pelipat-kursi-BMW-218i-Active-Tourer

Di sisi kiri dan kanan area bagasi, ada tombol untuk melipat jok baris kedua otomatis, tak seperti mobil keluarga lain yang sudah banyak berkeliaran, di mana pelipatannya masih manual dan cukup merepotkan. Saat jok baris kedua terlipat, ruang yang tercipta cukup untuk membawa barang-barang elektronik atau furnitur rumah anda.

tombol-bagasi-elektrik-BMW-218i-Active-Tourer

Pintu bagasi elektriknya bisa dibuka dengan dua cara. Pertama, dari tombol di pintu pengemudi untuk membuka dan tombol kecil di pintu bagasi untuk menutupnya, atau menggunakan tombol pada remote kuncinya. Sayangnya, sensor pembuka bagasi di bumper bawah yang aktif saat kita menggerakkan kaki di sekitar sensor belum hadir sebagai standar, tapi jika anda merasa butuh, fitur ini bisa ditambahkan dengan sedikit biaya tambahan.

Mesin dan Performa

BMW 218i Active Tourer ini menggunakan mesin yang sama dengan MINI Cooper, yaitu mesin 1.500 cc 3 silinder dengan double VANOS, Valvetronic dan TwinPower Turbo. Mesin ini bisa menghasilkan tenaga 136 hp dan torsi 220 Nm. Cukup besar kan angka torsinya? Dengan ini, BMW Active Tourer bisa berakselerasi 0-100 km/jam dalam 9,2 detik saja, dengan top speed 205 km/jam.

mesin-BMW-218i-Active-Tourer

Kami pun menyempatkan diri untuk merasakan bagaimana rasanya mengemudikan BMW penggerak roda depan ini. Setelah mengendarainya di sekitar area test drive, rasa berkendara khas BMW masih terasa di mobil ini, meski ia bukan RWD seperti BMW pada umumnya. Dengan settingan suspensi yang agak kaku, mobil ini terhitung stabil meski tak sestabil sedan-sedan BMW. Setirnya juga cukup responsif, body roll minim namun masih menyediakan kenyamanan bagi penumpang. Bagaimana dengan gejala understeer khas mobil-mobil FWD? Kami belum sempat menguji poin ini, karena area dan waktu test drive cukup terbatas.

test-drive-BMW-218i-Active-Tourer

Mesinnya memang cukup responsif, tapi tentu saja kalah responsif dari MINI Cooper karena ia lebih besar dan berat, tapi saat anda ingin sedikit nakal dan mencoba tenaga mobil ini, tendangan tenaga 136 hp dan torsi 220 Nm sudah lebih dari cukup untuk membuat mobil keluarga ini berlari sedikit lebih kencang.

Jika anda masih ingin mengeksploitasi seluruh kemampuan mobil ini, pindahkan saja ke mode Sport. Seketika, mobil akan terasa lebih galak, mesin menjadi lebih agresif dan setir menjadi sedikit lebih berat. Oh ya, jangan heran kalau mobil ini punya banyak kemiripan dengan MINI, karena di bawah kulitnya, mobil ini berbasis dari MINI Countryman.

Kesimpulan

Di video review MINI Cooper 5 Door, tester kami sempat berkata : “Perubahan bisa membawa hal yang positif”. Demikian pula BMW ini, perubahan sistem gerak RWD yang biasa dipakai BMW menjadi FWD kini memberikan keuntungan tersendiri bagi mobil keluarga pertama BMW ini, yaitu berupa kabin dengan lantai rendah dan ruang yang lega, kapasitas bagasi besar dan efisiensi BBM yang lebih baik dan bersahabat sebagai mobil harian.

bangku-belakang-bmw-218i-Active-Tourer

Para penggemar BMW sejati mungkin tidak begitu menaruh simpati terhadap 218i Active Tourer ini, tapi mobil ini bisa menarik orang-orang di luar para fanatik BMW untuk menuntaskan rasa penasaran “Bagaimana sih kalau BMW bikin mobil keluarga?” sebagaimana saat orang-orang penasaran ketika BMW mengeluarkan SUV mereka, X3 dan X5 untuk pertama kalinya dan masih diminati sampai sekarang.

peluncuran-BMW-218i-Active-Tourer

Bisakan BMW bertanding dengan Mercedes-Benz di segmen MPV premium ini? Ya bisa saja, sebab BMW memberikan ciri khas agar berbeda dari rivalnya. Jika B-Class menawarkan gaya yang konservatif, 218i Active Tourer Sport Line punya gaya sporty yang jarang kita temukan di sebuah MPV, baik kelas premium ataupun non-premium. Tinggal kita lihat saja bagaimana kiprahnya di pasaran Indonesia, dan jika hasilnya baik, bukan tak mungkin versi Gran Tourer 7 seater masuk ke Indonesia.

Bagaimana menurut anda, tertarikkah dengan mobil keluarga penggerak roda depan pertama dari BMW ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • ap88

    kalo nih mobil dibandingin akomodasi dan luas kabinnya ama jazz bagusan mana?

    ini mobil ada fitur semacam ultra seat nya yah kayak yg di jazz?

    • C5W

      gedean ini jauh, panjangnya aja 4.35 m, jazz kan cman 3.9 m gak sampe 4 m, jadi jauh lah akomodasinya mah, kalo fitur ultra seat kaya jazz sh gak ada deh, itu kan patennya jazz, cman bagasi plus 2nd row seat-nya bisa dilipet rata lantai

    • Ya gaadalah mas.. wong ultra seat udh dipatenkan honda… kalo BMW nyontek tnp seijin honda bisa mampus dituntut.. tapi sebenernya ultra seat tuh kalo kaga pake fitue electric seat + memory seat agak ribet jg makenya, kan kalo mau dibuat tiduran, headrest depan dilepas dulu, trrus sandaran jok direbahin abis,trus posisi jok dipasin lagi agar sandaran nempel sama alas jok belakang… nah kalo mau jalan lagi kan ribet, pasang headrest lagi lah, atur posisi duduk lagi lah, inilah, itulah, bla bla ble ble.. belum lagi kali kita pasang headrest monitor, lgsg ilang satu fitur itu… paling sebenernya yg berguna dari ultra seat cuma pelipatan bangku barus keduanya aja yg very easy.. kalo yg alas jokbisa ngangkat, itu jg paling dipakenya kapan sih? Mgkn bisa bwt lesehan spt yg dibilang om mo****bi di video review HRVnya wkwkwk…

  • Feb

    Ini mpv tapi masih 5seater aja yaa? Btw askfm tumben jarang dibuka nihh.. Kapann mau jawab pertanyaan lagiii?

    • C5W

      yang 7-seaternya namanya Gran Tourer, tau deh masuk indo apa kaganya, kalo soal ask.fm, tanya ridwan dah..hehehhehe

      • Ridwan Hanif

        tanya mimin yang udah pensiun gara gara pusing diberondong pertanyaan…. hahaha

        • alrey

          Diberondong?

          bdw mobilnya kece kaya bang ridwan

  • tioz

    Keren sih utk isi dlm nya.lengkap lah fitur2nya..tp model nya kyknya kurang masuk utk sebuah bmw..liat aja a dan b class dr mercedez kurang popular dan penjualanya jg krg bagus…knp bmw mengikuti jejaknya..

    harga dan model serba nanggung..ini gw prediksi bakal susah lah..gak beda jauh ama seri 1 nasibnya..drpd ini mending x1..drpd ini jg mending gla class dr mercedes lebih macho dan modern modelnya

    • C5W

      feeling sh gak bakal kejual banyak, segmentnya niche banget, tapi interiornya bagusan ini daripada X1 loh, entah kenapa ane ngerasa X1 tuh kurang BMW dalemnya yah, BMW bener2 coba2 segment baru aja sih keliatannya, tetep aja yang paling lakunya bakalan seri-3 ama X-series.

  • amar

    Kayaknya mending kembarannya dari Korea deh,hehehe….
    #JustKidding^_^

  • Bait Ridwan

    Klau dilihat dari depan emang BMW bnget tapi klau dilihat sekilas dr samping kok mirip honda jazz y hehehe….Mungkin ini Honda Jazz tipe premium…..^_^

  • mustofa

    Liat gambar nya pertama ingatan pertama langsung ke KIA Carens

  • edi

    safety features-nya apa aja nih ?

  • supercar

    kayanya gede banget legroomnya

  • Aduh dashboardnya BMW kok jadi ngikutin Merc A class& B Class gitu sih ada layar fixed ditengahnya dan ini lebih buruk krn ukuran layar yg lebih kecil.

    Jok belakang mirip bgt dengan modelnya Mercedes-Benz B200, bagasi belakang yg dalam juga plek persis. Itu tuas transmisi sekilas kayak tuas manual, hilang udah ciri Joystick BMW.

    Parah nih mobil, mau bersaing dng B-Class tapi jiplak habis. Ciri BMW sbg Ultimate Driving Machine hilang sudah deh dengan gerak roda depan 🙁

  • Sapi

    seri 2 activ lebih menarik daripada B-class, tapi harusnya kalau mau dibuat murni 5 seater, tonjolan transmisi tengahnya jgn tinggi” -.-