First Impression and Test Drive Review Chevrolet Trax LTZ 1.4 Turbo A/T

First Impression and Test Drive Review Chevrolet Trax LTZ 1.4 Turbo A/T
0  komentar

Review-Chevrolet-Trax-Chevy-IndonesiaAutonetMagz.com – Pada tanggal 1 Desember kemarin, General Motors Indonesia mengundang para personil media ke sirkuit Sentul di Bogor untuk menghadiri seremonial peluncuran kontestan baru small SUV di Indonesia, yakni Chevrolet Trax. Dia disuruh oleh Chevrolet untuk bersemayam di level yang sama dengan Honda HR-V, Nissan Juke, Ford Ecosport, Renault Duster dan lain-lain, yakni sebuah small SUV atau crossover.

Saat peluncuran, hanya varian LTZ dengan banderol 291 juta (selama periode tertentu, setelah itu harga naik) yang dipajang, padahal dia punya varian LT yang harganya 267 jutaan dan fitur lebih sedikit untuk menekan harga jual. Ya sudah, mumpung bisa test drive di Sentul, kami sertakan pula tulisan mengenai rasa berkendaranya. Apa sih plus minus mobil ini? Mari kita cari tahu bersama.

Eksterior

Mau melihat Trax di Korea atau di Indonesia, kesan pertama yang didapat soal tampilan keseluruhan eksteriornya tetap saja sama : standar. Oke, dia punya banyak garis desain yang menggembung seperti di fender, kap mesin, bumper, dipasang over fender dan beberapa hal lain, tapi kok rasanya biasa saja ya? Rasanya kami tidak seperti melihat mobil tahun 2015 atau minimal 2014, bahkan ini malah mirip Captiva lama yang baris ketiganya dipotong biar agak bantet lalu disuntik hormon biar mekar.

chevrolet trax indonesia front

Bukan berarti desain seperti ini tidak punya benefit, tapi dia bisa menjadi pilihan untuk mereka yang tidak ingin terlalu terkesan pamer sembari bilang,”Mobil baru gue nih!”, malah agak gagah sedikit kalau dilihat dari sudut yang pas. Gril split atas-bawah yang menjepit logo Chevrolet di tengah tetap ada sebagaimana Chevrolet lain (kecuali Camaro), dan kini dilapis chrome. Menurut Chevrolet, dia sudah punya DRL meski lampu depannya masih halogen.

bumper depan chevrolet trax

Biarpun sama seperti HR-V 1.5 dan Ecosport yang juga masih pakai halogen, tapi Trax LTZ sudah punya auto headlamp seperti Ford Ecosport, plus pengatur ketinggian sorot lampu seperti Karimun Estilo. Trax punya kesan SUV yang mencuat berkat bumper depan dengan protector berwarna hitam dan skid plate silver yang biasanya ada di SUV yang lebih besar. Baik di tipe LT maupun LTZ, sudah punya foglamp dan hiasan chrome di housing-nya sebagai standar.

chevrolet trax indonesia side

Dari samping, baru terlihat kalau mobil ini kesannya agak gemuk, terutama jika melihat bagian fendernya. Akan tetapi, kami bilang Trax ini seperti pegulat sumo, karena meski gemuk, kuda-kudanya mantap. Bagaimana tidak, peleknya berukuran 18 inci lho, lebih besar dibanding kontestan lainnya di kelas ini. Side moulding dan over fender berwarna hitam tetap hadir untuk sedikit menambah kesan gagah.

spion chevrolet trax

Kami sedikit memberikan catatan untuk spionnya. Spionnya sudah punya pengaturan elektrik dan lampu sein meski belum auto folding, tapi kami agak bingung saat tahu bahwa spion Trax LTZ punya pemanas alias heater. Kami belum tahu kapan fitur seperti ini akan terpakai di sini, dan kami rasa target konsumen Trax di Indonesia juga tidak akan protes kalau fitur ini hilang. Toh BMW saja tidak memberikan fitur ini ke konsumennya di Indonesia.

sunroof chevrolet trax

Sama seperti Ford Ecosport, di varian termahal Trax kita akan mendapatkan sunroof elektrik yang bisa dipakai saat menikmati jalan-jalan di Gunung Kidul dan minggat jauh dari sumpeknya ibukota misalnya, tapi tanpa menginjak-injak bunga amarylis. Khusus di Trax LTZ, pegangan pintu dan lis pintu bagasinya sudah chrome, dan jika anda adalah orang yang cukup iseng dan mau menekan atau mengetuk bodi mobilnya, bodi Trax terasa tebal dan kokoh dengan finishing yang bagus.

chevrolet trax indonesia rear

Di buritan Trax, kami menyimak ada detailing yang mirip dengan Mazda CX-5, yakni adanya panel yang didesain seolah-olah menyangga roof spoiler-nya di sisi kiri dan kanan. Untuk Trax LTZ, sudah ada kamera parkir sebagai standar, dan semua varian Trax sudah punya sensor parkir 4 titik. Bumper belakangnya juga diberi warna hitam dan skid plate silver.

Interior

Desain interiornya sebenarnya tidak buruk, cenderung simpel dengan minim tarikan garis yang berani dan dinamis serta ada sedikit rasa mewah mencuat dari desainnya. Untuk material, sama seperti mobil lain di kelasnya, ia masih mengandalkan plastik. Bagusnya, plastik di dashboard Trax rasanya bukan plastik murahan, karena terdengar tebal saat diketuk dan tidak mudah goyang. Fit dan finishing-nya pun patut diacungi jempol, ini contoh mobil dengan kualitas buatan yang baik.

interior chevrolet trax

Demikian pula joknya, ia sama seperti Ford Fiesta dan Ecosport yang mengombinasikan bahan fabric dan kulit sintetis. Jika anda jadi pengemudi Trax, dipastikan bakal banyak melihat banyak tombol di setir, termasuk tombol cruise control, voice command, kontrol audio dan telepon. Setirnya sudah dilapis dengan bahan kulit, dan di balik setirnya terpasang panel instrumen yang desainnya mirip dengan Bajaj Puls… Eh, maksudnya Chevrolet Aveo dan Spin.

setir chevrolet trax

Sama seperti Spin juga, panel instrumen ini sudah computerized dan bisa diatur-atur sesuka hati dengan menggunakan tuas di kolom setir. Salah satu menunya adalah unit set yang berguna untuk mengubah satuan, semisal dari km/h menjadi mph, celcius jadi fahrenheit dan lain-lain. Fitur ini mungkin akan jarang terpakai meski lumayan buat iseng, tapi yang pasti MID-nya akan terpakai oleh pengemudi untuk mencari tahu konsumsi BBM, sisa jarak tempuh dan lain-lain.

spidometer chevrolet trax

Setir Trax sangat fleksibel, karena bisa diatur tilt maupun telescopic. Tepat di bawah ventilasi AC bagian kanan pengemudi, di situ kita bisa melihat tombol untuk menyalakan lampu mobil, pengatur pencahayaan panel instrumen serta pengatur ketinggian sorot lampu. Sayangnya, tidak seperti Ford Ecosport, dia tidak punya smart entry ataupun start stop button, jadi menyalakannya masih harus menggunakan anak kunci dari flip key Trax.

tuas lampu chevrolet trax

Seperti mobil Eropa, tuas seinnya ada di kiri dan tuas wipernya ada di kanan. Pengaturan jok pengemudi Trax termasuk bagus, karena ada sliding, reclining dan height adjuster tapi tidak ada lumbar support meski pengatur ketinggian seatbelt tidak dihilangkan. Melongok sedikit ke atas, ada tombol untuk membuka sunroof elektrik di dekat tombol lampu, tapi penutup sunroof-nya masih harus dioperasikan pakai otot alias manual. Spion tengah dengan auto dimming adalah fasilitas bawaan Trax LTZ.

jok dan sunroof chevrolet trax

Beralih ke tengah sedikit, di sini ada fitur yang lumayan menarik, yakni head unit Chevrolet MyLink untuk Trax LTZ. Dengan mekanisme layar sentuh 7 inci, Trax menjual Siri Eyes Free Voice Command sebagai daya tariknya, khususnya untuk pengguna iPhone dan iPod. Pengguna smartphone lain tak perlu gundah gulana, sebab konektivitas lain masih didukung, yakni dengan bluetooth, Aux-in, USB dan lain-lain.

head unit chevrolet trax

Tapi anda harus terima jika head unit yang cukup menjual ini ternyata tidak punya fitur navigasi, termasuk speaker Bose yang ada di spek Korea disunat supaya bisa dijual di Indonesia dengan harga bersaing. Jika anda masih suka mendengar lagu dari CD, CD player hanya ada di Trax LT, tidak ada di Trax LTZ. Kualitas suaranya? Untuk mendengarkan musik kesukaan suaranya masih bagus meski tidak sebagus saat masih ada speaker Bose.

ac chevrolet trax

Persis di bawah head unit-nya, ada 3 tombol AC yang terdiri dari pengatur kecepatan AC, arah hembusan dan suhu, tapi belum ada mode Auto seperti Ford Ecosport. Desain tombol AC-nya, masih diputar-putar, tapi tidak kelihatan murahan seperti putaran kompor gas atau mesin cuci. Terlihat pula tombol untuk mematikan stability control dan indikator untuk airbag penumpang, serta power outlet 12V di bawah tombol AC berdampingan dengan tombol pengaturan HDC.

glovebox chevrolet trax

Kami puji Chevrolet dalam mendesain kepraktisan Trax, karena kompartemen penyimpanan di mobil ini banyak sekali, diklaim ada 15 tempat penyimpanan. Glovebox-nya ada 2, meski yang bawah kelihatannya tidak begitu lega karena bentuk storage-nya tidak benar-benar kotak dan tidak ada pendingin seperti Ford Ecosport. Di glovebox bagian atasnyalah tersedia port Aux dan USB.

storage chevrolet trax

Di bagian tengah dashboard ada 3 storage, yakni di kiri-kanan AC tengah dan di atasnya yang lengkap dengan penutup. Di depan tuas transmisi ada penyimpanan yang lumayan, dan di sekitar rem tangannya ada 4 cup holder. Di bagian atas kanan kepala pengemudi, ada tempat untuk menaruh kacamata, belum termasuk kantong di setiap pintu Trax. Banyak ya? Sayang sih tidak ada console box yang lengkap dengan penutup.

kabin belakang chevrolet trax

Beranjak ke kabin belakang. Konsep low floor – high seating membuat kaki penumpang menghujam ke bawah, jadi meski ruangannya bukan yang paling luas, tidak ada ceritanya perasaan sempit, terutama bagi mereka yang mengidap claustrophobia karena legroom dan headroom-nya sangat layak. Jok belakang Trax didesain friendly untuk memuat 3 orang dengan baik, sebab ada 3 headrest sungguhan dan 3 seatbelt 3 titik untuk setiap penumpang.

colokan listrik chevrolet trax

Melihat ke bagian tengah bawahnya, ada selling point penting yang bisa membuai konsumen Trax nantinya, yakni colokan listrik yang desain port 3 kakinya sama dengan apa yang ada di tembok rumah, bukan seperti di mobil kebanyakan. Artinya, anda tidak perlu repot membeli mobile charger jika anda ingin mengisi daya gadget anda di Trax. Cukup gunakan charger biasa dan tinggal colok saja. Simpel, tapi sangat memudahkan.

doortrim chevrolet trax

Tapi jika anda berada di kabin belakang Trax LT, pasti anda illfeel karena Trax LT tidak punya power window di kabin belakang. Iya sih, memang kalau di kota yang panas pasti jarang buka jendela karena lebih enak pakai AC, tapi untuk mobil modern pasti itu bakal jadi sedikit unek-unek. Kami rasa lebih baik menghilangkan fitur pemanas spion dan menggantinya dengan power window belakang.

pelipatan bangku chevrolet trax

Di balik kedua jok depan, ada kantung yang bisa dimanfaatkan untuk menaruh barang-barang bawaan. Jika jok tengah tidak dipakai, armrest tengah yang sudah menyediakan 2 cup holder bisa dipakai oleh penumpang belakang. Akan tetapi, pelipatan jok tengah ini tidak sepraktis ultra seat milik HR-V, karena mekanisme pelipatannya sama dengan Daihatsu Sirion atau Nissan Grand Livina. Yah, setidaknya ruang yang dihasilkan bisa dibilang rata lantai.

bagasi chevrolet trax

Saat jok belakang berdiri tegak, kapasitas bagasinya masih tergolong lega, terutama jika dibandingkan dengan Nissan Juke. Tidak ada cargo net, tapi kepraktisan Trax masih dipamerkan dengan storage di dinding kiri dan kanan bagasi. di baliknya, tersedia ban serep full size namun peleknya pakai pelek kaleng. Bannya juga bukan yang bisa dipakai terus-menerus, melainkan temporer alias harus diganti setelah sekian kilometer dan hanya bisa melaju hingga kecepatan tertentu.

Mesin dan Safety

Di sini lagi terdeteksi kelebihan Trax dibanding pesaingnya. Ogah mengikuti lawannya yang pakai mesin 1.500 cc naturally aspirated dengan kisaran tenaga 110-120 PS, Trax memakai caranya sendiri. Andalannya adalah mesin 1.400 cc 4 silinder turbo, yang praktis menjadikan Trax sebagai satu-satunya small SUV/crossover dengan mesin turbo di Indonesia. “Kami suka turbo.”

mesin chevrolet trax

Meski kapasitasnya selisih 100 cc dibanding mobil sejenis, tapi turbo membuatnya menjadi mesin paling perkasa di segmennya. Mau tahu berapa tenaga dan torsinya? Trax bisa menghasilkan 140 PS dan 200 Nm, yang artinya ia punya tenaga dan torsi terbesar dibanding pesaingnya. Tenaganya sudah menyerempet Honda HR-V Prestige, dan torsinya nyaris menyamai Toyota 86.

Fantastis bukan untuk sebuah small SUV? Nah, semua tenaga dan torsinya disalurkan ke roda depan via transmisi otomatis 6 percepatan, dan tidak ada pilihan transmisi manual biasa untuk Trax yang dijual di Indonesia. Kami heran, kenapa Chevrolet dan Ford suka sekali menempatkan mode manual berupa tombol plus dan minus di tuas transmisi yang dipencet pakai jempol? Kami tidak berpikir ada yang menikmati mode manual seperti ini.

tuas transmisi chevrolet trax

Hal lainnya yang amat sangat bagus dari Chevrolet Trax adalah fitur keselamatan. Jika kompetitornya hanya punya 2, 3 atau 4 airbag, Trax LT maupun LTZ sudah punya 6 airbag. Tidak hanya itu, jika rivalnya hanya punya hill start assist, Trax punya hill start assist dan hill descent control. Jadi, tetap terjaga baik saat tanjakan dan turunan, sementara rivalnya hanya bisa menjaga di tanjakan saja.

safety chevrolet trax

Stability control, ABS plus EBD dan jok ISOFIX pastinya hadir juga di Trax, plus seabrek fitur keselamatan standar mobil yang banderolnya 250 jutaan seperti side impact beam, speed sensing auto door lock dan lain-lain. Menariknya, fitur keselamatan Trax LT dan LTZ 99% sama, hanya kamera mundur yang tidak ada di Trax LT. Artinya, mau pilih Trax yang murah atau mahal, tingkat perlindungannya mirip. Apik bukan?

Test Drive

Karena ada sesi test drive, sayang dong kalau tidak dijajal, apalagi ini di Sentul. Sebelum menjalai sesi test drive, para jurnalis diingatkan untuk tidak mematikan stability control selama test drive untuk alasan keselamatan. Sisanya standar untuk keselamatan mengemudi, semisal semua orang yang ada di dalam mobil wajib pakai sabuk pengaman dan lain-lain. Sudah menyepakati semua aturan itu, kami melompat ke kabin Trax untuk segera menjajalnya.

akselerasi chevrolet trax

Tes pertama adalah akselerasi, untuk mengetahui seberapa cepat Trax membangun kecepatan tiap detik. Ada hal yang kami rasa perlu anda tahu, sebab di tes akselerasi ini juga kami bisa melihat traction control Trax bekerja dengan baik. Mengapa? Karena saat aba-aba mulai berakselerasi dan kami mulai gas pol, ban sama sekali tidak berdecit. Andai traction control dimatikan atau pakai mobil lain yang tidak ada traction control-nya, pasti ada suara decitan ban.

kecepatan chevrolet trax

Sementara traction control-nya pintar, mode manual di transmisinya malah aneh. Gejalanya sama dengan Chevrolet Spin, yakni saat disuruh ganti gigi terasa ada lag yang besar antara saat kita memencet tombol “+” dan gigi transmisi berpindah, malah saat disuruh turun gigi ia baru responsif dan nyaris tanpa jeda. Padahal ini sudah transmisi generasi baru lho. Saran kami sih, mode manualnya tidak usah dipakai, di mode otomatis saja ia tetap jempolan dan responsif kok.

test drive chevrolet trax

Mesin turbo 140 PS dan 200 Nm-nya dirancang dengan pintar, karena bisa menghantarkan tenaga dan torsi dengan halus, nyaris menyamai mesin naturally aspirated. Saat dibejek habis, tidak ada karakter agak meledak-ledak seperti mesin turbo milik Ford Fiesta, bahkan anda mungkin lupa kalau ini adalah mobil turbo karena responsnya natural. Top speed waktu tes akselerasi itu sekitar 130-an km/jam jika saya tidak salah ingat.

chevrolet trax belakang

Karena torsi maksimumnya sudah ada sejak 1.850 rpm, jika mau menyusul mobil lain tinggal injak gas sedikit saja, maka torsi 200 Nm siap melaksanakan tugas itu. Dengan hitungan yang mengandalkan perasaan dari lubuk hati yang terdalam, 0-100 mobil ini kurang lebih tuntas dalam 10 detik. Maklum, waktu saya bersama 3 jurnalis lain, tidak ada yang sempat menyalakan stopwatch karena sedang fokus semua (atau malah istighfar karena takut kenapa-kenapa?)

chevrolet trax di sentul

Saya sedikit bersyukur karena power steering elektrik milik Trax punya speed sensing, karena setirnya ringan di kecepatan rendah tapi menjadi berat di kecepatan tinggi. Meski begitu, radius putar yang ada di angka 5,6 meter untuk Trax LTZ bukanlah angka yang cukup membanggakan. Soal kekedapan, saya senang berada di dalam mobil ini, karena peredaman kabinnya superior sehingga suara-suara ban, angin dan suara luar lainnya tidak merangsek ke kabin.

slalon chevrolet trax

Saat tes handling di tikungan S kecil, itulah saatnya untuk melihat bagaimana handling Trax. Saat memacu Trax via trek pengujian handling yang disiapkan, saya merasa suspensi mobil ini ada kemiripan dengan Spin, yakni kombinasinya pas antara kenyamanan dan handling. Tidak sekeras Juke atau Ecosport, tapi tidak bikin mobil seperti mau jumpalitan atau terguling saat berbelok di kecepatan agak tinggi. Tapi ingat, ini bukan mobil sport, jadi jangan coba-coba melakukan Scandinavian Flick dengannya ya.

handling chevrolet trax

Sayang, pihak Chevrolet tidak menyiapkan ramp tanjakan dan turunan supaya kami bisa mencari tahu kinerja hill start assist dan hill descent control-nya. Kami juga tidak bisa membejek performa Trax maksimal di sirkuit Sentul besar sesuka hati, karena kami harus mematuhi kecepatan lead car, menjaga jarak dengan mobil lain di depan dan tidak boleh menyalip. Sebagai gantinya, Chevrolet membuat pola sirkuit kecil di area parkiran Sentul di mana kami boleh ngebut dan bermanuver dengan Trax.

Kesimpulan

Jika mengingat rombakan manajemen GM secara global kemarin yang berimbas juga kepada penutupan pabrik Chevrolet dan penggantian presdir GM Indonesia, Trax ini seolah menjadi penebus dosa. Sejauh yang kami lihat, Trax punya karunia berupa mesin yang responsif dan kencang dan disalurkan via transmisi otomatis yang sigap dan cekatan. Malah kami rasa, ini adalah small SUV/crossover non-premium dengan mesin terbaik untuk saat ini.

launching chevrolet trax indonesia

Hal lainnya, nilai jual Trax di fitur keselamatan amat-sangat kuat dibandingkan dengan kompetitornya. Dengan 6 airbags, stability control, traction control, hill start assist, hill descent control serta ABS plus EBD, ia juga tergolong paling komplit. Ini boleh jadi bakal jadi pertimbangan calon konsumen yang mementingkan faktor keselamatan kalau terjadi apa-apa nantinya. Rival yang harganya sepantaran belum tentu punya fitur keselamatan selengkap itu. Kombinasi pas antara kenyamanan dan handling dari suspensinya juga bagus, tidak keras namun tidak kelewat empuk.

Oh ya, fitur Trax juga jempolan, salah satunya head unit touch screen dengan Chevrolet MyLink, colokan listrik di belakang, sunroof serta konektivitas melimpah, khususnya dengan produk Apple. Kualitas buatan dan materialnya juga impresif. Dengan 15 kompartemen penyimpanan di sekujur kabin, ia juga praktis untuk konsumen yang suka membawa banyak barang atau menjadikan mobil sebagai rumah kedua.

chevrolet trax test drive sentul

Terus, apa kekurangan Trax? Yang pertama sih sebenarnya soal desain, karena kami tidak begitu yakin kalau Trax ini punya desain yang bikin mata betah memandangnya lama-lama atau punya kegantengan yang sama dengan Honda HR-V atau Mazda CX-3 yang tampil sebagai crossover rupawan dan rupawati. Tapi untuk yang ini kami serahkan lagi ke selera anda masing-masing saja. Kalau suka ya bagus, kalau tidak ya tidak apa-apa.

Kekurangan lainnya adalah mode manual yang pengoperasiannya aneh dan perpindahan naik giginya masih ada lag, padahal ini sudah merupakan transmisi generasi baru. Sisanya bisa dibilang minor, yakni dengan absennya fitur navigasi, auto climate control, start-stop button dan beberapa hal lain. Itu termasuk hilangnya power window di Trax LT yang rasanya agak janggal tapi spion berpemanas malah hadir.

peluncuran chevrolet trax indonesia

Apa tidak lebih baik pemanas spionnya disunat dan hadirkan power window di Trax LT? Hal lainnya adalah radius putarnya yang agak besar, khususnya untuk Trax LTZ yang mencapai 5,6 meter. Itu berarti nyaris menyamai Mitsubishi Delica dan Nissan Serena yang radius putarnya 5,7 meter, padahal mobil ini dimensinya jauh lebih ringkas.

Bagaimana menurutmu Chevrolet Trax ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: