Setelah Indonesia, Produksi Chevrolet Aveo di Thailand Juga Akan Ditutup

Setelah Indonesia, Produksi Chevrolet Aveo di Thailand Juga Akan Ditutup
0  komentar
pabrik-chevrolet-aveo

AutonetMagz.com – Masih segar di ingatan kita kalau ada kabar tak sedap dari General Motors (GM) yang terpaksa harus menutup pabriknya yang membuat Chevrolet Spin di Indonesia. Kabar sedih sejenis ternyata juga terjadi di Thailand, di mana pabrik Chevrolet yang tiap harinya rajin memproduksi mobil-mobil Chevrolet seperti Aveo dan Captiva juga akan menghentikan produksi Aveo yang juga dikenal sebagai Chevrolet Sonic.

Produksi Aveo akan dihentikan pertengahan tahun ini. Bersamaan dengan kabar ini, muncul pula pemberitaan bahwa General Motors akan melakukan repositioning brand Chevrolet untuk daerah Asean sebagai produsen SUV dan double cabin, sebagaimana Thailand telah dipercaya untuk merakit Captiva dan Trailblazer untuk pasar Asean.

produksi-chevrolet-captiva

Selain penutupan produksi Aveo, Chevrolet ternyata juga telah mengundurkan diri dari program Eco Car Thailand Fase kedua yang dihuni oleh rivalnya seperti Toyota Yaris Thailand yang bermesin 1.200 cc. Menanggapi berita ini, berikut adalah komentar GM South East Asia Operations president Tim Zimmerman tentang alasan penutupan beberapa pabrik GM :

Kita harus mempercepat transformasi operasi kami di Asia Tenggara, khususnya Thailand mengingat permintaan pasar domestik lesu, dengan menerapkan perubahan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing kita, mempercepat semua proses, dan menempatkan kami dalam posisi yang lebih baik untuk mencapai pertumbuhan di masa depan. “

2014 New Chevrolet Captiva facelift 2014 tipe AWD

Sepertinya salah satu langkah transformasi yang dimaksud beliau adalah repositioning brand Chevrolet yang sudah kami beri tahu di paragraf kedua. Kita juga mengenal kalau SUV dan double cabin Chevrolet termasuk salah satu yang terbilang sukses dibanding model lainnya, dan di Indonesia Captiva-lah yang paling sering terlihat di jalanan mewakili brand Chevrolet.

chevrolet-sonic-concept

Lain Captiva, lain pula Aveo. Sebenarnya hatchback yang juga muncul di film Transformers : Age of Extinction ini bukanlah produk yang buruk menurut kami. Tapi entah apa alasannya, ia kalah laku dibanding hatchback lain, bahkan dibanding Ford Fiesta sekalipun yang sama-sama merek Amerika.

Apapun alasan dan keputusannya, kita hanya bisa berharap kalau manajemen baru pasca transformasi GM Asean akan membawa hasil yang lebih positif, baik untuk pihak GM sendiri maupun untuk pertumbuhan kualitas otomotif Asean. Bagaimana pendapat anda tentang fenomena ini? Sampaikan pendapat anda di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • ap88

    kasihan bgt yah nasib chevrolet di asia

    berarti nanti chevrolet di ASEAN cuman pasarin captiva,colorado dan trailblazer ato gimana ya?

  • budiman

    Emng gak masuk lah brand america ke indonesia..drpd aveo ya mending yaris jazz..drpd captiva ya mending xtrail crv..

    Berbenah dulu lah..gmn bisa menyediakan spare part layanan service yg mudah dijangkau..dealer tersebar merata..harga spare part yg bersaing dan gmn menjaga nilai jual ttp bagus baru bisa eksis..

    • viro

      Yang dimaksud itu thailand..utk thailand captiva dan aveo kalau indonesia jg kena yaitu produk spin

      Mungkin GM mesti riset pola strategi produsen jepang dalam pemasaran wilayah asia.mungkin tdk sama pola negara barat dan timur melihat suatu kendaraan diliat dari aspek kegunaan nilai dll

      • Hillarius Satrio

        sori, sedikit penjelasan. yang distop di Thailand cuman aveo. kalo captiva dkk tetep lanjut

    • Samuel

      harga jual nya beda jauh.. drpd yaris jazz 250-270jt, gw msh lbh milih aveo, harga nya miring banget, bisa selisih hmpr 100jt stelah diskon.. begitu jg captiva, selisih antar model tertinggi hmpr 100jt..

      build quality n kenyamanan jg lbh enak aveo, gw ud pernah test drive.. harga sparepart toyota n honda jg terkenal mahal, jd bs dibilang harga sparepart chevy bersaing..

  • rizki

    Ternyata pangsanya cuma 3% di Thai, memang lebih kecil di Indo (1%) padahal Chevy gitu loh, gak nyangka juga saya, tapi memang GM gak serius soal distribusi dan perawatan, dalam ini masih mending Ford-lah

    • Dicky

      selain ga serius GM ini test on the water, labil, ikut2an yg lagi IN, dlu lagi musim LMPV ikut masuk dan akhirnya suntik mati, padahal Spin kualitasnya Oke mnrt gw…

      cuma kurangnya ya itu, SDM aftersalesnya yg bikin org jd kapok pake chevy..

      sekarang lagi IN LCGC juga ikut nyemplung join ama Cina, pgen untung doang tp g mau perbaiki internal mreka..

  • sangaji

    Bagi GM membuat produk berkualitas sebenarnya sdh terbiasa. GM mrpkn perusahaan multinasional berpengalaman. Namun ternyata menjual produk berkualitas bagus, khususnya di Asia Tenggara tmsk Indonesia terbukti tdk mudah. Terutama sdh mengguritanya image brand Jepang.

    Jadi divisi Marketing dan Komunikasinya hrs riset lebih dalam, dan kalau perlu merekrut tim dari mantan tim pesain, spy banyak bekal utk mengatur strategi marketing.

    Terbukti di lapangan kita sangat jarang lihat iklan produk Chevrolet. Krn konsumen kita sebagian besar masih mengandalkan iklan sbg sumber referensi utama.

  • gaps

    Yg bikin Chevrolet gagal itu bukan masalah merk,atau produknya. Saya akuin Chevrolet produknya bagus2 dan secara harga sebenernya termasuk reasonable untuk ukuran brand diluar jepang. Cm strateginya aja yg salah dr awal.
    Kl saya simpulin,ada dua hal utama yg harus dipertimbangkan Chevrolet kl mau sukses di pasar Indonesia:
    1. Aftersalesnya sm pelayanannya harus terstandar dan diperbanyak. Suka ga suka,konsumen sini nganggep hal itu utama bgt. Mereka ga berani ngambil barang bagus kl dua hal ini ga terpenuhi buat mereka,dan sebenernya emg harusnya dua hal ini yg harusnya dipikirin sebagai bagian investasi. Beresiko kl sebuah perusahaan langsung bikin pabrik gede di Indo. Wajar kl hasilnya penjualannya ga sesuai harapan
    Kl yg gini2..contoh produk yg ud mapan. Produk mereka banyak yg material bodi sm kelengkapannya ala kadarnya..cm tetep aja laku. Kenapa? Ya karna orang sini sangat mau amannya aja. Ga mikirin produk itu bagus apa ngga,yg penting gampang layanan aftersales,pelayanan,dan jual kembalinya
    2. Pimpinan,atau apalah istilahnya..harus orang sini,atau seengganya yg ngrti sm budaya Indonesia. Salahnya Chevrolet,yg direkrut adalah orang barat yg notabenenya ga paham sm selera pasar domestik kayak gimana. Liat Hyundai atau KIA. Mereka ud mulai bs bersaing di Indon karna kedua hal yg saya sebutin td ud mulai diaplikasiin di mereka. Jaringan bengkel ud mulai banyak,dan produk2nya juga relatif bs diterima selera orang sini. Toyota sm Honda juga bgtu. Secara produk dan kualitas,sm Chevrolet masih bagusan Chevrolet kemana2
    Cm….yg bikin mereka sukses itu adalah riset yg mereka lakuin emg disesuaiin buat pasar Indon..dan kedua hal yg saya sebutin diatas mereka ud bs akomodir dengan baik. Pasar sini masih condong ke MPV dan mobil2 hatchback. Jd saran saya,mending kl mau invest perhatiin dua hal ini dlu. Jangan langsung bangun pabrik gede2 disini. Hasilnya jd kayak sekarang. Sayang kan,produk bagus tp ga diperhitungin masyarakat hanya karna strategi Chevrolet yg ga sesuai sm masyarakat sini

    • csgobetmeister

      jgn indon dong ga enak dengernya

  • gus

    Model dan desain mobil2 chevrolet terlalu kaku dan kurang proporsional, bahkan bila dibandingkan dengan model mobil2 korea sekalipun masih kalah jauh

  • Chapuy

    Pantesan MU melempem, taunya Chevrolet lg krisis. #RIPMU