DKI Jakarta Ingin Buat Jalur Sepeda Di Jalan Tol, Aman Kah?

by  in  Berita & Hot Stuff & Klub dan Komunitas
DKI Jakarta Ingin Buat Jalur Sepeda Di Jalan Tol, Aman Kah?
0  komentar

Autonetmagz.com – Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat Indonesia telah bangkitkan kembali tren bersepeda. Memasuki era new normal , frekuensi orang bersepeda meningkat secara drastis. Menurut The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), jumlah orang yang bersepeda meningkat 1.000 persen selama masa pandemi COVID-19. Lantas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memperhatikan peningkatan tersebut dan mengusulkan ide yang cukup mengejutkan untuk mendukung pergerakan bersepeda atau gowes bersama.

Apa ide tersebut? Well, Pak Anies memiliki proposal untuk membangun jalur sepeda pada jalan tol lingkar dalam Jakarta. Mengutip CNN Indonesia, Syafrin Liputo selaku Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan bahwa usai rapat pimpinan di Balai Kota, pihak Dishub menyampaikan kepada Menteri PUPR untuk menyiapkan satu sisi ruas tol dari Kebon Nanas sampai Tanjung Priok untuk dijadikan jalur sepeda. Beliau menambahkan kalau proposal ini sejalan dengan animo tinggi masyarakat untuk bersepeda dan kementrian DKI Jakarta melihat bahwa bersepeda sudah menjadi gaya hidup masyarakat ibukota.

Balik lagi ke jalur sepeda, Syafrin menyatakan kalau panjang jalur tersebut kemungkinan mencapai 10 hingga 12 kilometer. Tentunya bersepeda di jalan tol sepanjang belasan kilometer memiliki resiko tinggi, jadi keamanan merupakan salah satu hal prioritas. Syafrin mengatakan bahwa akan ada pengalihan arus dan rekayasa lalu lintas saat para pesepeda melewati jalur tersebut. Beliau menambahkan kalau tol sisi Barat dari arah Kebon Nanas hingga Plumpang akan ditutup. Diatas kertas, usulan ini terlihat menarik namun juga kompleks. Dan tentunya proposal ini mengundang pihak yang mendukung maupun tidak. Pertama mari bahas mengapa usulan Gubernur DKI Jakarta ini didukung.

Dahlia Lavie selaku Sekretaris Perusahaan Citra Marga Nusaphala Persada Indah yakni salah satu perusahaan yang bertanggung jawab atas pembangunan dan perawatan jalan tol menyatakan bahwa perusahaanya mendukung usulan tersebut. Dukungan ini balik lagi terkontribusi dengan terus bertambanhnya jumlah pengguna road bike di Jakarta dan penambahan jalur tersebut terhitung masuk akal. Namun menambah jalur sepeda di jalan tol secara logika bisa sangat berbahaya. Komunitas Bike to Work (B2W) menyatakan kepada Tirto.id bahwa menambahkan jalur tersebut di jalan tol akan membahayakan pesepeda dan mengundang kecelakaan massal.

Co-Founder dan Pembina B2W, Toto Sugito menambahkan kalau di jalan protokol ataupun jalan biasa saja sudah berbahaya karena tidak ada pembatas apalagi kalau di jalan tol. Beliau tidak salah, karena kalau di jalan tol para pesepeda akan berdampingan dengan mobil, truk dan bus yang melaju kencang dan bisa membuat minder. Kecuali jikalau pesepeda dibuatkan spearator seperti yang bisa kita temukan di (mantan) tol Suramadu, dan tol Bali Mandara. Lantas, usulan ini secara data terlihat logis namun dari segi keselamatan masih kurang meyakinkan. Bagaimana menurut kalian? Tulis opini kalian di kolom komentar bawah ya.

Read Prev:
Read Next: