Divisi Hyundai N Siap Sokong Genesis Tantang BMW M, Mercedes Benz AMG dan Audi RS

Divisi Hyundai N Siap Sokong Genesis Tantang BMW M, Mercedes Benz AMG dan Audi RS
0  komentar
hyundai-genesis-g90-2016-front

AutonetMagz.com – Siapa yang bakal mengira kalau Hyundai Group berani melakukan langkah yang tidak pernah terbayangkan untuk sebuah mobil Korea? Pertama, mereka mengumumkan divisi Hyundai N untuk merancang mobil performa tinggi, dan kedua diluncurkannya merek premium Genesis untuk masuk ke kelas yang sama seperti BMW, Mercedes Benz, Audi, Lexus, Jaguar, Volvo dan lain-lain.

Tapi jangan lupa kalau semua merek yang sudah disebutkan tadi punya divisi performance spesial juga. Misalnya BMW M, Mercedes Benz AMG, Audi RS, Lexus F, Volvo Polestar dan masih banyak lagi. Tidak mungkin Hyundai tidak tahu itu, dan maka dari itulah Hyundai merasa ada baiknya divisi N yang kaya akan pengetahuan soal mobil kencang turut membantu Genesis dalam meracik mobil mewah yang bisa lari cepat.

genesis-g90-detailing-video-dashboard-infotainment-system

Ingatlah kalau Albert Biermann, mantan vice president of engineering BMW M sekarang ada di Hyundai N, jadi mereka bisa saja melakukan itu. Beliau pun mengamini hal tersebut saat diwawancarai CarAdvice,”N adalah sub-brand dan dengan N, kami bekerja untuk kedua belah merek, jadi anda bisa melihat akan adanya versi N dari Hyundai maupun Genesis.” Pastinya, lebih dari 1 model Genesis N akan disiapkan.

Kami siapkan lebih dari 1 model. Kami punya rencana yang bagus untuk 5 tahun mendatang untuk N, dan pasti ada merek Genesis di dalamnya,”tutur Biermann. Model masa depan Genesis akan membawa sedikit unsur sporty, misalnya “Genesis G70, itu spesies baru dari kami. Coba andaikan sebuah mobil dengan handling mumpuni, itulah G70, tapi akan ada G70 yang lebih bertenaga. Platform G70 sanggup mengemban tenaga besar,” tambahnya.

hyundai-vision-g-concept-side

Lalu, mana foto Genesis G70? Sayang sekali, belum ada foto dari mobil yang dimaksud, tapi satu hal yang pasti, kalau tidak muncul sebagai sedan 4 pintu, G70 akan muncul sebagai coupe 2 pintu. Sadis juga Korea, setelah KIA Telluride mencuri perhatian di Detroit, sekarang Genesis mencuri fokus penggemar mobil performa tinggi untuk menyaksikan karyanya nanti. Apa pendapatmu jika Genesis melansir mobil performa tinggi? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Aryo Wicaksono

    ya ya ya ya ya, Korea mau nantangin Jerman. produk Lexus dengan kenikmatan mengemudi lebih bagus dari mobil Jerman aja bisa dihitung dengan jari, apalagi Infiniti. Trus Korea gimana? (tapi Korea bisa bikin Kia Soul dan Pro Cee apostrophe D bagus kok, cuma mobil penggerak belakang mereka masih lemah. mungkin mereka harus produksi ulang KIA Elan pake bodi baru deh biar sukses. Genesis penggerak depan boleh lah.)

    • njk888 nik

      Kenapa ya banyak orang Indonesia rasa mobil penggerak depan (FWD) jelek, inferior ya ? Apakah kemakan propaganda toyota Indonesia yang sering bilang mobil FWD macam Grand Livina, Ertiga nggak kuat nanjak ? Lah tapi toyota, bahkan lexus sendiri di Jepang dan negara maju lain banyak kok yang FWD. Tuh camry, alphard, lexus sedan mewah, kan FWD ?? BMW aja juga mulai masuk segment FWD dengan Active Tourer dan X1 baru.

      • Aryo Wicaksono

        Lho, aku suka mobil penggerak depan KIA, terutama c’eed dan SOUL. Ente gagal paham nih.

      • Aryo Wicaksono

        Penggerak belakang sudah kodrat memiliki potensi performa lebih tinggi dibandingkan penggerak depan, cuma tidak semua penggerak belakang pasti bagus dan tidak semua penggerak depan lebih jelek dari penggerak belakang. Jangan termakan ucapan para penjual.

      • Always35

        Maaf ikut nimbrung, RWD dan FWD sebetulnya dua2nya bagus kok, yang bikin FWD kalo di sini jadi jelek itu kalo suka dipake jalan jelek/semi off road (tau sendiri lah jalan negara kita ada yang mulus mulus banget, hancur hancur banget) untuk waktu lama, itu kaki2 mobilnya udah mulai gak beres. Makanya kalo diajak jalan jauh terus2an contoh jakarta-medan pp via jalan lintas sumatera FWD gak tahan lama dibanding RWD meskipun bawa FWD untuk jarak jauh enggak haram kok asal nyupirnya hati2 aja klo ketemu jalan rusak. lebaran 2015 kemarin ada pemudik pada bawa mobil macem ertiga, crv, xtrail, biante, vellfire, bahkan cx-5 aja ada berkeliaran kok di jalinsum meski jumlahnya masih bisa dihitung jari… dan as always duo kaleng yg paling banyak berkeliaran wkwk

        *komentar saya tidak terafiliasi dengan merek manapun, apalagi merek2 mainstream nippon, murni pendapat pribadi*

        • Aryo Wicaksono

          kalau masalah itu masih mudah diatasi, cukup pakai suku cadang reli saja. cuma penggerak depan tuh tenaga mesin, rem, dan belok semua numpuk di roda depan sehingga ban depan cepat aus dan konsumsi ban tidak merata seperti penggerak belakang, distribusi massa juga tidak ideal, dan traksi keluar dari belokan tidak sebaik penggerak belakang, kecuali mobil penggerak belakang salah desain.

  • njk888 nik

    Jangan remehken mereka dulu lo. Karena hari ini banyak talenta dari BMW, Audi dll. contoh seperti Thomas Burkle, Peter Schreyer udah gabung ama Hyundai / Kia. Dan belum lama lalu gabung lagi kepala BMW divisi M sport itu, dan terakhir orang Lamborghini ! Dari sejarah kerajaan, biasanya pihak yang paling pandai piara TALENTA yang paling banyak akan menang. Apalagi jika ambil dari saingan. Karena tiap talenta baru yang di dapat otomatis saingannya kehilangan 1 talenta juga.

    • Aryo Wicaksono

      aku bingung sampai sekarang korea belum memiliki platform mobil yang diakui sangat superior oleh dunia, padahal sudah sewa banyak insinyur jerman. sementara itu stylist dari Indonesia direkrut VW dan, BOOM, lahirlah Up! yang langsung hit di eropa. Jangan samakan antara stylist dengan desainer mobil. stylist cuma urus masalah eksterior, interior, dan level trim yang mau dijual, sementara desainer mikirin sampai komponen terkecil yang berpengaruh terhadap sensasi berkendara. Peter Schreyer, Thomas Burkle, dan Manfred Fitzgerald itu stylist, bukan desainer. Adrian Newey, Alex Issigonis, Colin Chapman, Gordon Murray, dan Ian Callum tuh baru desainer beneran. ya, mudah-mudahan Albert Biermann bisa menjawab doa Ente, kan enak bisa beli mobil Korea yang murah dengan kualitas dan performa bagus.

      • njk888 nik

        Hari itu akan tiba ane yakin. Dan nggak akan lama. Nggak mungkin dong Albert Biermann baru datang langsung muncul hasil spektakular. Butuh cross learning gituan. Pula bangsa Korea Selatan adalah bangsa yang cerdas, kreatif, pekerja keras, dan cepat belajar. Pasti akan berhasil. Lihat gimana Samsung dan LG sudah berhasil nyalip nama lama macam Sony, Sharp. Lihat gimana Samsung bisa bersaing ketat ama Apple di dunia gadget.

        Yang sudah coba diesel innova baru pun jika sudah kenal diesel Santa Fe / Sorento akan sadar mana yang performanya lebih unggul. Contoh diesel innova baru saat berhenti memang lebih diam banding yang versi sebelumnya, namun saat accelerasi dan cruising, suara berisiknya masih lumayan banyak. Beda ama Santa Fe diesel, saat accelerasi, suaranya lebih halus, dan saat ngebut 140 atau cruising, nyaris nggak ada getaran dan suara berisik seperti di diesel Jepang. Mirip mobil bensin halus banget yang sedang ngebut.

        Jelas diesel Korea Selatan itu bukan ciptaan Peter Schreyer dkk, tapi team orang Korea Selatan sendiri. 2200 cc bisa 197 PS / 445 Nm. fortuner / Dakar mau segitu masih butuh cc lebih besar, dan tetap jika lihat kasus innova diesel baru, kemungkinan besar kehalusan / minim getarannya diesel fortuner / dakar masih lebih halus diesel Korea Selatan. Kita lihat paska tanggal 22 deh. Karena feeling ane diesel fortuner ama innova mirip, jadi karakter / getarannya akan mirip juga.

        • Aryo Wicaksono

          Kalau masalah mesin mah korea pasti terjamin karena mereka curi teknologi mesin mitsubishi pas kerja sama dulu. Kan mesin genesis yang lama bisa pakai suku cadang mitsubishi, cuma ya itu pengendalian masih kalah lawan Silvia. Ntar deh kalau Tsuchiya-san pas uji coba di Tsukuba atau Gunsai udah bilang oke aku dengan senang hati dukung mobil korea penggerak belakang, deh.