BMW Gran Tourer, MPV Mewah Jerman Akomodasi Selera Konsumen Indonesia Dengan 7 Tempat Duduk

by  in Berita&BMW&GIIAS 2015
BMW Gran Tourer, MPV Mewah Jerman Akomodasi Selera Konsumen Indonesia Dengan 7 Tempat Duduk
0  komentar
bmw-gran-tuorer-gaikindo-iias-2015

Jakarta, AutonetMagz – Di Indonesia, mobil paling laris adalah mobil keluarga, terutama yang 7 tempat duduk karena budaya kita yang sangat suka berkumpul bersama masih kental dari Sabang sampai Merauke. Jangankan di rumah, kalau bisa di mobil pun berkumpul. Makannya orang Indonesia lebih memilih MPV 7 seater meski sehari-hari bangku baris kedua atau ketiganya jarang dipakai, paling dipakainya pas mudik atau piknik.

Selama ini, MPV 7 seater selalu jadi dominasi merek non premium, terutama yang berasal dari Jepang, tapi kepikiran tidak kalau ada orang berduit yang ingin mobil keluarga juga namun tetap punya gengsi merek mobil mewah? Mungkin tidak banyak, tapi ada lho orang seperti itu, dan karena itulah BMW Indonesia kemarin resmi meluncurkan BMW Gran Tourer 7 seater di GIIAS 2015 untuk menemani Active Tourer 5 seater yang sudah masuk duluan.

bmw-gran-tourer-samping

Melihat bagian mukanya, nyaris tak ada beda dengan Active Tourer, maka anda harus beranjak ke samping dan belakang. Dari samping, ketahuan kalau ia didesain lebih mengotak untuk mengakomodasi penumpang baris ketiga lebih baik. Dibanding Active Tourer, ia lebih panjang 214 mm dan lebih tinggi 53 mm, dan wheelbase-nya berukuran 2.780 mm.

Sebagai standar, lampu BMW Gran Tourer sudah berteknologi LED, dan ada tambahan cornering light seperti milik KIA Carens yang akan aktif menerangi sisi kiri atau kanan tergantung putaran setir. Fitur itu baru aktif pada kecepatan 40-70 km/jam. Pelek alloy-nya berdesain Y-spoke dan punya ukuran 18 inci. Oh ya, sama seperti Active Tourer, Gran Tourer ini berpenggerak roda depan. Ada sih versi yang pakai xDrive AWD, tapi tidak dijual di Indonesia.

interior-bmw-gran-tourer

Kali ini, kami salut pada BMW karena memilihkan varian yang memiliki paduan warna interior yang pas untuk sebuah mobil keluarga. Yap, paduan warna black dan beige pada interiornya adalah hal yang menurut kami bagus untuk sebuah mobil keluarga, karena memberi kesan luas. Di Active Tourer, interiornya berwarna hitam sehingga kesan lapang tidak begitu tercermin. Bukan berarti interior hitam buruk, hanya saja untuk mobil keluarga, interior yang bisa memberikan kesan lapang adalah interior yang baik.

dashboard-bmw-gran-tourer

Soal kualitas dan fitur, tak perlu ditanyakan. Mempertanyakan kualitas & kelengkapan fitur BMW sama saja mempertanyakan apakah seekor ikan bisa berenang. Desain dashboard-nya khas BMW, sangat berorientasi kepada pengemudi. Seperti Biem lainya, BMW ConnectedDrive sudah jadi standar, dan meski ini bukan mobil sport, Gran Tourer punya fitur overboost yang bakal menggalakkan mesinnya untuk sesaat. Lumayan kalau sedang buru-buru antar anak ke sekolah.

bangku-bmw-gran-tourer

Tak ada masalah soal ruang, headroom dan legroom-nya amat sangat lega. Legroom-nya hampir sama seperti legroom Seri 3 GT yang sangat lapang yang pernah kami buatkan video reviewnya di sesi AutonetMagz Speciale. Penasaran seperti apa engineer BMW kalau disuruh membuat bangku baris ketiga? Saat dimasuki, ruangnya sebenarnya cukupan, tidak lega tapi tidak sempit, namun sandaran joknya terasa agak tegak. Sesuai standar Eropa, jok BMW sudah ISOFIX ready.

bagasi-bmw-gran-tourer

Dimensi membengkak berarti kapasitas bagasi bertambah. Benar saja, ruang bagasinya bervolume 560 liter, tapi dapat ditambah menjadi 1.820 liter dengan melipat jok baris kedua dan ketiga. Lupakan soal pelipatan jok manual yang ribet dan biasa didapat di MPV Jepang, karena cukup menarik satu tuas, jok Gran Tourer akan terlipat rata lantai. Pintu bagasinya bisa dibuka-tutup secara elektrik, dan seperti mobil BMW, MINI dan Rolls-Royce lainnya, bannya sudah berteknologi RFT (run flat tire), jadi tak ada ban serep di kolong mobil atau di balik lantai bagasi.

pintu-bagasi-bmw-gran-tourer

Mesin Gran Tourer yang masuk ke Indonesia sama dengan MINI Cooper dan BMW Active Tourer, yakni 1.500 cc TwinPower Turbo. Tenaganya tak beda jauh, 136 hp dan torsinya 220 Nm. Jika pakai mode overboost, torsinya naik jadi 230 Nm untuk sementara waktu saja. Dilengkapi dengan girboks Steptronic 6-percepatan, akselerasi 0-100 km/jam cukup 9,5 detik dengan top speed 203 km/jam. Konsumsi BBM rata-rata Gran Tourer hanya 19,2 km/liter menurut siklus tes Uni Eropa, dengan emisi CO² hanya 122 gram/km. Fitur keselamatan elektronik pasif dan aktif? Komplit dong.

bmw-gran-tourer-indonesia

Dengan dimensi dan daya tampung lebih baik daripada Active Tourer, berapa banderol Gran Tourer untuk pasar Indonesia? Nah, BMW Gran Tourer kini dijual dengan harga 749 juta Rupiah off the road, dan dilengkapi dengan BMW Service Inclusive yang memberikan perawatan kendaraan bebas biaya selama 5 tahun atau 60.000 km, tergantung mana yang lebih dahulu, serta garansi 36 bulan tanpa batasan jarak tempuh.

Bagaimana, kalau kemarin ada yang mengeluh Active Tourer kurang berkesan mobil keluarga karena hanya muat 5 orang, nih ada Gran Tourer yang muat 7 orang. Apa pendapatmu mengenai BMW Gran Tourer ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • RF48

    harganya brp mas hilsat?

    • Ugyz

      lha kan udah dikasie tau diatas.. coba deh baca lagi yg teliti 🙂

    • HARGA COK

      749 juta rupiah

  • andhikalady

    sepertinya bangku tipis

  • farid

    tumben sekarang BMW bikin mpv,kenapa gak sekalian ada penggerak RWD buat bmw active/gran tourer seperti mobil bmw lainnya,pasti saingannya duo kembar avanza xenia wkwkwkwkwkwkwk….

  • pescarolo

    Hemm kalo d harga 749 juta off-the-road, berarti harga on-the-road nya bakal mepet2 sama Honda Odyssey dan Alphard tipe X yg notabene lebih gede secara mesin dan dimensi.
    Padahal kalo dibikin RWD dan pake mesin diesel yg sama dengan 320d, pasti lebih gokil nih.

    • bukansales

      Tapi biasanya yang beli beginian mah yang udah punya alphard dan punya bmw lain dirumah wkwkwk

  • Reza Indra Pratama

    Impresi awal cukup menjanjikan. Eksterior ok, dashboard cakep, no complain untuk baris depan dan tengah.
    Sampai akhirnya waktu coba baris ke-3. Ampun deh, ini maksa banget ya… seperti duduk di lantai beralas busa. Kaki ketekuk, sandaran tegak, sama sekali ga ada nyamannya kecuali gw anak SD kelas 1-3. Compact MPV Eropa lain seperti VW Touran atau Renault Grand Scenic jauh lebih baik dlm hal ini.
    Verdict: if you must buy a BMW, please stick to 1,3,4,5,6,7, X and Z.

  • Rafli Santosa

    pesaing kuat MB R-Class coba dong di review

  • Dinar Ayu Adeline

    NICE SHOT Biem!!