BMW 8 Series 2018 : Harga Pengorbanan 6 Series

BMW 8 Series 2018 : Harga Pengorbanan 6 Series
0  komentar

AutonetMagz.com – Membaca jajaran model BMW tidak begitu susah. Jika 3 Series adalah sedan 4 pintu, maka 4 Series adalah versi 2 pintunya. Demikian juga untuk 5 Series terhadap 6 Series. Dulu pun BMW 7 Series punya saudara versi pelit pintu bernama 8 Series, tapi ia sudah lama tidur dan baru dirilis lagi sekarang. Sayangnya, kehadiran kembali BMW 8 Series baru ternyata harus mengorbankan varian 6 Series.

Alasannya? Jelas, baik 6 Series maupun 8 Series sama-sama berwujud GT besar 2+2 seater dengan tenaga besar, torsi besar dan kemewahan yang dipatok di level tinggi. BMW meniilai tidak perlu punya 2 mobil yang sama, makanya sekarang 6 Series berubah menjadi hatchback mahal demi memberi ruang nafas dan gerak bagi BMW 8 Series. Kasihan BMW 6 Series, sudah cakep-cakep jadi GT sekarang jadi hatchback.

Sisi baiknya, BMW 8 Series yang akan didapatkan konsumen nanti tidak memiliki perbedaan signifikan dibandingkan versi konsep yang pernah muncul sebelumnya. Meski dibaptis sebagai GT mewah, BMW meyakinkan kalau mobil ini masih punya DNA sporty sebagaimana sebuah BMW sejati. Makanya peluncuran mobil ini pun dilakukan di ajang Le Mans, di mana BMW M8 GTE turut serta dalam pertandingan ketahanan.

Sosok BMW 8 Series cenderung dinamis dan elegan. Penuh wibawa juga, khususnya wibawa sebagai sebuah BMW di mana elemen-elemen desain penting seperti double kidney grille, 4 lingkaran LED dan Hoftmeister Kink tidak absen di sini. Begini baru benar, meski kami sempat kecewa dengan BMW iX3 yang grilnya dipaksa menyambung hingga mirip gril KIA. Kalau KIA mirip BMW, itu pujian, tapi kalau BMW mirip KIA, kami tidak yakin itu pujian.

Sebagai sebuah GT, BMW 8 Series sudah layak dan sepantasnya punya profil bodi yang rendah, garis atap menukik dan tarikan-tarikan garis yang lembut namun berkelas. Itu semua dieksekusi dengan baik oleh BMW. Meski mungkin bukan GT tercantik sejagat raya, tapi tepuk tangan bagi desainer yang bisa menghadirkan desain seindah ini. Semoga saja 2 lubang knalpot di belakang itu lubang knalpot sungguhan, bukan palsu seperti mobil-mobil Jerman belakangan ini.

Interior BMW 8 Series patut diacungi jempol dan dihormati, khususnya karena sudah menaikkan level desain interiornya. Kami tidak bicara soal setir yang mirip dengan BMW M5, kami bicara soal betapa cantiknya tuas persneling baru itu. Persneling girboks 8 percepatan itu sangat cantik sebab terbuat dari kaca. Okelah, Nissan Murano juga pernah memberikan persneling dari kaca, hanya saja yang punya BMW lebih indah.

Panel instrumen barunya juga sudah full layar digital, dengan lingkar spidometer dan takometer senada dengan bingkai gril double kidney BMW. Rona warnanya bisa berubah-ubah, tergantung mode berkendara yang dipilih. Sistem iDrive yang dibawa BMW 8 Series sudah diperbarui ke OS 7.0 dengan layar 10,25 inci yang bisa dimainkan dengan 3 cara : layar sentuh, perintah suara atau pakai kenop putar dekat persneling.

Perlengkapan standar BMW 8 Series sudah termasuk suspensi adaptif buatan BMW M dengan damper elektronik, plus BMW Integral Active Steering. Khusus pembeli varian M850i xDrive berpenggerak AWD, BMW menawarkan sistem active roll stabilization. Di Eropa, BMW 8 Series baru ditawarkan dengan 2 jenis mesin, yakni BMW 840d xDrive yang bermesin 3.000 cc 6 silinder turbo diesel dengan 320 PS dan 680 Nm, di mana lari 0-100-nya diklaim cukup 4,9 detik saja.

Buat yang kurang cocok dengan diesel, BMW punya varian M850i xDrive dengan mesin bensin 4.400 cc V8 twin turbo yang sama dengan BMW M5 baru, tapi sedikit dijinakkan. Makanya tenaganya ada di angka 530 PS dan torsinya 750 Nm, namun dengan lari 0-100  yang cukup 3,7 detik, ini sama sekali bukan lari yang jinak. Seperti biasa, BMW nanti akan menyiapkan BMW M8 dengan performa yang lebih serius dan dijejali hasil teknologi balap dari BMW M8 GTE.

BMW bilang, mobil ini akan mengisi celah yang ada di antara Mercedes Benz S-Class coupe dan Porsche 911. Intinya, mereka ingin menawarkan kombinasi kemewahan dan nuansa elegan yang mumpuni, namun harus sanggup memberikan perasaan sporty saat dibawa di jalanan. Hm, memangnya dulu BMW 6 Series tidak begitu ya? Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: