Audi : Pasang Turbo Di Supercar R8? Nanti Dulu Deh

by  in Audi&Berita&International
Audi : Pasang Turbo Di Supercar R8? Nanti Dulu Deh
0  komentar
Audi-R8-2015

AutonetMagz.com – Derasnya gelombang tren mesin turbo pada mobil masa kini sepertinya sedang berusaha dihalau sedikit oleh salah satu merek yang tergolong paling pintar merisetnya dan sering menggunakannya di mobil-mobilnya, yakni dari Audi. Dulu sempat tersiar kabar kalau Audi merencanakan mesin 2.500 cc 5 silinder turbo untuk supercar mereka, R8. Hal ini ditampik oleh kabar terbaru yang menyatakan tidak akan muncul Audi R8 turbo, setidaknya untuk waktu dekat.

Jurgen Konigstedt, kepala pengembangan mesin V6, V8 dan V10 Audi bercakap-cakap dengan CarAdvice bahwa tak ada rencana jangka pendek untuk mencangkokkan bongkahan rumah keong penambah daya mesin itu pada R8, dan menilai mesin 5.200 cc V10 yang ada pada Audi R8 terbaru sudah cukup mumpuni.

Mesin-V10-Audi-R8

Potensi performa mesin R8 sekarang menunjukkan kalau kita belum butuh turbo untuk saat ini. Memangnya kita butuh tenaga ekstra yang bisa dihasilkan turbo itu? Kalau aku sih no,” katanya, seraya bilang kalau pemasangan turbo bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan mesin.

Konigstedt juga bilang kalau mesin naturally aspirated adalah mesin yang beda karena mereka punya suara yang lebih baik, respons gasnya lebih spontan dan bisa berputar dengan jernih sampai redline, tanpa adanya suntikan udara paksa. “Ada emosi yang pudar saat membawa mobil turbo dibanding mobil N/A, dan bagi kami itu adalah faktor yang krusial,” ujarnya.

interior-audi-r8

Serius, mempertahankan tradisi mesin N/A bukan hal yang mudah untuk saat ini, apalagi di dalam tubuh Audi yang punya riset banyak soal perturboan. Konigstedt menyampaikan kalau Audi memang akan terus menerus meriset turbo secara maksimal, tapi memasangkannya di Audi R8 belum menjadi suatu obligasi atau keharusan.

Menurutnya, mesin N/A lebih efisien jika mesinnya didesain untuk memiliki grafik power band yang bagus. “Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan selain tenaga dan torsi. Sebagai contoh, pada kecepatan rendah, mesin turbo mungkin akan lebih efisien, tetapi pada kecepatan yang lebih tinggi, di bawah beban yang diterima secara berkepanjangan, mesin naturally-aspirated sebenarnya mungkin lebih efisien, “tegasnya.

Audi-R8-V10-Plus-belakang

Audi R8 V10 akan tetap ada, tapi itu tergantung seberapa besar minat konsumen. “Jika pembeli senang dengan mesin V10 ini, akan ada alasan kuat untuk bertahan dengan mesin itu. Jika kita merasa bahwa orang benar-benar ingin mesin turbo, maka kita harus mempertimbangkan hal itu,” katanya.

Oke para pembaca sekalian, jadi Audi hanya akan mengubah mesin tergantung minat konsumen. Mereka sepertinya siap dengan teknologinya, hanya tinggal membaca kondisi pasar saja. Mana yang lebih kamu suka, R8 tanpa turbo atau R8 berturbo? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • farid

    kalau pakai turbo, mesin N/A yg displacement nya kecil tenaganya bisa naik tenaga nya secara efektif tanpa perlu banyak silinder seperti mesin V10,contoh supercar bermesin twinturbo seperti nissan gtr atau ferarri terbaru yg baru meluncur di indonesia 488 gtb yg masing2 menggendong mesin 3800ccV6 dan 3900ccV8 punya tenaga dan torsi yg tidak kalah dengan supercar bermesin N/A yg cc nya segede gaban terutama muscle car amerika.jadi terserah audi mau bikin R8 bermesin N/A atau pake turbo yg penting driving experience nya sudah bikin mobil tersebut kagum dikemudi, mazda mx5 yg mesin nya kecil aja udah fun to drive dikendarai tanpa kecepatan