ARES Design Project Panther : Bukan Rajanya Diesel!

ARES Design Project Panther : Bukan Rajanya Diesel!
0  komentar

AutonetMagz.com – Orang Indonesia pastinya mengenal Panther sebagai minibus jaman dinosaurus yang belum pernah ganti model secara signifikan. Isuzu Panther sendiri memang tidak direncanakan untuk ganti model dalam waktu dekat. Ya sudah deh, daripada menunggu Panther baru yang tidak pasti dan entah kapan munculnya, lebih baik coba lirik Panther dari Italia ini. Perkenalkan, ini mobil konsep Project Panther buatan ARES Design.

ARES Design adalah sebuah usaha coachbuilder – anggap saja tukang ketok magic – asal Italia yang digawangi oleh Dany Bahar (tidak ada hubungannya dengan Anissa Bahar). Ia adalah seorang pengusaha asal Swiss yang pernah dipecat dari posisinya sebagai CEO Lotus. Setelah memulai ARES Design, proyek pertamanya adalah Project Panther ini, dibuat untuk membawa arwah De Tomaso Pantera untuk hidup di jaman now.

Sosoknya? Asli, meski di luar sana banyak mobil baru yang cakep, Project Panther ini unik. Aura retro dari De Tomaso Pantera asli masih kuat di sini, dan di saat bersamaan mobil ini pun tidak kelihatan susah untuk mengejar dunia desain modern. Kelengkapan standar Project Panther sudah termasuk quad exhaust, LED DRL, cover mesin carbon fiber dan pop-up headlight. Iya, lampu yang bisa flip-flop itu seperti Countach, Trueno, NSX dan RX-7 hadir lagi. Asyik, ini baru keren!

Aslinya, semua keanggunan klasik itu dibangun di atas tulang punggung yang modern. Jauh di bawah kulitnya, Project Panther memakai sasis, girboks kopling ganda, penggerak AWD dan mesin dari Lamborghini Huracan. Artinya, mesin naturally aspirated 5.200 cc V10 dengan tenaga berkisar 600 hp-an. Itu berarti struktur basis mobil ini terbuat dari aluminium dan carbon fiber, jadi bisa dipastikan mobil ini tidak lamban.

Bahar bilan Project Panther akan dibangun di pabrik baru mereka di Modena. “Kami memulai ARES tiga tahun yang lalu dengan permintaan yang luar biasa untuk menggarap personalisasi mobil klien, dan telah memuaskan lebih dari 200 pelanggan dengan interior unik, elemen desain eksterior, teknik pengerjaan bodi dan peningkatan performa. Pabrik baru kami di Modena memungkinkan kami maju dan melampaui layanan personalisasi normal ini, menyatukan teknologi dan desain, tim pengrajin yang terampil, dan pakar yang telah bergabung dengan kami dengan semangat dari bisnis supercar lokal.”

ARES Design mengklaim bahwa saat ini mobil tersebut sedang menjalani perancangan dan pengembangan desain, aerodinamika, dan uji tabrak sebelum mencapai tangan pelanggan di paruh kedua tahun 2018. Rincian harga belum diumumkan, namun yang pasti tidak murah. Sebagai gambaran, Alfa Romeo Disco Volante buatan Touring saja harganya bisa berkali-kali lipat dari Alfa Romeo 8C yang jadi basisnya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: