650 Kilometer Bersama Nissan Serena : Paket Komplit Mobil Keluarga!

by  in Berita&Merek Mobil&Nasional
650 Kilometer Bersama Nissan Serena : Paket Komplit Mobil Keluarga!
0  komentar

AutonetMagz.com – Sudah setahun lebih sejak Nissan Motor Indonesia (NMI) memperkenalkan Nissan Serena C27 di pasar Indonesia. Dan jujur saja, sudah 1 tahun sejak tim AutonetMagz Surabaya membuat video review dari Nissan Serena C27, walaupun videonya baru tayang saat PSBB lalu. Nah, kali ini tim Surabaya kembali mendapatkan kesempatan untuk mencoba Nissan Serena C27, namun dalam tempo yang lebih lama dan jarak yang lebih jauh.

Nissan Serena di Rest Area Purwodadi

Unit Nissan Serena C27 yang kami dapatkan merupakan tipe Highway Star (HWS) yang merupakan tipe tertinggi dari Nissan Serena di Indonesia saat ini. Kalau di versi C26, masih ada tipe Autech yang memiliki beberapa kelengkapan tambahan. Unit ini sendiri merupakan pinjaman dari Nissan Ahmad Yani, Surabaya. Lantas, seperti apa impresi kami saat sudah mencoba mobil ini sejauh 650 kilometer dalam tempo 4 hari 3 malam? Akan kami kupas di bahasan di bawah ini, yuk kita mulai.

Sekilas Pandang

Oke, karena Nissan Serena C27 bukan produk yang sepenuhnya baru, maka kita akan lewatkan urusan desain mobil. Yang jelas, Nissan Serena C27 memiliki bentuk body yang masih cukup identik dengan C26, namun dengan modernisasi di beberapa titik. Sebut saja lampu depan baru model split dengan lampu utama LED, dan lampu belakang dengan LED bar. Velg-nya lumayan besar untuk sebuah boxy MPV, yaitu 16 inci, dan sudah dual tone. Ada kamera 360 dan sensor parkir di sekujur body mobil ini. Pintu samping tentunya model sliding, dan sudah memiliki sensor tendang di bawah masing – masing pintu.

So far, tidak ada hal yang mengecewakan di bagian luar mobil ini. Nissan Serena C27 tampil dengan desain yang cukup ‘aman’, walaupun cue design ala C26 masih terlihat jelas. Oiya, seperti mobil boxy yang lain, kalian perlu memperhatikan ground clearance mobil ini yang cuma 160mm saja. Jadi, pastikan kalian hindari lubang yang dalam kalau tak ingin mobil gasruk. Oiya, sebagaimana mobil boxy, pintu bagasi dari Nissan Serena C27 terbilang besar dengan bibir bagasi yang rendah. Ini membuat kalian tak perlu effort besar untuk mengangkat barang ke dalam bagasi. Pintu bagasinya juga dibuat split dengan 2 metode bukaan.

Masuk ke interiornya, kita akan langung menemukan permainan warna hitam di banyak titik. Jok kulit hitam dengan arm rest di baris pertama, diikuti dengan jok captain seat di baris kedua. Dashboard-nya didominasi warna hitam dengan bahan softtouch yang diberi jahitan asli berwarna putih, nice. Ada panel black glossy dengan lis silver di konsol tengah, dan doortrim-nya memiliki bagian berbahan fabric. So far, bagian yang sering tersentuh tangan diberi sentuhan bahan lembut. Panel instrumennya sederhana, namun MID-nya terbilang komplit. Apalagi MID-nya berukuran besar dan berwarna.

Untuk speedometer-nya ada di sisi depan pengemudi dengan model digital, di sampingnya ada eco pedal indicator dengan warna hijau tosca. Sedangkan di MID-nya ada banyak display. Display yang tetap adalah indikator tangki BBM, sisa range, dan odometer / trimeter yang ada di sisi bawah MID. Sedangkan informasi di MID bisa diganti dengan tombol di sisi kiri setir. Dalam MID terdapat informasi seperti eco pedal indicator, fuel economy history, average fuel consumption, engine temperature, tachometer digital, dan summary yang berisikan lama berkendara, rata – rata konsumsi BBM, rata – rata kecepatan, dan lainnya. Oiya, ada juga menu setting untuk mengubah beberapa hal.

Dalam menu setting terdapat menu untuk mengubah sistem dalam mobil seperti wiper, turn signal, dan locking. Sedangkan di menu display dapat mengatur ubahan tampilan di MID. Yang menarik, ada juga menu untuk melihat history dan best dari fuel consumpion dalam tempo tertentu. Kembali ke dashboard, ada AC digital dengan heater, dan ada opsi untuk ke front defogger. Sedangkan di sisi kanan ada tombol untuk membuka dan menutup power sliding door beserta sensor tendangnya. Tombol Eco Mode juga ada di sebelah kanan, sedangkan tombol VDC ada di sebelah kiri. Start stop button ada di sebelah kiri dekat tuas transmisi.

Nah, di konsol tengah ini juga ada cup holder yang bisa dibuka tutup. Selain itu, di setiap kantong pintu depan juga ada cup holder. Glove box di sisi depan ada 2 tingkat, atas dan bawah. Sedangkan di depan pengemudi juga ada laci yang terdapat colokan USB, nice. Sedangkan di sebelah kiri dekat glovebox juga ada power socket. Pindah ke sisi belakang, kursi yang digunakan adalah model captain seat yang sudah ada 2 armrest di masing – masing kursi. Seat belt dibuat menyatu dengan kursi karena slide baris keduanya tergolong panjang. Di baris kedua juga ada colokan USB yang posisinya ada di setiap kursi baris depan.

Selain itu, setiap kursi juga dilengkapi dengan meja dan kantong yang posisinya menempel bangku depan. Ada kisi AC di sisi samping, dan kontrolernya di sisi tengah. Layar infotainment juga disediakan di atap mobil ini. Sayangnya, kami lebih berharap ada sunroof atau panoramic roof ketimbang monitor. Oiya, kuri tengahnya bisa digeser ke sisi samping untuk mendekatkan kedua sisinya, mungkin bagi mereka yang ingin lebih intim. Sedangkan bangku baris ketiganya juga memiliki posisi duduk yang nyaman, serta masih ada meja dan colokan USB seperti di baris kedua. Jadi, bangku baris ketiga bukanlah kasta terendah di mobil ini. Lalu siapa kasta terendah? Bangku Sopir.

Let’s Drive

Kami mulai mengendarai si Nissan Serena HWS C27 ini dengan rute keliling kota Surabaya terlebih dahulu. Berhubung kami sudah akrab dengan mobil ini, maka tidak ada penyesuaian lagi untuk mengendarainya. Mobil ini memiliki body yang boxy, sehingga bagi kalian yang belum pernah mengendarai mobil semacam ini, bakal perlu adaptasi. Walaupun begitu, kaca yang besar di mobil ini memberikan visibilitas yang jempolan, walaupun efeknya bisa cukup panas di teriknya Surabaya. Untuk handling, tentunya mobil ini tidak agile. Setirnya ringan, walau tak seringan Nissan X-Trail T32 Facelift.

Untuk feeling setirnya tentu terasa hambar, namun radius putar mobil ini cukup bagus untuk mobil seukurannya. Untuk pedal gas sendiri khas mobil jaman now, akan langsung lari saat diinjak sedikit. Namun, kalau kalian ingin respon pedal yang lebih halus, kalian bisa masuk ke mode Eco. Di Mode ini, ECU akan mengatur respon gas menjadi lebih smooth. Sedangkan rem mobil ini terbilang cukupan, dan rem parkir posisinya ada di kaki sebelah kiri. Peforma mesin MR20 milik Nissan Serena ini juga masih mumpuni untuk dipakai sebagai mobil keluarga perkotaan. Hanya saja, suara mesinnya bisa dibuat lebih halus.

Akselerasi? Lupakan hal tersebut, karena hanya orang iseng saja yang membeli sebuah Nissan Serena dan melakukan akselerasi secara sengaja dan tanpa tujuan. Mobil ini menggunakan transmisi CVT yang terbilang halus, cocok kalau kalian memang suka berkendara santai. Untuk posisi berkendara, mobil ini menggunakan kursi yang cukup tinggi dengan posisi commanding. Kaki kalian akan turun ke bawah secara penuh, tidak selonjoran. Posisi ini cukup nyaman untuk jarak jauh, minim pegal. Apalagi ada 2 buah arm rest untuk baris depan. Yang paling menarik, Nissan memberikan banyak sekali eco indicator untuk pengemudi mobil ini.

Kesannya, Nissan seolah ingin mengajak pengguna Nissan Serena untuk eco driving. Mulai dari lampu berpendar kehijauan yang menandakan eco pedal guide, lalu adanya Historis dan Eco Pedal Guide di MID, hingga adanya Eco Mode. Memang, secara logika, mobil sebesar Nissan Serena cukup susah untuk diajak irit – iritan. Tahun lalu, kami menguji mobil ini dan mencapatkan angka dalam kota di 9 km per liternya. Kali ini, kami mengajak Nissan Serena untuk melahap rute dalam dan luar kota sejauh 650 kilometer jauhnya. Hasilnya, di rute gabungan mampu menunjukkan angka 12,9 kilometer per liter. Bahkan, saat melahat rute tol kami sempat mencatat angka terbaik di 18,9 kilometer per liter.

Kesimpulannya, mobil seperti Nissan Serena masih bisa diajak irit, asal kita berkendara eco driving. Nah, poin paling penting dari Nissan Serena adalah duduk di bangku baris kedua, bukan menyetir. Duduk di baris keduanya juga lega dan cukup nyaman. Kursinya fleksibel, dan tentunya sudah captain seat, tak seperti generasi C26 di Indonesia. Sayangnya, Nissan Serena tak memiliki panoramic sunroof seperti rivalnya. Dan poin berikutnya adalah suspensi. Yap, sudah tak perlu dijelaskan lagi bahwa Nissan Serena memiliki suspensi yang empuk dan cenderung mengayun. Cocok untuk kalian yang ingin mencari kenyamanan.

Kesimpulan

Jadi, kesimpulannya, Nissan Serena C27 HWS hadir sebagai sebuah mobil keluar yang cukup komplit untuk segala keperluan. Mobil ini memiliki ruang lega, kompartemen melimpah, suspensi nyaman, dan juga kapasitas angkut yang besar. Kalaupun worstcase kalian harus menyetir mobil ini, nampaknya tidak sampai menjadi nightmare yang berlebihan. Memang Nissan Serena bukan mobil yang asyik dikendarai, namun setidaknya tidak membuat kita pusing tujuh keliling dengan dimensi dan pengendaraanya. Beberapa catatan yang harus kalian perhatikan ada pada konsumsi bahan bakar dan juga tidak adanya sunroof di mobil ini.

Untuk konsumsi bahan bakar, kalian bisa mengakalinya dengan melakukan pola berkendara eco driving dan memperhatikan setiap Eco Indikator yang disediakan. Sedangkan untuk sunroof, ikhlaskan saja. Nissan Serena bisa menjadi alternatif bagi kalian yang ingin naik ke segmen medium MPV tapi merasa ladder frame MPV yang banyak di jalan itu sudah terlalu mainstream. Selain itu, mobil ini juga bisa jadi pilihan kalau kalian mendambakan MPV boxy premium, namun tabungan belum cukup untuk meminang mobil tersebut. So, semua kembali ke kebutuhan kalian masing – masing.

Read Prev:
Read Next: