Nissan Akan Berhenti Jual Mobil Diesel di Eropa

Nissan Akan Berhenti Jual Mobil Diesel di Eropa
0  komentar

AutonetMagz.com – Seperti yang kita tahu, Nissan merupakan salah satu pabrikan otomotif yang cukup concern dalam hal lingkungan dan sumber tenaga alternatif untuk kendaraan produksi mereka. Dan oleh karena itu, tak mengejutkan jika pihak pabrikan asal Jepang ini mengumumkan bahwa pihaknya akan berhenti menjual mobil diesel untuk pasar Eropa.

Yap, pihak Nissan memang cukup yakin dengan keputusannya ini, karena penghentian penjualan dari mobil diesel ini juga sejalan dengan target mereka untuk memasarkan mobil listrik sebanyak satu juta unit pada tahun 2022 mendatang. Dikutip dari Nihon Keizai (NHK), pihak Nissan memutuskan untuk menghapus mesin diesel dari produk – produk yang dijualnya di masa depan. Ada beberapa faktor lain yang membuat keputusan ini diambil, selain sejalannya keputusan ini dengan target mobil listrik mereka seperti yang kami singgung diatas. Faktor lain tersebut adalah sudah memburuknya pamor mesin diesel sejak adanya skandal pemalsuan data yang dilakukan oleh merk mobil lain.

Dengan memburuknya pamor mobil diesel, para calon konsumen berramai – ramai berpindah dari mobil diesel ke mobil bertenaga listrik atau malah mobil bensin. Nah, perpindahan konsumen inilah yang nampaknya menjadi sasaran empuk bagi Nissan. Langkah ini sendiri tidak hanya dilakoni oleh Nissan, namun juga raksasa asal Jepang, Toyota. Selain itu, pihak pemerintah dari negara – negara di Eropa kini juga semakin memperketat regulasi terkait mesin diesel. Namun perpindahan dari mesin diesel ke mesin bertenaga listrik sendiri menyisakan masalah, terlebih jika kaitannya dengan sisi ekonomi dan juga ketenaga kerjaan. Hal ini terlihat dari keresahan para pekerja Nissan di pabrik mereka di Sunderland, Inggris.

Pabrik perakitan terbesar di Inggris ini dikabarkan akan mendapatkan diet ketat terkait tenaga kerja, dimana kabarnya akan ada 7000 pekerja yang menjadi korban dari dihentikannya penjualan mesin diesel di Eropa. Nissan sendiri menyebutkan bahwa produksi mereka di sana akan melambat tahun ini, namun tahun depan akan diusahakan untuk kembali ke posisi yang baik. Tentunya kita berharap pihak Nissan bisa bijak dalam menghadapi problema ini, apalagi terkait nasib dari para pekerjanya, karena memang sejatinya pergeseran ke sumber tenaga listrik ini adalah langkah positif, namun secara prakteknya tak semudah membalik telapak tangan.

Nah, kalau di Indonesia sendiri pihak Nissan hanya menjual mesin diesel pada Nissan Navara NP300, jika sudi flachback ke tahun lalu, sebenarnya ada sebuah mobil ramah lingkungan yang sempat di isukan masuk ke pasar Indonesia, yaitu Nissan Note e-Power, namun apa kabar sang mobil saat ini? Kalau menurut kalian bagaimana?

Read Prev:
Read Next: