Wah, Teknologi Non Camshaft Koenigsegg Dipakai Di Mobil China!

Wah, Teknologi Non Camshaft Koenigsegg Dipakai Di Mobil China!
0  komentar
Qoros-qamfree-front

AutonetMagz.com – Christian Von Koenigsegg mungkin lebih dikenal sebagai pendiri perusahaan otomotif yang menciptakan hypercar sensasional. Sebut saja Koenigsegg CC, CCX, CCX-R, Agera, Agera R dan yang terakhir adalah Regera, sebelumnya terima kasih pada video game yang turut memperkenalkan mobil-mobil sensasional ini. Namun tahukah anda jika ternyata Koenigsegg juga terkenal akan teknologi terbarunya yaitu mesin tanpa camshaft.

Sedikit mengulik tentang camshaft, tongkat berulir ini mempunyai fungsi dalam mesin sebagai pengendali katup, sistem kerja mekanis inilah yang ingin diganti oleh Christian Von Koenigsegg. Untuk membangun teknologi sampai dalam tahap sempurna dan layak produksi Koenigsegg membangun perusahaan bernama FreeValve. Cara kerja camless adalah katup mesin dibuka oleh aktuator katup pneumatik dan ditutup dengan sejenis per atau tekanan udara. Sistem ini memudahkan kita dalam mengontrol dan mengatur secara individu serta memberikan kinerja katup yang belum pernah ada sebelumnya. Hal ini juga membuat pe-nonaktif-an silinder lebih simpel dari biasanya.

koenigsegg-camless-engine-phea-technology

Sistem ini dipercaya dapat menghasilkan power dan torsi 30 persen lebih besar dari biasanya dan menghasilkan efisiensi 30 persen serta emisi bahan bakar lebih rendah. Lawan para peneliti ini selanjutnya adalah masalah kebisingan, kehandalan dan perbaikan sebelum mencapai ke pasar. Namun nampaknya mereka sudah mempunyai partner kerjasama yang baik, FreeValve telah bekerjasama dengan perusahaan otomotif China Qoros. Teknologi yang disebut Pneumatic-Hydraulic-Electric-Actuator (PHEA) diperkenalkan melalui Qoros Qamfree pada Beijing Motor Show 2016 kemarin.

“Bisakah anda berimajinasi bermain piano dengan tongkat-tongkat yang ditali ke jari anda sebagai perpanjangan jari? Pastinya suara yang dihasilkan akan tidak merdu. Hal ini serupa dengan kondisi sekarang dimana piano sebagai mesin mobil dan tongkat itu adalah camshaft tradisional. Jadi kedatangan FreeValve ini bertujuan untuk memusnahkan “tongkat” dan menghasilkan instrumen yang baik langsung dari masing-masing jari. Kami percaya bahwa suatu hari di masa depan, kedatangan teknologi PHEA dari FreeValve ini akan memperlihatkan transisi besar, bahkan melebihi transisi karburator ke injeksi.” jelas Christian Von Koenigsegg.

koenigsegg-introduced-engine-phea-technology

Bila melihat seperti ini sih nampaknya perusahaan asal Swedia tersebut sudah mendekati masanya untuk produksi massal. Lebih-lebih persiapan teknologi ini akan semakin cepat dengan kerjasama dengan Qoros. Tahu sendiri bahwa Qoros di luar negeri mempunyai track record yang baik, bahkan uji tabrak NCAP Qoros 5 saja mendapatkan bintang lima. Yup patut ditunggu revolusioner dari Qoros dan FreeValve ini. Bagaimana pendapat anda? Monggo berikan tanggapan di bawah ini.

Read Prev:
Read Next:
  • alfian

    Pertamax yey

  • Dean Kuncoro

    Sebenar nya technology ini bukan technology baru, mesin diesel B&W yg d pakai kapal2 besar sebagai main engine sudah menerapkan konsep yg sama cuma mekanisme yg sdikit berbeda
    Silah kan saja liat d youtube mekanisme sistem kerja main engine B&W terbaru

  • auricom

    kinerja mekanikal digantikan pneumatic udara? makin banyak moving parts, makin beresiko rusak!
    secara umum, ahli permesinan menjauhi pneumatics selama bisa, krn masalah seal, masalah kompressor, dll.

    • joni MOPAR

      sotoy lu tong. justru mesing dengan camshaft punya moving parts lebih banyak dr camless valve. Lu ada kemnya sendiri, rocker arm, rantai kamrat/timing belt, timing gears, etc. Sedangkan camless valve engine punya none of that.

  • mungkin mas yuda mau beli koenigsegg lalu dipasang livery sumber kencono..

  • agismaniax

    keren juga nih… mudah2an teknologi freevalve lebih handal dan mudah dalam perawatan… soalnya kalau ngeliat selang2 vakumnya, apakah bisa awet jika diterpa suhu panas mesin? kenapa gak pake media cairan ya yg lebih tahan terhadap suhu dan tekanan?