Vingroup Rugi Hampir 15 Triliun di 2021, Gara – Gara Vinfast??

by  in  Berita & International & Merek Mobil
Vingroup Rugi Hampir 15 Triliun di 2021, Gara – Gara Vinfast??
0  komentar

AutonetMagz.com – Masih ingat dengan brand mobil lokal asal Vietnam yaitu Vinfast? Yap, brand yang menurut kami cukup ambisius itu merupakan anak perusahaan dari Vingroup, sebuah perusahaan lokal berskala besar yang punya banyak anak perusahaan. Sayangnya, ada kabar buruk dari Vingroup, dimana mereka mencatat bahwa mengalami kerugian yang cukup besar di tahun 2021 kemarin karena keuntungan mereka merosot. Bahkan kemerosotannya mencapai hampir 15 triliun Rupiah. Ada apakah gerangan? Apakah Vinfast menjadi biang keroknya?

Rugi Hampir 15 Triliun Rupiah di 2021

Menurut Nikkei, mereka mencatat kerugian yang dialami tahun lalu sebesar 23,9 Dong Vietnam atau setara hampir 15 triliun Tupiah. Jelas ini bukan angka yang kecil, dan menjadi masalah yang cukup serius. Masalahnya, apa penyebabnya? Vinfast merupakan pabrikan mobil yang masih menggunakan mesin pembakaran internal (ICE) yang mana penjualannya kini sudah mulai menurun. Yap, segmen ini memang tergerus oleh kendaraan elektrifikasi ataupun BEV. Dan untuk bisa beradaptasi di era mobil listrik, Vinfast juga melakukan investasi pada pengembangan kendaraan listrik yang akan mereka produksi menggantikan varian bermesin ICE. Pada akhir tahun 2022 mendatang, mereka berencana akan berhenti memproduksi mobil bertenaga ICE dan memulai transisi ke mobil bertenaga listrik.

Inilah alasan kami menyebut brand ini cukup ambisius, karena di umur yang masih cukup muda, banyak keputusan penting yang telah mereka ambil, termasuk switching ke BEV. Sebenarnya, respon pasar pada produk mereka, terutama EV, cukup positif. Mereka mengungkapkan bahwa kurang dari empat minggu sejak membuka order, mereka telah menerima hampir 40.000 pre-order untuk model EV-nya. Tentu ini adalah angka yang positif, bandingkan saja dengan penjualan EV tahunan di Indonesia yang angkanya sangat jauh dari 40 ribu unit. Pada tahun 2021, VInfast juga sudah meluncurkan model VF e34 yang menjadi mobil listrik pertama mereka. Tahun ini, mereka akan melakukan produksi terhadap model lain seperti VF5, VF8, dan VF9 dan pada tahun 2023 mereka akan memproduksi model VF6 dan VF7 yang merupakan model sedan.

Investasi di Segmen EV

Untuk memproduksi mobil listrik, Vinfast membuat Vingroup harus berinvestasi besar dengan mendirikan pabrik baterai serta membangun jaringan penjualan hingga ke Amerika Serikat dan Eropa. Tentunya manuver ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Pham Nhat Vuong, pendiri dan petinggi dari Vinfast juga menyatakan bahwa kerugian yang terjadi karena sektor otomotif ini sebenarnya telah diantisipasi, namun hanya untuk jangka pendek saja. Tahun lalu, Vinfast mampu menjual 35.700 unit kendaraan yang mana sebenarnya meningkat 20% secara YoY dari tahun 2020 silam. Tapi, angka tersebut masih jauh dari kapasitas maksimal pabrik mereka di Cat Hai, Hai Phong, yang mencapai 250 ribu unit per tahun. Artinya, penjualan tahun lalu hanya memenuhi 14% saja dari utilitas pabrik mereka. Tentu menjadi kabar yang tidak terlalu baik. Apakah Indonesia masih berminat untuk mengikuti jejak Vinfast dan menjual produk dengan brand lokal? Resikonya terlalu besar.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: