Toyota Limo Mulai Ditinggalkan Konsumennya?

by  in Berita&Nasional&Toyota
Toyota Limo Mulai Ditinggalkan Konsumennya?
0  komentar

AutonetMagz.com – Jika anda berseliweran di kota – kota besar, maka moda transportasi biasanya cukup mudah ditemui. Baik transportasi umum yang sifatnya individu hingga yang massal. Taksi telah menjadi salah satu moda transportasi yang esensial di jaman sekarang, selain privasi, dan kenyamanan, tentu layanan door-to-door adalah keunggulan transportasi ini.

Nah, jika bicara taksi, maka mobil apa yang selalu muncul di benak anda? Toyota Vios? Hmmm, kurang tepat, lebih tepatnya Toyota Limo. Walaupun Toyota Limo juga bisa dibilag Toyota Vios juga sih, walaupun versi downgrade dengan sunatan massal di sana dan sini. Namun sejak awal 2000-an, Toyota Limo berjaya dalam mengambil hati para penggiat usaha taksi, sebagaimana pendahulunya merajai armada taksi. Ya, maksudnya Toyota Soluna.

Menjadi pengganti Toyota Soluna pada jamannya dulu, Toyota Limo toh memiliki mesin yang durable dan juga tak terlalu susah untuk dirawat. Dan hal tersebut sepertinya yang membuatnya mampu bertahan sebagai unit armada taksi selama lebih dari satu dekade lamanya. Namun, jaman terus berubah dan kebutuhan semakin bertambah tentunya. Toyota Limo harus menerima pil pahit, bahwa dirinya bukanlah pilihan utama lagi di segmen mobil untuk basis taksi ini.

Dikutip dari laman otomotif Kompas.com, tren penjualan Toyota Limo sebagai armada taksi konvensional semakin lama semakin menurun. Penjualan Toyota Limo yang menjadi penguasa pasar armada taksi pun cukup mengejutkan tahun ini. Total sejak awal tahun lalu, penjualan Toyota Limo adalah 0 unit, alias belum ada yang beli, namun ingatlah bahwa perusahaan taksi juga memiliki strategi pembelian dan lifespan dari armadanya. Tahun lalu di periode yang sama, Toyota Limo mampu membukukan 452 unit yang terjual.

Namun indikasi bahwa Toyota Limo perlahan ditinggalkan konsumennya, yang notabene pengusaha taksi, tak hanya terlihat dari tidak adanya unit Toyota Limo yang dibeli, namun juga terlihat dari penjualan saudara dekatnya, Toyota Transmover. Toyota Transmover yang mengambil basis dari Toyota Avanza ini telah laku sebanyak 500 unit sejak awal tahun 2017 lalu.

Kepada Kompas.com, Fransiscus Soerjopranoto, Executive GM Marketing Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan bahwa pihaknya mengamati dan melakukan penyesuaian terkait perkembangan terkait usaha taksi. Dimana sekarang banyak sopir taksi konvensional yang beralih menjadi sopir taksi online yang diklaim menjanjikan penghasilan lebih. Pasar Taksi online pun lebih memilih mobil dengan model LMPV seperti Toyota Avanza tipe E dibandingkan sedan, padahal Toyota Astra Motor sempat merilis Toyota Limo untuk dijual sebagai armada taksi online.

Namun Toyota Limo tak akan serta merta disuntik mati, pihak Toyota Astra Motor masih bernegosiasi dengan perusahaan – perusahaan taksi konvensional terkait pembelian unit, khususnya untuk peremajaan. Karena menurut Toyota Astra Motor, pengusaha taksi konvensional yang sudah senior biasanya masih berpegang dengan model sedan, sedang pengusaha yang mengurus izin baru, lebih condong ke LMPV layaknya taksi online. Ingat, sekarang tidak ada LMPV yang tidak jadi taksi plat kuning, entah itu Avanza, Xenia, Mobilio, Ertiga dan Spin.

Tentu dengan kabar lesunya penjualan Toyota Limo di Indonesia, maka semakin jelas juga bahwa konsumennya ( pihak pengusaha taksi ) perlahan mulai meninggalkannya dan beralih ke segmen LMPV sebagai armada taksi mereka. Sosok yang lebih dari satu dekade menghiasi jalan sebagai taksi konvensional ada di penghujung umurnya. Bagaimana tanggapanmu kawan terkait berita ini? Sampaikan komentarmu ya.

Read Prev:
Read Next: