Toyota Indonesia Optimis Pasar Land Cruiser Tembus 300-an Unit!

Toyota Indonesia Optimis Pasar Land Cruiser Tembus 300-an Unit!
0  komentar

AutonetMagz.com – Toyota Indonesia baru saja memperkenalkan dua jagoan baru mereka di segmen SUV berukuran besar, yaitu All NewToyota Land Cruiser dan New Toyota Fortuner bermesin 1GD 2.800cc. Keduanya dihadirkan untuk mengisi pangsa pasar SUV yang dalam 1 hingga 2 dekade terakhir ini terus bertumbuh di Indonesia. Ngomong – ngomong Toyota Land Cruiser, sebenarnya mobil ini cukup digemari di Indonesia. Namun, statusnya sebagai mobil flagship membuat harga Land Cruiser pun cukup tinggi. Lantas, seberapa optimis Toyota Indonesia melihat pangsa pasar All New Land Cruiser 300 di tahun 2022 ini? Yuk kita kupas lebih dalam.

Optimis Dengan Penjualan Land Cruiser

Dalam sesi press conference yang digelar hari Kamis, 13 Januari 2022 kemarin, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy menjabarkan bagaimana pandangan TAM terhadap pangsa pasar All New Toyota Land Cruiser 300. “Jadi All New Land Cruiser memang segmennya adalah premium SUV, dan memang salah satu flagship model dari Toyota. Sejauh ini, model ini banyak digunakan oleh kalangan Pejabat Pemerintah, termasuk di TNI juga. Dan juga kalangan top management di kalangan swasta, serta segmen premium yang menyukai 4×4 atau mobil offroad. Jadi ini segmen yang sangat spesifik, namun juga sangat stabil demandnya dari waktu ke waktu. Jadi, mudah – mudahan ini bisa menggambarkan demand dari All New Toyota Land Cruiser 300”, jelas Pak Anton. Dengan kata lain, Pak Anton ingin menjabarkan bahwa All New Toyota Land Cruiser 300 sudah memiliki pangsa pasarnya sendiri, dan tidak terlalu kuatir akan kurang peminat. Apalagi, beliau juga menjelaskan bahwa permintaan Toyota Land Cruiser versi lawas dalam beberapa tahun terakhir cukup stabil, dimana penggunanya kebanyakan berasal dari Perusahaan ataupun dari instansi Pemerintah.

Lantas, berapa angka riil yang ditargetkan oleh Toyota? Sesuai judul di atas, angka yang sempat disebutkan oleh pak Anton adalah 300-an unit. “Namanya target, tentu juga tergantung pada kondisi pasar. Tahun lalu, pasar sudah ditutup dengan angka yang sangat baik, yaitu 887 ribuan unit, lebih tinggi dari 2020. Mudah – mudahan tahun ini kondisi market dari sisi ekonomi dan pandemi lebih baik, sehingga pasar bisa di atas 900 ribuan. Sehingga, kondisi tersebut bisa mendukung kedua produk ini (LC300 dan Fortuner)”, jelasnya. “Sebagai gambaran, Land Cruiser tahun lalu penjualannya sampai 95 unit, tahun – tahun sebelumnya bisa stabil di angka 200 an unit. Mudah – mudahan, tahun ini bisa lebih baik. Mungkin bisa ke arah 300-an unit ke atas. Jujur, untuk Land Cruiser, yang saya dengar dari masyarakat, konsumen, maupun dealer, demand-nya jugasangat besar. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di negara – negara lain”, jelas Pak Anton. Memang, jika kita melihat secara angka, maka angka 300-an unit tidaklah besar. Namun, kalian harus ingat bahwa mobil ini harganya mencapai 2,3 miliar Rupiah. Belum lagi statusnya sebagai mobil CBU untuh asal Jepang, yang tentunya tidak bisa semudah itu didatangkan dalam jumlah besar. Nah, kalau kalian cermat, Pak Anton sempat menjabarkan bahwa tahun lalu penjualan Land Cruiser hanya 95 unit saja, terdampak Pandemi juga kah?

Penjualan Land Cruiser Kok Turun di 2021?

Pak Anton tak menjabarkan secara rinci mengenai penurunan penjualan Toyota Land Cruiser di tahun 2021 kemarin. Yang jelas, tahun – tahun sebelumnya, permintaan akan SUV bongsor ini ada di angka 200-an unit per tahun. Nah, ada beberapa alasan yang logis mengenai penurunan penjualan Land Cruiser di tahun 2021 kemarin. Pertama, isu mengenai all new model yang sudah berhembus kencang membuat konsumen nampaknya lebih memilih untuk menunggu model baru. Apalagi, di segmen ini, konsumen tidak membeli Land Cruiser sebagai mobil yang harus cepat sampai di garasi mereka. Kedua, munculnya new model di tahun lalu tentunya membuat produksi old model alias Toyota Land Cruiser 200 dikurangi. Efeknya, tentu jumlah unitnya juga terbatas, tidak sebanyak tahun – tahun sebelumnya. Dan kecurigaan terakhir kami adalah masalah chip shortage. Yap, sebagai mobil yang tak masuk dalam segmen volume maker, tentunya nama Toyota Land Cruiser sangat mungkin dikorbankan demi produksi model lain yang mengejar penjualan dengan volume besar. Sejumlah kondisi itu nampaknya memberi dampak pada penjualan Toyota Land Cruiser selama tahun 2021 kemarin.

Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: