Toyota Berhemat 100 Milyar Yen Guna Kembangkan Tenaga Listrik

Toyota Berhemat 100 Milyar Yen Guna Kembangkan Tenaga Listrik
0  komentar

AutonetMagz.com – Di tengah isu energi yang memang manjadi salah satu fokus industri otomotif global, serta para rival di segmen otomotif yang bergerak ke arah teknologi bertenaga listrik, nampaknya Toyota sudah tak bisa lagi bersantai – santai. Kabar terbaru menunjukkan bahwa pabrikan asal Jepang ini sudah mengencangkan ikat pinggangnya untuk lebih fokus lagi ke arah riset dan pengembangan teknologi bertenaga listrik untuk produk dan industri yang digarapnya.

Kabar terbaru menunjukkan bahwa Toyota ternyata sudah melakukan penghematan sejak 6 bulan terakhir hingga bulan September 2017 lalu. Dan dari penghematan tersebut, terkumpulah dana sebesar 100 milyar Yen atau jika dirupiahkan menyentuh angka 11,9 Triliun Rupiah. Untuk apa dana sebanyak itu? Toyota memang membutuhkan dana itu untuk melakukan pengembangan di bidang mesin bertenaga listrik dan teknologi – teknologi baru seperti teknologi autonomous driving yang juga sedang menjadi fokus pabrikan – pabrikan mobil global. Lalu, penghematan seperti apa yang dilakukan oleh Toyota?

Yang jelas, Toyota melakukan efisiensi pada setiap proses manufakturing mereka yang membuat mereka mampu mengantongi 3.300 US Dollar setiap menitnya alias 44 juta Rupiah per menit selama enam bulan. Namun jangan merasa angka itu besar untuk biaya pengembangan dan penelitian di bidang otomotif, karena nyatanya dana yang terkumpul selama 6 bulan ini hanya sepersepuluh dari biaya total riset dan pengembangan yang dicanangkan oleh pihak pabrikan asal Jepang ini. Ya, Toyota telah menganggarkan peningkatan anggaran untuk riset dan pengembangan secara drastis, angkanya sendiri mencapai 1,06 Triliun Yen. Berapa Rupiah? Kalikan saja dengan 119 Rupiah, angkanya sudah cukup panjang untuk dituliskan.

CFO dari Toyota Motor Corporation, Osamu Nagata mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penghematan secara intensif dimanapun ada celah. Nagata-san mengatakan pula bahwa pihaknya tak hanya mengembangkan produk untuk menjadi yang terdepan di bidang teknologi, namun juga aspek komersial. Oleh karena itu, mereka membutuhkan peningkatan anggaran riset dan pengembangan untuk mengembangkan teknologi mereka menjaid lebih maju lagi. Sebuah firma analis di Jepang, Nomera Holdings, mengatakan bahwa jika Toyota masih bertahan dengan skema mereka ini, Toyota bisa menjadi salah satu pemimpin pasar di industri otomotif masa depan.

Ya, sebenarnya hal ini bisa diprediksi. Karena siapapun atau pabrikan manapun yang bisa visioner dan jauh melihat ke depan serta merancangkan bisnis dengan baik, maka bisa dipastikan pabrikan tersebut berpeluang menjadi pemimpin di segmen pasar ini. Bagaimana menurut kalian? Yuk sampaikan pendapat kalian kawan.

Read Prev:
Read Next: