Toyota Bakal Gebrak Teknologi Baterai : Lebih Irit dan Ngecasnya Lebih Cepat!

Toyota Bakal Gebrak Teknologi Baterai : Lebih Irit dan Ngecasnya Lebih Cepat!
0  komentar

AutonetMagz.com – Masa depan tenaga mobil adalah mobil listrik, banyak yang meyakini demikian. Orang bijak bilang, salah satu cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan mewujudkannya, dan hal itulah yang diambil beberapa produsen mobil. Sejumlah teknologi untuk mobil listrik mulai diluncurkan, termasuk baterai lithium ion yang sekarang jamak dipakai mobil-mobil listrik seperti Tesla, Hyundai Ioniq, Hyundai Kona dan BMW i3.

Jarak tempuh mobil-mobil tadi berkisar 250 km hingga 500 km, dan pengisian daya mereka bervariasi tergantung kekuatan charger dan daya listrik. Bisa 2-3 jam, bisa seharian penuh, dan sampai saat ini kita menganggap hal ini lumrah. Nah, Toyota ingin mengubah hal ini dengan mendorong terus inovasi baterai solid state, mereka bahkan dikabarkan sudah mengujinya di suatu mobil tes dan siap ke tahap selanjutnya.

Nikkei Asia mengabarkan bahwa Toyota akan memperkenalkan mobil listrik konsep baru yang mengandalkan teknologi baterai solid state ini tahun 2021, dan akan siap produksi sekitar tahun 2025 atau setelahnya. Apa sih baterai solid state? Baterai ini beda dengan jenis lithium ion yang memakai elektrolit berbentuk gel polimer atau cair, baterai solid state memakai elektroda dan elektrolit padat. Makanya disebut baterai solid state, sebab solid artinya padat.

Baterai solid state dikabarkan memiliki kepadatan energi lebih baik, waktu pengisian daya yang lebih cepat dan jarak tempuh lebih jauh dibandingkan baterai lithium ion biasa. Sebagai perbandingan, mobil listrik Lucid Air dengan baterai lithium ion bawaannya bisa berjalan sejauh 832 km dan hanya perlu diisi daya selama 20 menitan jika ingin menambah jarak tempuh sebanyak 482 km. Jika angka itu saja sudah bagus, bayangkan jika baterai solid state ini sudah siap dipakai publik.

Selain Toyota, merek lain yang juga sedang berjibaku memajukan teknologi baterai solid state adalah VW. Mereka bekerja sama dengan QuantumScape dan perkembangannya juga cepat sekali, jadi duel soal teknologi baterai solid state sedang berlangsung antara Toyota dan VW. Tentu saja ada beberapa tantangan, misalnya harga, sebab diyakini mobil listrik atau hybrid yang menggunakan teknologi baterai solid state tidak akan murah di awalnya, mengingat teknologi ini masih baru.

Tantangan kedua adalah soal durabilitas. Baterai solid state beberapa tahun lalu durabilitasnya masih dipertanyakan, tapi jika Toyota berani memperkenalkan teknologi ini dan mereka pasti sadar betul reputasi Toyota soal durabilitas mobilnya sudah sangat baik, harusnya mereka tidak main-main di sini. Komitmen Toyota terhadap teknologi ini bisa dilihat dari sekitar 1.000 paten lebih yang didaftarkan terkait dengan baterai solid state. Apa Toyota bakal mengubah peta persaingan mobil listrik? Sampaikan opinimu di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: