Toyota Astra Motor Indonesia Recall 40.000 Mobil Karena Airbag Takata

by  in Toyota
Toyota Astra Motor Indonesia Recall 40.000 Mobil Karena Airbag Takata
0  komentar

Jakarta, AutonetMagz – Selain Honda Prospect Motor, Toyota Astra Motor rupanya juga ikut menarik 40.000 mobil mereka yang sudah dijual di Indonesia karena masalah penggunaan airbag Takata.

Tercatat, 40.280 unit mobil akan di recall oleh Toyota Astra Motor mulai dari tahun 2001 hingga tahun 2008. Mobil tersebut terdiri dari Toyota Camry, Toyota Corolla Altis, Toyota Yaris dan tentu saja kembarannya yaitu Vios. Toyota Limo tidak termasuk ke dalam recall ini karena belum dilengkapi oleh Airbag.

Masalahnya sama seperti airbag Takata yang disematkan pada mobil Honda, yaitu inflator yang ringkih sehingga jika airbag mengembang, tabung inflator yang terbuat dari besi bisa pecah dan terpental sehingga menyebabkan penumpang terluka, bahkan sampai meninggal dunia.

Untungnya untuk mobil-mobil Toyota, tercatat belum ada yang menjadi korban dari airbag Takata ini, apalagi hingga meninggal dunia.

Program recall ini memiliki nama khusus yaitu Special Service Campaign atau disingkat dengan SSC, dimana nama tersebut sudah menjadi nama global untuk perbaikan mobil-mobil Toyota. Toyota memang punya istilah sendiri untuk hal ini, dan SSC tidak sendiri. Mereka punya 3 istilah, mulai dari Limited Service Campaign atau Customer Support Program. LSC merupakan semacam recall yang memiliki jangka waktu terbatas, sedangkan SSC tidak terbatas. Sedangkan CSP merupakan bentuk “Warranty Enhancement” yang akan memperpanjang masa garansi mobil anda atau salah satu spare parts yang memiliki usia pendek.

Jika anda pemilik salah satu mobil Toyota yang disebutkan diatas dengan tahun pembuatan yang sama, anda bisa menunggu surat pemanggilan perbaikan atau recall, dan jika anda memiliki pertanyaan atau tidak mendapatkan panggilan, Toyota membuka jalur komunikasi untuk konsumen di 1500315 atau di website toyota.astra.co.id/ssc/ untuk lebih lengkapnya.

Recall merupakan salah satu bentuk tanggung jawab

Read Prev:
Read Next: