Teknologi Mobil Listrik Baru Hyundai, Jakarta-Semarang Cukup Sekali Charge!

Teknologi Mobil Listrik Baru Hyundai, Jakarta-Semarang Cukup Sekali Charge!
0  komentar

AutonetMagz.com – Jujur saja, Hyundai bukan merek mobil pertama yang menjual mobil listriknya di sini secara resmi, karena gelar itu dipegang oleh BMW i3. Akan tetapi, Hyundai jadi merek mobil pertama di Indonesia yang memasarkan mobil listrik dengan harga yang lumayan oke, karena tidak sampai miliaran. Hyundai Ioniq EV dan Hyundai Kona EV yang harganya tak sampai 700 jutaan mulai menggoda konsumen untuk memilih mobil listrik sebagai mobil kedua.

Melalui gerakan ini, bisa kita lihat bahwa Hyundai benar-benar serius soal mobil listrik. Baru-baru ini, Hyundai memperkenalkan platform mobil listrik baru yang disebut Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Ya kalau Toyota punya TNGA, Hyundai punya ini, dan ini adalah sasis baru yang akan jadi pondasi mobil listrik keluaran terbaru dari Hyundai dan KIA di esok hari. Sasis ini bisa jadi banyak mobil, bisa jadi sedan, SUV, MPV, hatchback dan crossover.

Sasis ini telah dirancang untuk stabil saat menikung dan mantap menapak di kecepatan tinggi. Suspensi depan-belakang memakai suspensi independen, dan sasis ini standarnya menganut 1 motor listrik di roda belakang untuk menjadikannya mobil RWD, namun nanti bisa tambah 1 motor lagi di roda depan untuk jadi AWD jika konsumen butuh. Mengubah setelan dari RWD ke AWD pun bisa dilakukan melalui kabel yang menyalakan atau memutus koneksi ke motor depan. Macam transfer case, tapi ini versi listriknya.

Secara spek bawaan, sasis E-GMP ini sudah siap untuk diisi ulang baterainya dengan tegangan 800V atau 400V tanpa perlu memasang aksesoris ekstra. Ia juga bisa diisi daya dengan sangat cepat, yakni 350 kWh, di mana artinya ia bisa mengisi daya dari kondisi tipis ke 80 persen hanya dalam 18 menit. Sebagai perbandingan, Porsche Taycan Turbo S bisa mengisi daya dari hampir habis ke 80 persen dalam 22,5 menit.

Baterai mobil listrik Hyundai yang memakai sasis E-GMP ini akan ditaruh di antara roda depan dan belakang dengan posisi tidur supaya titik beratnya rendah dan merata. Urusan jarak tempuh, Hyundai mengklaim bahwa jarak tempuh baterainya dari penuh sampai habis sekitar 498 km, atau kira-kira setara jarak Jakarta ke Semarang, meski saat sampai Semarang mobil harus di-charge lagi. Sebagai perbandingan, jarak tempuh Hyundai Kona EV di Indonesia kira-kira 320 km-an.

Hyundai Motor Group – yang terdiri dari Hyundai, KIA, Genesis dan Ioniq – akan memperkenalkan 23 mobil baru berteknologi elektrifikasi beberapa tahun mendatang, termasuk 11 mobil listrik murni. Sasis Hyundai E-GMP ini akan dipakai pertama kali oleh mobil Ioniq 5 di tahun 2021 dan mobil listrik baru KIA yang juga akan muncul di tahun yang sama. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: