Review Piaggio MP3 : Sensasinya Beda!

Review Piaggio MP3 : Sensasinya Beda!
0  komentar

AutonetMagz.com – Dunia otomotif roda dua memang secara keseluruhan tidaklah sedinamis roda 4 yang terdapat jauh lebih banyak merk untuk bersaing. Namun tetap saja, inovasi tetaplah dibutuhkan untuk menggairahkan pasar, dan biarpun bukan sang pionir, namun Piaggio MP3 sebagai produk trike (motor 3-roda) pertama dari Piaggio memanglah sensasional.

Sejak diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2017, Piaggio MP3 500 Business memang memiliki fans tersendiri, terutama orang-orang yang memang ingin tampil beda dan jatuh cinta dengan handling atau sensasi unik yang ditawarkan oleh motor 3 roda ini. Di touring media Bersama PT. Piaggio Indonesia (PI) di Lombok beberapa saat yang lalu, tim Redaksi AutonetMagz yang diwakili oleh @claudius Surya mendapatkan kesempatan untuk lebih dekat dan menggunakan motor unik ini. Jadi bagaimana detailnya? Simak artikel di bawah ini.

Eksterior & Desain

Secara eksterior memang Piaggio Mp3 ini terlihat besar, yang merupakan ciri khas sebuah skuter 3 roda. Motor ini memiliki bagian depan besar dan gagah. Model dual headlight juga cocok dengan garis desain motor ini, ditambah windshield yang cukup besar dan melengkapi desainnya. Grille besar dengan logo Piaggio di bagian bawah juga memberikan akses udara ke radiator plus suspensi uniknya. Suspensi Piaggio MP3 ini sendiri menciptakan sebuah benchmark di segmen sepeda motor 3 roda, karena umumnya 2 roda di depan ini dapat berbelok dengan kontrol dari steering handle.

Nah, di Piaggio MP3 ini bagian roda dapat miring menyesuaikan posisi bodi motor, istilahnya suspensinya dapat tilt and turn. Fleksibilitas suspensi ini dimungkinkan oleh adanya batang kantilever antara kedua suspensi yang dapat mendistribusikan sudut kemiringan kendaraaan ke kedua belah suspensi roda, ditambah setup suspensi yang pas, membuat mengendarai Piaggio MP3 terasa unik. Kedua roda depan meggunakan ukuran 13 inch dengan profil ban 110/70 dan rem cakram 258 mm untuk kedua ban depan. Sedangkan roda belakang menggunakan ban 14 inchi dengan profil 140/70 dan rem cakram 240 mm.

Pada bagian dek bawah juga kita bisa menemukan sesuatu yang unik, karena biarpun Piaggio MP3 dilengkapi oleh tuas rem depan dan belakang di bagian kiri dan kanan steering handle, Piaggio juga memberikan rem belakang yang dapat diinjak di sebelah dalam dek kanan dari motor. Mungkin ini warisan dari Vespa-vespa jaman dahulu yah, yang memiliki rem di kaki. Tetapi peletakkan pedal agak menggangu dan mengurangi luas dek untuk meletakkan kaki kita. Di bagian steering handle, seperti biasa, tuas-tuas pengoperasian motor, seperti tuas sein, hazard, lampu, dll sudah disematkan.

Ada tambahan tuas ‘Mode’ untuk merubah tampilan MID di panel instrument dan tombol untuk mengunci atau membuka mekanisme penguncian suspensi. Fungsi penguncian suspensi ini berguna untuk menjadikan motor ini seperti ‘Mobil’ ketika di dalam kondisi berhenti, jadi ketika tombol ditekan ke posisi ‘Lock’ maka kedua suspensi depan akan terkunci pada posisinya, dan kita tidak usah menurunkan kaki untuk mensupport berat motor yang memang ‘Berat’. Namun ketika gas kita punter dan motor mulai berjalan, ‘Locking’ ini akan otomatis terbuka dan roda dapat ‘tilting’ atau miring sesuai bodi motor.

Pada area panel instrument, sebenarnya tidaklah ada yang istimewa, karena indikator standar seperti kecepatan, putaran mesin, dan MID ada di sini, untungnya ukuran font dan cluster ini cukuplah besar, sehingga mudah dipantau di kondisi apapun. Untuk profil sampingnya , barulah terlihat sebenernya motor ini biarpun terlihat besar, tapi lebih dikontribusikan oleh body bagian depan yang memang besar. Sedangkan body samping ke belakangnya lebih ramping, namun tetap dengan kursi empuk yang bertingkat dan memiliki support di bagian panggul.

Jadi untuk pengendara maupun yang dibonceng tetap merasa nyaman di kondisi perjalanan apapun. Di bawah jok yang nyaman itu, ada ruang bagasi yang cukup luas untuk menampung 2 helm full face sekaligus pembukaan kursi sudah dilengkapi dengan hidraulik untuk menjaga posisi bukaan dan memudahkan akses. Pada bagian belakang, ciri khas sebuah big scooter tetap terlihat, lampu rem LED, dan spakbor besar menutupi roda belakang yang terlihat proporsional dengan keseluruhan desain motor. Hanya saja, andai desain belakangnya lebih agresif pasti bisa membuat keseluruhan desain motor jadi lebih atraktif.

Mesin

Untuk mesin sendiri, tipe yang dibawa Piaggio Indonesia untuk pasar kita adalah Piaggio MP3 500, biarpun di luar ada yang menggunakan mesin 350 cc, namun tidak tersedia di pasar kita. Mesin 4 tak 500 cc, SOHC berpendingin cairan ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 44.2 hp pada 7.750 rpm, dan torsi 47.5 Nm mulai 5.500 rpm berkat optimalisasi pada profil cam, aliran udara masuk, dan kompresi yang lebih tinggi (mencapai 11.5:1 dari mesin generasi sebelumnya yang 10.9:1). Angka-angka ini disalurkan ke roda belakang melalu transmisi CVT khas motor-motor matic jaman sekarang.

Riding Impression

Jadi bagaimana impresinya? Satu kata untuk menggambarkannya ‘Unik’ karena memang dengan 2 roda di depan, maka traksi lebih berlimpah, dan setup suspensi yang diberikan oleh Piaggio membuat kita merasa motor ini selalu napak, terutama di bagian Front end. Namun dengan 2 roda di depan, memang fleksibilitas dalam menikung agak terpangkas jika kita bandingkan dengan motor 2 roda (depan belakang) seperti pada umumnya. Sehingga mengendarai Piaggio MP3 ini kita harus lebih memperhatikan ‘racing line’ kita ketika menikung yang cenderung sedikit lebih lebar jika dibandingkan menggunakan motor biasa.

Suspensinya sendiri cenderung firm di bagian depan, dan lebih soft di belakang, dan uniknya lagi, dengan posisi riding standar saja sudah cukup menaikan rasa ‘pede’ kita dalam menikung, plus ditambah adanya ASR paling tidak dapat meminimalisir potensi slip ketika melintasi kondisi jalan licin. Dengan setup 2 roda 2 suspensi di depan ini yang kami kagumi adalah banyaknya feedback dari roda ke steering handle sehingga kita dapat merasakan kondisi jalan dan merespon kontrol dari kendaraan dengan baik, jadi bisa dibilang mengendarai Piaggio MP3 ini sudah dapat dikatakan ‘Fun’.

Sedangkan untuk penumpang sendiri amatlah nyaman, mirip seperti menaiki motor-motor cruiser, yang menawarkan kenyamanan di perjalanan jauh. Ini didukung oleh suspensi belakang yang soft dan kontur maupun ketebalan busa yang supportif untuk perjalanan jauh. Hanya saja memang dengan konfigurasi 3 roda seperti ini tidaklah terlalu fleksibel untuk berkendara di tengah-tengah lalu lintas yang padat seperti di kota-kota besar. Karena, motor ini cenderung membutuhkan celah yang agak lebar, mengingat dimensi motor ini sendiri lebih lebar bahkan dibandingkan motor-motor besar sekalipun.

Sedangkan untuk performa mesin, kami rasakan sudah cukup untuk menghela motor seberat hamper 260 kg ini. Memang, mesinnya tidaklah sehalus mesin-mesin i-Get modern dari Vespa dan Piaggio, namun tarikan bawah yang cukup halus beserta high-end power (nafas Panjang) yang bagus, motor ini mampu mengimbangi moge-moge 800-900 cc di kecepatan cruising 100 km/jam.

Kesimpulan

Jadi setelah mencoba si MP3 ini, kesimpulannya apa? Piaggio MP3 ini memang sebuah motor yang Unik, dan menawarkan sensasi berkendara yang berbeda dibandingkan motor-motor biasa. Dengan konfigurasi 2 roda di depan, dia memiliki grip front end yang melimpah meskipun sedikit mengorbankan kelincahan yang biasanya dimiliki oleh motor-motor 2 roda biasa. Impresi berkendara dan fisiknya sendiri cukup membuat motor ini sebagai salah satu pilihan terbaik untuk cruising atau touring jarak jauh.

Mengapa? karena motor ini cukup bertenaga dan nyaman untuk digunakan baik sendiri maupun berboncengan dengan tetap memiliki kepraktisan membawa barang untuk perjalanan jauh. Namun dengan kapasitas mesin 500 cc yang biarpun memiliki high end power yang bagus, pajak yang harus dibayarkan untuk Piaggio MP3 ini membuat harganya berada pada segmen yang eksklusif yaitu sekitar 300 jutaan, sekaligus menutup peluangnya untuk menggaet volume penjualan yang lebih baik.

Read Prev:
Read Next: