Review Nissan Magnite Premium CVT : Pecicilan Dalam Kota!

by  in Berita&Merek Mobil&Nasional
Review Nissan Magnite Premium CVT : Pecicilan Dalam Kota!
0  komentar

AutonetMagz.com – Segmen small SUV di Indonesia kini tengah naik daun. Dimulai dengan kedatangan KIA Sonet di pertengahan tahun 2020 silam, disusul oleh Nissan Magnite di penghujung 2020 dan duo Astra beberapa bulan lalu. Segmen ini langsung melejit dan menjadi salah satu primadona baru bagi konsumen Indonesia. Namun, dari keempat pemain di level ini, ada satu nama yang nampaknya belum bisa bersinar terang. Dan mobil itu adalah Nissan Magnite. Padahal, mobil ini menawarkan paket yang menarik dengan bungkus yang cantik. Masalahnya ada pada suplai dari Renault Nissan India di Chennai yang sangat terbatas. Tingginya antusiasme publik India pada Nissan Magnite berujung pada kecilnya kuota ekspor, termasuk ke Indonesia.

Alhasil, setelah 8 bulan lebih diluncurkan di Indonesia, unit – unit Nissan Magnite baru mulai terkirim ke tangan konsumen dan sejumlah diler di Indonesia sebagai unit display. Tim AutonetMagz sendiri cukup beruntung karena bisa 3 kali berinteraksi dengan Nissan Magnite, termasuk membawanya ke luar kota dan mengetes impresinya. Video reviewnya bisa kalian tonton di channel Youtube AutonetMagz. Kali ini, tim satelit di Surabaya juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba Nissan Magnite tipe Premium, alias tipe tertinggi. Dan kali ini kami mencoba untuk melihat Nissan Magnite dari sisi yang berbeda dengan bahasan di Youtube. Kami menggunakan Nissan Magnite untuk aktivitas di dalam kota, termasuk membelah jalanan Surabaya di jam – jam macet, seperti jam pulang kerja. Lantas, seperti apa impresi mobil ini?

Torsi Mantap, Bikin Pecicilan

Kalau kalian sudah menonton video review Nissan Magnite di channel Youtube AutonetMagz, maka kalian pasti tahu bahwa kedua reviewer kami yaitu Audy dan Grady berpendapat bahwa mobil ini lincah. Dan benar saja, saat menggunakan mobil ini di jalanan Surabaya, Nissan Magnite sangat mudah untuk diajak bermanuver. Setir yang enteng nampaknya akan menjadi poin menarik bagi kaum hawa, ataupun mereka yang ingin mobil bergaya easy going. Walaupun sebenarnya setir yang enteng ini justru membunuh feeling dari steering itu sendiri. Tapi, memang Nissan Magnite tidak menyasar driving enthusiast. Pedal gas sama seperti mobil jaman now, sekali toel sudah lari. Sedangkan pedal rem harus ditekan sedikit dalam hingga rem bisa engage. Sayangnya, untuk sebuah mobil automatic, ukuran pedal rem mobil ini terlalu kecil. Bagaimana konsumsi BBM? Kami mendapatkan angka 13,9 km/liter saat membelah jalanan dari Surabaya Timur ke Barat melalui rute yang padat. Nice.

Untuk urusan mesin, Nissan Magnite mengandalkan mesin 1.000cc 3 silinder turbo berkode HRA0DET. Tenaganya hanya 99 hp pada 5.000 rpm, tapi torsinya 160 Nm mulai 2.800 rpm. Tenaganya tak superior, namun torsinya cukup besar untuk mobil yang panjangnya tak sampai 4 meter ini. Alhasil, berkendara dengan Nissan Magnite di dalam kota bisa dikatakan cukup asyik. Tak perlu effort besar untuk berakselerasi. Awalnya kami sedikit ragu dengan peforma CVT mobil ini, namun ternyata responnya diluar ekspektasi. Rubber bandeffect-nya masih bisa ditolerir, dan saat kick down, responnya juga cukup baik. Kalaupun ada yang ingin kami kritisi soal mesin dan transmisi ada pada saat idle atau mulai berjalan. Getaran mesin khas 3 silinder masih terasa jelas saat mesin idle dan saat berjalan dengan kecepatan rendah (crawling). Sedangkan transmisinya terasa ada sensasi ‘jedug‘ saat berpindah dari N ke D, mirip dengan Wuling Cortez CT CVT. Namun, sensasi ini tidak selalu kami temui saat berganti gigi.

Untuk suspensi, bisa dikatakan Nissan Magnite memiliki supensi yang moderat. Tak bisa dibilang keras sampai gubrak – gubrak, namun bukan yang tipikal lembut mengayun juga. Saat mobil yang sama dites tim AutonetMagz di jalan Tol beberapa bulan lalu, sensasinya lebih ke arah stiff namun dengan rebound yang kurang cepat. Khas budget suspension. Namun, untuk penggunaan dalam kota, Nissan Magnite terbilang nyaman. Set suspensi depan terasa lebih kaku, dan suspensi belakang lebih nyaman. Saat melewati polisi tidur pun mobil ini masih bisa meredam dengan baik. Sedangkan masalah keheningan kabin, suara ban dan road noise memang masih jadi pekerjaan rumah untuk Nissan. Sedangkan suara mesin juga masih masuk, terutama saat idle dan saat mesin diajak berlari dengan putara mesin diatas 3.000 rpm. Bahkan seorang kawan berceletuk, “kok seperti mesin diesel ya?”. Tapi semua itu akan hilang saat kalian memutar lagu di dalam kabin mobil ini. life hack.

Interior Praktis & Modern, Tapi…

Geser ke masalah interior, jujur saja interior mobil ini terkesan modern dan cukup enak dipandang. Namun, yang enak dipandang belum tentu enak dipegang. Ada beberapa bagian plastik di kabin Nissan Magnite yang secara build quality dan finishing kurang oke. Seperti plastik di area bawah setir dan di konsol tengah. Dashboard mobil ini juga didominasi bahan plastik, tak ada bahan empuk sama sekali. Namun, kami mengapresiasi penggunaan fabric di doortrim, yang bahkan juga diaplikasikan ke pintu baris kedua. Kami juga apresiasi model konsol tengah dengan ruang penyimpanan terbuka yang dibuat 2 level, seperti saudaranya, Renault Triber. Glovebox mobil ini juga cukup besar dan sudah dilengkapi lampu, dan kantong pintunya juga terbilang besar. AC Digitalnya juga cukup dingin untuk mendinginkan hati di panasnya kota Surabaya.

Arah pengatur semburan AC juga lengkap, ada mode Auto, dan bisa disetel untuk defogger depan dan belakang. Sedangkan head unit-nya secara ukuran cukup pas, ada banyak mode konektivitas termasuk android auto. Oiya, di dalam head unit ini juga ada fitur Eco yang bisa memberikan ‘nilai rapor’ dari peforma kaki kalian. Ada juga eco coaching untuk membimbing kalian bagaimana berkendara ramah lingkungan. Ada kamera 360 derajat yang tombolnya menjadi satu dengan head unit, namun kami menilai bahwa kualitas kameranya kurang bagus. Panel instrumen Nissan Magnite adalah bagian yang kami paling suka. Ada animasi keren saat mobil menyala, dan seluruh panelnya sudah digital. Indikator bensin di kanan, dan indikator suhu (bar) mobil di kiri. Di sisi tengah ada layar kotak yang menyajikan beberapa informasi penting.

Di tampilan awal, akan ada tachometer besar dengan warna mencolok, dan speedometer di sisi bawahnya yang berdampingan dengan informasi posisi gigi. Di pojok – pojok layar kotak ini ada odometer, tripmeter A dan B, indikator suhu (derajat), dan juga jam digital. Indikator sport mode, foglamp dan lampu juga mengisi layar utama ini. Begitu kita menggeser layar ke mode lain, akan muncul mode Eco yang memperlihatkan bar dari seberapa dalam kita menginjak pedal gas. Ada rata – rata konsumsi BBM yang akan selalu di-reset setiap mobil mati, dan juga history dari capaian FC yang berhasil kita raih. Mode berikutnya menunjukkan kombinasi drive computer yang memperlihatkan lama berkendara, jarak tempuh, dan rata – rata kecepatan. Di bagian ini bisa dipilang paling komplit, karena menampilkan juga tachometer dan indikator eco driving seperti di mode kedua. Mode terakhir hanya untuk mengatur kecerahan dari panel instrumennya.

Kursi dari Nissan Magnite tak bisa dibilang tebal, namun cukup enak untuk menopang badan. Pengaturan kursinya juga cukup fleksibel, namun tidak untuk pengaturan setir. Setirnya hanya bisa tilt saja, dan posisinya agak sedikit rebah. Posisi berkendara Nissan Magnite juga sangat commanding, khas SUV. Satu detail yang kami sadari adalah kedalaman dashboard dari kaca depan ke driver terbilang pendek, mengingatkan kami pada sejumlah mobil yang kami temui di India. Di baris kedua, penumpang Nissan Magnite juga tak akan dianak tirikan. Masih ada kisi AC sebanyak 2 buah, kantong di belakang bangku depan, dan port 12volt. Oiya, ada armrest dengan 2 buah cup holder dan juga gadget holder. Detail yang biasanya dilupakan. Bagasinya juga terbilang besar untuk mobil kompak, namun kami sayangkan bibir bagasinya cukup tinggi.

Kesimpulan

Jadi, apa kesimpulannya? Nissan Magnite adalah mobil yang bisa kalian pertimbangkan untuk penggunaan dalam kota, terutama kalau kalian ingin mobil yang lincah, mudah dikendarai, dan torsinya mumpuni. Tampilannya yang kalem dengan wajah modern membuatnya terlihat cantik di perkotaan. Kabin mobil ini luas, fiturnya lumayan, namun ada beberapa catatan dari build quality. Mesinnya juga bisa diandalkan di dalam kota, dan konsumsi BBM-nya terbilang irit. Sayangnya, masalah getaran mesin dan juga keheningan kabin nampaknya perlu kalian pertimbangkan. Diluar itu, Nissan Magnite adalah paket komplit yang menarik untuk mobilisasi perkotaan, atau mungkin sedikit keluar kota. Semoga suplai mobil ini bisa membaik di masa depan. Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

YANG KAMI SUKA :

+ Mesin bertorsi besar yang enak untuk pecicilan di jalan perkotaan
+ Lampu depan Full LED yang terang
+ Radius Putar Patah
+ AC Digital dengan mode Auto dan pengaturan lengkap
+ Ruang penyimpanan berlimpah
+ Kualitas Audio Bagus
+ Panel Instrumen full Digital yang modern
+ Konsumsi BBM

YANG KAMI KRITISI :

– Kualitas plastik interior dan finishing
– Getaran Mesin 3 silinder
– Suara mesin, kolong, dan ban (keheningan kabin)
– Posisi setir kurang tegak
– Pedal rem kekecilan
– Kamera 360 kualitasnya begitulan

Special Thanks to Nissan Ahmad Yani Surabayauntuk unit yang sudah dipinjamkan ke tim AutonetMagz.

Read Prev:
Read Next: