Restorasi Jadi Sempurna? Nggak Level bagi Lamborghini!

Restorasi Jadi Sempurna? Nggak Level bagi Lamborghini!
0  komentar

AutonetMagz.com – Normalnya, restorasi mobil bertujuan untuk menjadikan kondisi mobilnya kembali sempurna seperti sediakala layaknya mobil baru. Restorasi bisa dilakukan oleh siapa saja mulai dari perorangan, bengkel, karoseri bahkan pabrikan mobil pun kini melayani menu restorasi. Lamborghini juga menyediakan layanan yang sama, tapi kalau pihak lain merestorasi suatu mobil supaya jadi sempurna, Lamborghini malah membiarkan adanya cacat pasca restorasi. Lah?

Sebelum kita lompat ke alasannya, kita berkenalan dulu. Divisi restorasi banteng Italia ini bernama Polo Storico dan mereka sudah merestorasi 98 Lamborghini klasik dengan lama pengerjaan kurang lebih 18 bulan dan minimal biayanya 6,4 Miliar Rupiah. Saat menghabiskan waktu dan uang sebesar itu, wajar jika konsumen ingin hasilnya sesempurna mungkin. Nah, Polo Storico tidak percaya pada kesempurnaan, karena mereka yakin ketidaksempurnaan adalah kunci kesuksesan restorasi mereka.

Kenapa kok begitu? Bos Polo Storico, Paolo Gabrielli punya pandangan bahwa hasil restorasinya harus bisa sama seperti saat mobil Lamborghini itu baru keluar dari pabrik, bukan sempurna menurut standar dunia modern.”Mobilnya harus ada sedikit cacat, sebagaimana saat mobilnya masih baru. Tugas saya kepada anda sebagai pelanggan adalah merekondisi mobil menjadi seperti masih baru. Jika saat baru sudah ada cacat, maka tidak masalah,” katanya kepada CAN Luxury.

Memang tiap mobil sejatinya beda-beda karakternya dari tiap negara. Mobil Jerman selalu penuh perhitungan, dibuat secara rapi, fungsional dan efisien. Mobil Jepang itu praktis, awet, tahan lama dan biasanya bisa bikin kabin luas meski ruangnya terbatas. Mobil Amerika senang dengan yang besar-besar, baik bodi maupun mesinnya karena harga bahan bakar di sana tidak mahal. Mobil Italia? Harus cantik, penuh passion dan kencang, cacat-cacat sedikit mah tidak apa-apa.

Membuat mobil yang sempurna 100 persen itu mudah, tapi kalau anda mau mobil yang sempurna, itu tidak otentik. Jika mobil hasil restorasi anda punya cat yang amat sangat sempurna, berarti itu palsu. Ini tentang detail kecil yang tidak sempurna. Dahulu kala, mereka tidak presisi mengenai beberapa hal detail, karena memang bukan begitu cara kerjanya,” tambahnya. Bahkan saat mereka mencetak ulang buku manual, kesalahan ketik atau typo akan dibiarkan begitu saja, tidak direvisi.

Menurut Gabrielli, tidak ada dua Lamborghini yang sama persis pada dahulu kala dikarenakan waktu itu produksinya masih manual alias pakai tangan. Saat membuat bodi beberapa puluh tahun yang lalu, karyawan Lamborghini hanya akan dibentuk pakai tangan dan dipukul pakai palu di atas cetakan kayu. Tentu saja hasilnya tidak akan sempurna, tapi ya memang itu yang diincar. Itu baru soal bodi, bagaimana dengan suku cadang? Nah, ini yang bikin pusing juga.

Karena sudah berpuluh-puluh tahun lewat, banyak pemasok suku cadang asli Lamborghini yang sudah bangkrut. Untuk mengatasinya, Polo Storico akan meminjam suku cadang dari Lamborghini lain yang masih bagus dan melakukan reverse engineering untuk suku cadang yang mereka butuhkan. Mereka juga mempelajari arsip produksi Lamborghini untuk mencari tahu, mobil mana saja yang punya cacat saat masih baru dan di bagian mana cacatnya sebagai referensi kerja.

Untuk membuat mobil yang sempurna, itu mudah,” tambah Gabrielli.”Tidak ada sentuhan manusia, tidak ada apa-apa. Untuk membuat ulang permukaan bodi hasil kerajinan tangan itu jauh lebih sulit. Dan itulah perbedaan yang kami buat,” tutupnya. Memang hanya orang Italia yang bisa begini, coba kalau layanan restorasi dari merek Jerman atau Jepang yang begini, pasti konsumennya tidak akan terima. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: