Renault Angkat Kaki dari Pasar Mobil Penumpang China

Renault Angkat Kaki dari Pasar Mobil Penumpang China
0  komentar

AutonetMagz.com – Kalau kalian kami minta menyebutkan pasar otomotif terbesar di dunia, maka pasar mana yang kalian sebut? Mungkin beberapa akan menyebut Amerika Serikat, Jepang, dan India, namun harus kita akui bahwa pasar nomor 1 tetaplah China. Dan kami cukup terkejut saat melihat beberapa pabrikan otomotif malah angkat kaki dari China. Setelah sebelumnya Suzuki, kini Renault divisi passenger car telah resmi meninggalkan pasar Negeri bambu.

Mengutip informasi via Autohome, Dongfeng Motor Co Ltd Renault telah resmi berubah nama menjadi Donfeng Motor Wuhan Co Ltd, dimana saham yang sebelumnya dimiliki oleh Renault telah diakuisisi penuh oleh pihak Dongfeng. Selain itu, secara scope bisnis, perusahaan tersebut sudah tidak terlibat dalam hal bisnis kendaraan lagi. Ijin impor dan ekspor dari perusahaan tersebut juga terbatas untuk produk dan teknologi saja. Beberapa petinggi dari Dongfeng Renault juga sudah tidak lagi menjabat di perusahaan tersebut. Secara umum, Donfeng Renault usianya bisa dikatakan cukup singkat, yaitu hanya selama 7 tahun saja.

Dongfeng Renault didirikan di tahun 2013 silam, dimana perusahaan ini merupakan hasil joint venture antara Dongfeng Motor dan Renault. Sayangnya, eksistensi perusahaan ini tidak bisa bertahan karena buruknya angka penjualan di China dalam beberapa tahun terakhir. Renault sendiri sudah mengambil langkah tegas dengan menghentikan segala operasi dari Dongfeng Renault per bulan April lalu. Kini, tentunya konsumen dan pihak diler Renault di China akan menghadapi situasi yang sulit. Dan Asosiasi Diler Mobil di China telah mencoba menengahi perselisihan antara diler dan Donfeng Renault terhadap hengkangnya Renault dari China.

Sebagai catatan, sumber menyebutkan bahwa salah satu faktor pentin yang membuat Donfeng Renault menghentikan operasional mereka secara sepihak adalah tidak terpenuhinya target di tahun 2019 silam. Tetapi entitas Renault tidak sepenuhnya hilang dari Negeri Tirai Bambu, karena Renault juga masih memiliki divisi kendaraan komersial dan mobil listrik di Negeri tersebut. Francois Provost, Petinggi Renault untuk China mengatakan bahwa pihaknya akan berkonsentrasi di segmen komersial dan juga kendaraan listrik. FYI, Joint venture Renault di China ada beberapa pihak. Sebagai contoh, untuk segmen komersial, Renault menggandeng Brilliance.

Sedangkan untuk segmen mobil listrik Renault berkawan dengan eGT New Energy Automotive dan Jiangxi Jiangling Group EV. Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: