Preview Hyundai Santa Fe Facelift 2016 Indonesia

Preview Hyundai Santa Fe Facelift 2016 Indonesia
0  komentar

2016 Hyundai Santa Fe IndonesiaAutonetMagz.com – Sebelum dimulai, tolong cerna kata “preview” pada artikel Hyundai Santa Fe kali ini. Karena masih belum diluncurkan dan Hyundai Indonesia masih berencana untuk mengubah spek Santa Fe facelift 2016 versi Indonesia, jadi mobil yang anda lihat di sini belum final untuk dilempar ke pasaran. Rencananya, salah satu yang bakal diganti adalah head unit dengan eagle eye view seperti pada Santa Fe D-Spec.

Wallpaper Hyundai Santa Fe minor change 2016 facelift

Jadi, apa yang Hyundai Indonesia coba perlihatkan kepada kami melalui satu unit Santa Fe berwarna cokelat muda ini? Simak penelusurannya di sini! Oh ya, supaya mudah membandingkannya bagi mayoritas konsumen, kami bandingkan dengan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport meski mereka berdua sangat berbeda dengan Santa Fe. Fortuner dan Pajero Sport pakai sasis truk alias ladder frame, sementara Santa Fe bersasis monokok seperti CX-5, CR-V, X-Trail dan Forester.

Eksterior

Dari sejak generasi yang ini muncul, rasanya Santa Fe benar-benar mature and wisely designed, pas dengan gaya SUV atau crossover Eropa. Perubahan dari Santa Fe pra-facelift dan facelift ini sebenarnya sedikit dari segi eksterior, tapi hasilnya pas. Kami mengerti, karena desain Santa Fe standarnya sudah ganteng, jadi tidak perlu banyak effort untuk mempertahankan penampilannya. Kalau salah resep, jatuhnya malah jadi norak dan jelek.

New Hyundai Santa Fe 2016

Contohnya, versi facelift ini diberikan desain bumper baru yang membuat foglamp kanan-kiri terkesan menyatu oleh sebuah garis hitam di tengah yang tipis. Dibandingkan dengan Santa Fe yang masih ada sekarang, Santa Fe facelift sudah punya cornering light yang bakal menerangi sisi kiri atau kanan mobil tergantung ke arah mana setir dibelokkan, seperti pada Nissan Teana 230JS V6. Selain itu, di bumper depan juga ada 4 titik sensor parkir yang bisa dimatikan jika anda merasa bunyinya mengganggu di kabin.

Lampu projector HID Hyundai Santa Fe facelift 2016

Gril hexagonalnya kini punya bilah krom dengan desain berefek 3 dimensi, tapi jumlah chrome-nya pas, tidak jadi overchrome seperti Pajero Sport anyar misalnya. Tata letak bagian dalam headlamp-nya juga diatur ulang, meski soal fitur lampu depan dia bisa dibilang lumayan. Pasalnya, dia memiliki lampu HID, DRL LED dan cornering light tadi. Boleh juga kan? Tapi pemilik Fortuner VRZ masih bisa menyombongkan Bi-LED yang ada padanya.

SUV Hyundai Santa Fe terbaru

Sisi samping mobil ini tidak ada yang berubah selain peleknya, yang kini berwarna abu-abu dengan ukuran 19 inci, alias setara Mazda CX-5 GT. Ban menggunakan merek satu negaranya, yakni Nexen, dan benar-benar tidak ada yang bisa diceritakan soal sisi samping Hyundai Santa Fe facelift ini. Paling kalau melihat ke atap, terlihat kalau roof rail dan panoramic sunroof andalannya dari awal masih dipertahankan.

Hyundai Santa Fe baru tahun 2016

Sektor buritannya punya cerita yang sama seperti di depan, karena punya desain susunan lampu belakang baru, 4 titik sensor parkir, desain bumper belakang dan reflektor baru. Berikutnya, kalau Santa Fe dulu punya 2 knalpot lingkaran di sisi kanan, sekarang bentuknya berubah jadi mengotak. Versi yang anda lihat ini tidak punya kamera parkir, tapi menurut Hyundai Indonesia, saat meluncur nanti bakal disematkan kamera parkir. Semoga saja benar-benar terjadi ya.

Interior

Tidak ada perubahan drastis pada desainnya, dengan aroma fluidic sclupture ala Hyundai yang menyapa saat pertama kali membuka pintunya. Kabar baiknya, kami akhirnya bisa menemui material mahal dan berkualitas yang menyusun dashboard dan doortrim-nya. Semuanya soft touch, terasa seperti mobil-mobil mahal (dan memang Hyundai Santa Fe harganya mahal). Kami sangat senang bisa menemui bahan interior seperti ini. Aksen carbon printing kini menggusur aksen silver yang ada kemarin.

Interior dashboard Hyundai Santa Fe facelift baru 2016

Jangan sangka kalau jatah bahan berkualitas itu hanya milik penumpang depan, karena penumpang belakang turut mendapatkan doortrim dengan bahan yang sama. Masih ada sih bahan plastik, tapi ditempatkan di sektor yang jarang dilihat dan diakses oleh kita. Duduk di jok pengemudi kini lebih enak, karena bisa diatur secara elektrik berikut lumbar support-nya. Setir dengan pengaturan tilt and telescopic? Hadir dong.

Drive Mode dan AC Digital New Hyundai Santa Fe 2016

Tombol-tombol di setir bisa untuk mengatur audio, cruise control dan MID. Yang baru di Santa Fe ini adalah driving mode selector yang bisa dipilih antara mode Eco, Sport dan Normal. Beranjak sedikit ke atas, sambutlah bongkahan atap kaca panoramic sunroof standar Santa Fe yang bisa memberi kesan lega saat penutupnya dibuka, dan sunroof depan bisa dibuka jika anda perlu. AC-nya sudah dual zone climate control dengan layar digital, pastinya.

Jangan terlalu ngedumel dulu jika menyimak foto head unit yang terasa jadul di bawah, karena Hyundai bersiasat untuk menggantinya dengan yang agak mendingan. Satu hal yang pasti, fitur Eagle Eye View seperti pada Santa Fe D-Spec bakal disematkan nanti. Apa itu? Kalau di Toyota Alphard, Nissan X-Trail atau Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4×4, namanya All Around View 360o. Sudah ngeh kan?

Head unit audio Hyundai Santa Fe 2016 baru

Apa fitur mobil versi preview ini sudah lengkap? Well, tidak juga. Contoh gampangnya, di kaca spion tengah kami melihat adanya penurunan spek dibanding Santa Fe lama. Jika Santa Fe lama spionnya sudah elektrokromatik, maka di Santa Fe facelift ini ya… spion tengah biasa yang fungsinya standar. Tidak hanya itu, airbag mobil ini berkurang banyak menjadi tinggal 2 airbags saja. Terdengar kurang pantas untuk mobil selevel Santa Fe kan?

Kemudian, coba longok sekitar area pengemudi dan tuas transmisi 6-speednya, banyak sekali slot tombol yang kosong. Lebih jelasnya, dia tidak punya Hill Start Assist, Hill Descent Control, Stability Control, Traction Control dan perangkat keselamatan aktif lainnya. Sungguh amat sangat disayangkan untuk mobil yang kualitas dan niat pembuatannya sebagus ini. Soal kepraktisan, Santa Fe ini lumayan, tapi kami rasa kompartemen penyimpanannya tidak lebih banyak daripada Fortuner.

Tuas transmisi Hyundai Santa Fe 2016

Santa Fe CRDi VGT yang kami naiki ini sudah full jok kulit, jadi mewah dan nyaman. Duduk di bangku baris kedua pun tidak ada masalah ruang di kepala dan kaki, karena masih tersedia sisa ruang yang mencukupi. Pengaturan jok baris kedua sudah meliputi sliding dan reclining, tapi akses masuk ke baris ketiga akan sedikit susah karena absennya mekanisme one touch tumble. Karena atapnya kaca, kisi AC penumpang baris kedua ada di pilar B dekat pintu.

Panoramic sunroof dan fitur Hyundai Santa Fe baru 2016

Mungkin fitur hiburan memang tidak selengkap kompetitor, tapi dengan atap kaca yang membuat mobil terasa lapang membuatnya serasa beda sendiri dibanding mobil lain, juga kualitas kabin baris kedua yang sama bagusnya dengan kabin depan, baik dari segi material maupun finishing. Bagi maniak gadget, bisa mengisi daya gadget anda di power outlet 12V yang ada di sisi bawah tengah. Puas dengan baris kedua, saatnya mengakses bangku baris ketiganya.

SUV 7 seaters jok baris ke 3 Hyundai Santa Fe

Karena tidak ada one touch tumble, butuh kalori ekstra untuk masuk ke ruang belakangnya. Untuk orang dewasa, headroom untuk orang bertinggi 178 cm masih tersisa sedikit, demikian juga dengan legroom-nya. Di sana, terdapat pengontrol AC spesial untuk baris ketiga, power outlet 12V, dan tempat penyimpanan yang cukupan.

Bagasi dan pelipatan jok baris ke 2 dan 3 Hyundai Santa Fe

Tidak ada yang berubah dari bagasinya, masih dengan metode pelipatan simpel yang bisa membuat jok baris kedua dan ketiga tidur hingga rata lantai. Seperti BMW Active Tourer, tidak perlu membuka pintu dari baris kedua untuk melipat jok di situ, karena sudah ada tuas yang dibuat khusus untuk melipat jok baris kedua di area bagasi. Meski punya kompartemen penyimpanan yang rapi di balik lantainya, dia masih tidak punya fitur pintu bagasi elektrik seperti Toyota Fortuner baru.

Bagasi tersembunyi dan ruang penyimpanan toolkit Hyundai Santa Fe storage

Mesin

Kami rasa letak nyawa dan nilai kuat dari Hyundai Santa Fe (dan KIA Sorento) ada di balik kap mesinnya. Pertama, kap mesin Santa Fe sudah memakai hidrolik, membuat Pajero Sport dan Fortuner yang masih mengandalkan tongkat Mak Lampir untuk menyangga kap mesinnya terasa kurang mahal. Di sinilah kita bisa menemukan mesin diesel CRDi 2.200 cc 4 silinder dengan Variable Geometry Turbo alias VGT yang sudah direvisi untuk versi facelift.

Mesin New Hyundai Santa Fe 2016 CRDi

Di atas kertas, tenaga dan torsinya begitu menggiurkan karena bisa mencapai 197 PS dan 436 Nm. Jika menurut kami tenaga 181 PS dan torsi 430 Nm milik Pajero Sport Dakar baru sudah sadis, ini lebih sadis lagi meski mesinnya lebih kecil 200 cc dari Pajero Sport Dakar. Tapi ingat juga, Santa Fe hanya punya transmisi 6 percepatan dan dia tidak dilengkapi dengan stability control serta traction control, jadi bijak-bijaklah mengendalikan 197 PS dan 445 Nm yang disalurkan mesin ke roda depan.

Kesimpulan

Sebenarnya, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan, karena mobil ini masih akan diubah oleh Hyundai Indonesia sebelum meluncur resmi pada pertengahan Februari nanti, tepatnya tanggal 18 Februari. Salah satunya, kami suka inisiatif Hyundai Indonesia yang mau mengganti head unit standar Santa Fe yang ala kadarnya dengan head unit baru berfitur Eagle Eye View. Banyak hal yang kami suka dari mobil ini, khususnya desainnya yang cakep luar dalam, kualitas material dan pembuatan jauh melebihi rival sekelasnya, panoramic roof yang menambah estetika dan mesin berkemampuan tinggi, bahkan dibandingkan SUV ladder frame dari merek negara tetangga mereka.

Harga Hyundai Santa Fe baru 2016

Tentu saja ada juga yang kami tidak suka, karena Hyundai harus membuat mobil ini terjangkau dibandingkan dengan kompetitor, fitur-fitur yang kita bisa nikmati di unit ini tidak begitu spektakuler. Contohnya, tidak ada smart entry, tombol start, hill start assist, hill descent control, airbags-nya hanya 2, serta tidak ada stability control dan traction control. Dengan pengurangan fitur-fitur tersebut, harga mobil tentunya bisa dipangkas mengingat mobil ini adalah mobil yang diimpor langsung dari Korea.

Test drive Hyundai Santa Fe baru 2016

Jadi, bagaimana opinimu? Silahkan berikan komentar di bawah sini dan kita tunggu peluncurannya sekitar 2 minggu lagi untuk mengetahui versi finalnya!

Agar lebih jelas, tonton video preview Hyundai Santa Fe facelift 2016 ini di channel YouTube AutonetMagz segera!

Read Prev:
Read Next:
  • Lala

    Soal desain dan performa mesin nih mbil juara lah,sygnya nh mbil kalah di fitur doang sma aftersales..

    • njk888 nik

      Cape deh belum coba udah vonis after sales non toyota pasti jelek, mau ane keluarkan lagi artikel panjang mengenai definisi after sales yang bagus itu seharusnya apa ? Ya udah nih mumpung ane udah save, tak muntahin lagi semuanya hehe :

      Ane selalu heran, kenapa orang Indonesia ada aja yang selalu bilang after sales merek non-jepang pasti di bawah h dan t ? Sudah pernah coba ? Apakah mobil masuk servis saat kelar pasti makin sakit sakitan ?

      Apakah SAnya ludahin mukanya ? Omelin ? Heran benar. Ane udah pakai mobil Korea, mobil Jerman, OK OK aja kok. Bedanya cuman memang kadang design interior gedungnya, bengkelnya nggak semewah merek jepang yang duitnya lebih banyak (di Indonesia ya, bukan secara induk / globalnya).

      Ya maklum lah, coba rumah lo banding rumah Setya Novanto, kemungkinan mana yang lebih mewah / megah / besar ? Kalah ama dia pun apa artinya pemiliknya pasti orang bodoh / busuk sampai kalah ” mewah ” ?

      Sekali lagi, jika vonis after sales jelek karena jaringan lebih dikit, jelas tidak benar, tidak fair. Kalau gitu jaringan lexus yang cuman 1 banding BMW / Mercy yang jauh lebih banyak artinya after sales lexus jelek dong ?

      Terus mikir juga, udah ane sering bilang, nah, pas hari ini di koran otomotif ada data penjualan annual 2015. Mazda misalnya 2015 jual 9,334 mobil. Banding toyota 325,939. Jaringan toyota saat ini sekitar 270. Perbandingan penjualan tahun 2015 Mazda vs toyota 1:35, artinya Mazda kalau mau setara dengan toyota cukup dong miliki 270 / 35 = 8 bengkel.

      Lah saat ini Mazda bengkelnya mana cuman 8 seluruh Indonesia. Lebih ! Kalau nggak salah lebih dari 20 ada. Jadi masih kurang ??? Apakah Mazda harus buka 270 juga ? Atau 100 ? 70 ? Coba jika lo jadi Mazda…

      Mau rugi bandar ? Karena buka 100, udah pasti tiap bulan mobil Mazda yang masuk tiap bengkel cuman secuil doang. Memang yang tinggal di Banyumas misalnya mau servis Mazda harus ke Semarang kali. Memang agak repot, tapi kan bukan salah Mazda juga nggak buka di Banyumas ?

      Yang dagang seharusnya ngerti deh. Contoh, bisa jadi ada customer yang special request mau model yang ini. Nggak di jual ama tokonya selama ini. Tapi kan pesan barang / import dari pabrik sering ada MOQnya. Bisa nggak cuman pesan 1 aja demi customer langka ini ? Demi biar after sales tokonya jago ? Tiap request sedikit apapun di ladenin ?

      Tau sendiri mau import barang dari pabrik jika ordernya secuil di cuekin pasti. Pabriknya pasti ogah. Jadi jika terlalu dikit yang naksir, toko juga biasanya nggak akan berani masukin stok request itu. Nanti jika yang beli cuman dia doang gimana ? Sisanya mau jadi uang mati berapa lama ?

      Sama juga. Jika di Banyumas tiap bulan cuman ada 3 Mazda kejual doang, Masuk akal nggak MMI demi ” super after sales “, mau seperti merek lama seperti toyota, buka 1 bengkel aja pun di Banyumas ? Mobil kan nggak tiap minggu servis. Tiap tahun paling 1-2 kali doang. Jika sebulan cuman jual 3 mobil, nggak usah pakai budgeting. Udah jelas buka 1 bengkel aja pun di Banyumas PASTI rugi bandar ! Iya nggak ?

      Pula servis mobil setahun paling berapa kali doang ? Emang tiap minggu ? Pula jaringan toyota mau di bilang sudah cukup memadai ? Coba aja apalagi weekend observasi antrian pasiennya di bengkel toyota. Sesak banget !

      Malah pemilik mobil macam Mazda sangat mungkin saat weekend ke bengkel Mazda, OK, mungkin lebih jauh 15-30 min banding jika punya toyota (yang tinggal di Jak apalagi, mana mungkin jika ada 1 bengkel toyota 10 min dari rumah, ke bengkel Mazda terdekat pasti 2 jam lebih ? Jak belum sebesar itu)

      Tapi antrian di toyota bisa jadi 4 jam atau lebih. Malah pernah baca berapa kali surat pembaca pasien toyota di tolak servis karena bengkel sudah PENUH.

      Ke bengkel Mazda, VW gituan kemungkinan besar masuk, karena nggak terlalu ramai, paling antriannya setengah jam atau 1 jam doang. Malah kadang lebih cepat. Tinggal pilih, mau lebih jauh 30 min atau cuman 5-10 min dekat rumah tapi ada kemungkinan di tolak karena sudah full, atau antri 4-5 jam ?

      System appointment toyota juga emang cuman 1 orang yang tau ? Jika mayoritas pasiennya sama sama pakai system janji ini, ya sama aja tetap akan sesak, panjang antriannya. Nggak bisa seenaknya kapan aja datang. Bisa jadi harus berapa hari in advance bikin janji.

      Itu kalau cuman servis rutin doang. OK. Jika mendadak ada masalah lebih serius, mau LANGSUNG hari itu juga masuk ke bengkel toyota TANPA appointment, tanpa harus antri lama karena nggak appointment dulu, bisa nggak ? Emang pasiennya cuman lo ? Cuman 5 mobil yang antri ?

      Belum ada juga orang yang jam kerjanya nggak bisa di prediksi. Mendadak jadwal bisa berubah, atau ada aja urusan mendadak. Bukan rutin 9-5 gitu di kantor terus. Jadi sudah janji lusa pagi jam 9 ke bengkel toyota, eh tau taunya besok sore ada client bilang besok pagi perlu bantuan lo, mendadak. Nah udah deh kacau lagi appointmentnya ama bengkel toyota.

      Kalau bengkel non toyota, pagi urusan mendadak ama client sudah selesai, after lunch masuk, biasanya masih bisa di terima dan selesai sebelum sore jam 430. Karena nggak overcrowded.

      Nah, toyota yang katanya aftersales no.1 di Indonesia ? Tanpa appointment, coba aja masuk ke bengkel toyota after lunch. Lihat di tolak nggak ? Tidak pun keburu selesai nggak sebelum 430 ? Dan risiko montirnya buru buru kerjaannya jika lo ngotot harus masuk dan selesai hari itu juga. Ingat pasien yang sudah masuk sudah banyak sekali dan pasti masih ada sisa antrian…..

      • kaitou.kid

        Super sekali komen ente,
        Hampir menyamai panjang artikelnya.. haha..

        • njk888 nik

          Ya gimana, dapat 3 ekor ikan paus, gimana pun juga mau masukin 1 toples nggak bakal muat. Pasti melar dan perlu kolam yang gede banget. Nggak ada Winzip sih untuk kompres komentar jika lagi banyak pikiran yang mau di share.

      • dsainbar

        Setuju bro..kl punya duit sih enakan beli VW biar bengkelnya dikit tapi kan gak ngantri..plus gak pasaran

      • putra

        Sangat tidak setuju dengan komen diatas.
        Perlu di ingat, honda dan toyota di indonesia udah berjuang dari beberapa dekade yang lalu untuk bisa menjangkau kostumer di berbagai daerah dan pelosok, udah beberapa dekade pula honda dan toyota susah payah membangun citra merk di indonesia.
        Pembeli honda dan toyota bukan orang tolol yang kemakan citra merk merk tersebut, tapi orang2 cerdas yang sudah percaya terhadap merk2 tsb.

        Selain ketersediaan bengkel resmi , ketersediaan sparepart pun penting, apa gunanya gedung mewah2 tapi isinya cuma mekanik, alat dongkrak dan cashier doang.

        Memang kalo masuk ke bengkel vw sih gak pake ngantri, 30 menit mobil udh bisa balik, tapi sebenernya lo ngantri dirumah selama berbulan bulan buat nunggu sparepart yang dipesen nyampe ke itu beres.

        Om gua pake mazda 6 sepion dihajar motor, nunggu 2 bulan baru sampe. Entah kebetulan lama atau gimana.
        Coba lo pake honda atau toyota, cari KW An juga banyak. Bukannya kita pemakai barang KW Terus bangga, tapi kita bisa replace barang tsb directly dan mengembalikan fungsi semula.

        Bengkel honda atau toyota memang ngantri, tapi untuk urusan lo ganti sparepart gaperlu lo ngebusuk berbulan2 nungguin.

        Belom lagi kalo lo mudik, naik aston martin terus di daerah rancabuaya garut pelosok mobil lo mogok, bengkel lokal angkat tangan gak ngerti mobil gituan, terus lo mesti nunggu teknisinya dateng dari jakarta?
        Coba lo pake honda atau toyota, bengkel lokal ada aja yang ngerti.

        Sekarang orang yang punya dan mau beli ford lagi galau, FMI mau cabut dari indonesia. Nanti service dimana dan gimana? Nunggu berapa bulan buat ganti parts? Kalo kena musibah butuh duit jual mobil ford harganya masih tinggi apa engga?
        Ini… Ini juga salah satu pentingnya aftersales. Gacuma mobilnya yang berteknologi tinggi.

        Honda dan toyota tuh udah bersusah payah puluhan tahun loh buat jadi seperti sekarang! Strugle, jatuh bangun, ngalamin masa krisis.

        Ford indonesia lagi ngalamin sekarang dan gak mampu bertahan.

        Jadi, beli mobil jangan cuma mikir fiturnya apa aja, value for money atau engga, tapi pikirin juga fleksibilitas mobil tersebut, jaringan bengkel resmi banyak atau engga, kemudahan mencari parts susah atau engga.
        Karena secanggih apapun benz S-class pasti bisa rusak juga, kalo orang kaya sih tinggal buang terus beli mobil baru.

        Thanks

        • asphrp

          Ada iyanya jga sih
          bengkel chev mdn aj gk bsa nanganin tuh mobil colorado ( mobil dinas slh stu perusahaan perkebunan BUMN ) gara” kemakan bensin 😀

        • Oki Ngew

          Bener2. Org sini gk cuman butuh fiturnya doang, tapi fleksibilitas dalam ngerawatnya juga. Toyota sudah ada di sini mulai tahun 70 an, wajar aja dia punya image yg bagus soal bengkel & service. Dan itu sdh saya buktikan pas servis 20rb km agya saya

        • agus

          kalau mau kenyamanan ya pilih eropa dan amerika
          kalau ekonomis ya mobil jepang …
          tergantung kebutuhan mau yang mana, atau beli dua2nya aja

          • Satwika

            yaaa saya ga mihak2 brand jepang eropa maupun america……. innova sama 320d ane milih 320d, Mk7 dengan LC100 ane milih LC100…… trus RR Evoque dengan LC200 ane milih LC200…… Peugeot 407 dengan Jeep Rubicon ane lebih milih 407… Fortuner dengan Renegade ane lebih milih Renegade

        • THA

          pada kenyataannya kue penjualan toyota harus dibagi semakin besar sama rombongan mobil2 kaya fitur dan terjangkau. apa lo mau bilang para perusak kue toyota ini orang bodoh? justru mereka yang membuat toyota semakin berbenah. lo bayangin kalo seisi indonesia ini cara mikirnya model lo, ga bakalan itu toyota ada climate control, sunroof, rem cakram belakang, dsb ditengah harganya yang semakin semena-mena. disisi lain bukan berarti mobil dengan penjualan kelas 2,3 dst ngga mikirin after sales, mereka juga akan semakin berkembang seiring dengan penjualan yang meningkat. ane sih ogah otak ane jadi Chrome gara2 dicuci sama toyota.

        • gaps

          Gue juga ga setuju kl nyinggung masalah aftersales dll..udah pernah coba blom mobil selain T atau H? Jujur aja sejak 2012 akhir sampe sekarang gue pake mobil dr merk non-mainstream,dan pmakaian udah jalan 3 taunan ga ada keluhan serius. Paling cm servis rutin. Malah lebih tahan dibanding mobil jepang yg gue pake sblumnya di rentang waktu pmakaian sama. Padahal secara teknologi mesin lebih canggih mobil gue yg sekarang

        • Adamgus

          “Pembeli honda dan toyota bukan orang tolol yang kemakan citra merk merk tersebut, tapi orang2 cerdas yang sudah percaya terhadap merk2 tsb.”

          Ga semua yg beli T & H orang bodoh atau orang cerdas. Percayalah. Tidak sesimpel pernyataan itu. Ada yg beli karena citra merk, ada jg yg beli karena terjangkau, ada jg yg beli karena fleksibilitas perawatan, ada jg yg beli karena resale valuenya. Banyak alesan. Ga semua yg beli T & H bodoh, dan ga semua yg beli T & H pinter.

          “Bengkel honda atau toyota memang ngantri, tapi untuk urusan lo ganti sparepart gaperlu lo ngebusuk berbulan2 nungguin.”

          Ga semua sparepart harus nunggu berbulan2 juga sih

          “Belom lagi kalo lo mudik, naik aston martin terus di daerah rancabuaya garut pelosok mobil lo mogok, bengkel lokal angkat tangan gak ngerti mobil gituan, terus lo mesti nunggu teknisinya dateng dari jakarta?
          Coba lo pake honda atau toyota, bengkel lokal ada aja yang ngerti.”

          Orang mana yg mudik bawa aston martin bro…. analogi yg lu pake berlebihan ah. Mungkin ada. Tapi kalo ada orang kek gitu pasti orang kaya, kalo mogok ditempat yg bengkel sekitar ga ngerti, ya tinggal telpon minta bawain mobil lain sama sopir atau keluarga. Aston martin.

          ====
          Gue pribadi dapet inti yg mau lu sampein tapi terkadang ada point yg terlalu berlebihan. Salut buat paragraglf terakhir.

          notes: gue pake H sama non-Jepang

        • Aryo Wicaksono

          servis resmi toyota memang bagus, sih. kalau honda nggak ah. masalah mazda tuh apa-apa impor dari jepang atau thailand, jadi rebek. kok bisa senasib dengan temanku sih mesti nunggu spion mazda dua bulan.

        • njk888 nik

          Jangan sebarkan propaganda seolah cuman aftersales toyota dan honda doang yang beres. Mau baca banyak surat pembaca yang komplain kasus after sales mereka yang bikin geleng geleng kepala ? Banyak. Nih 1 contoh aja di antara banyak yang ada :

          Service Auto2000 Puri kembangan Mengecewakan Sekali

          Sabtu, 29 November 2014 | 14:48 WIB

          Pada hari Senin tanggal 24 November 2014 saya datang ke Auto2000 Puri Kembangan untuk melakukan service penggantian Spion LG Cover warna putih Toyota Agya no polisi B 1357 BIJ dengan SPK Garda Oto No M140184002.

          Diterima oleh bapak Karyadi di Auto2000 Puri Kembangan dan diinformasikan bahwa spare part spion tersebut sedang kosong dan akan dipesankan terlebih ke pusat dengan janji 3 – 4 hari kerja sudah akan tersedia. Dan akan dihubungi melalui hp bila telah tersedia. Bapak karyadi memberikan no hp pribadi yang dapat dihubungi di 0838 7148xxxx.

          Hingga hari kamis tgl 27 Nov 2014 belum ada pihak Auto2000 Puri Kembangan yang menghubungi saya karena itu saya menelepon Bapak karyadi di 0838 7148xxxx tersebut tetapi no hp tersebut tidak aktif. Lalu saya menelepon ke no telp kantor Auto2000 Puri Kembangan di 021 5822000 dan diangkat oleh operator.

          Saya meminta dihubungkan dengan Bapak karyadi tetapi Bapak Karyadi ternyata sedang tidak ada dan dialihkan kepada Bapak Luki di bagian yang sama.

          Bapak Luki menginformasikan bahwa spare part SPION LH COVER Toyota Agya masih belum tersedia dan ada antrian untuk 3 unit, diinformasikan bahwa pusat menjanjikan bahwa Spion tersebut akan dikirim besok ( Jumat, 28 Nov 2014 ) tetapi dengan embel – embel bahwa janji pusat tidak dapat dipercaya.

          Sabtu, 29 Nov 2014 saya menelepon kembali ke hp Bapak karyadi tetapi hp tersebut masih berstatus tidak aktif. Saya kembali menelepon ke no telp kantor Auto2000 Puri Kembangan 021 5822000 dan meminta untuk berbicara dengan Bapak karyadi tetapi lagi – lagi Bapak Karyadi sedang tidak ada, Bapak Luki sedang online dan diberikan no hp lain dari Bapak Karyadi di 021 9918xxxx tetapi tetap saja no hp tersebut tidak dapat dihubungi.

          Karena penasaran benar tidak sih kalau spare part Spion LH CoverR Putih Agya tersebut sedang kosong, saya mencoba menelepon cabang AUTO2000 Yos Sudarso dan ternyata diinformasikan bahwa spare part tersebut tersedia dan hanya memerlukan waktu 2 hari saja untuk dikirim ke cabang yang memesan.

          Sungguh mengecewakan service dari AUTO2000 Puri kembangan, hanya bisa memberikan janji – janji palsu kepada customer:

          1. untuk pemesanan spare part yang ternyata hanya membutuhkan 2 hari saja, tidak dapat dipenuhi hingga 1 minggu. Untung saja saya memiliki kendaraan lain, bayangkan betapa menyebalkan dan repotnya bagi mereka yang hanya memiliki 1 kendaraan dan bergantung sepenuhnya pada kendaraan tersebut untuk bekerja dan aktifitas sehari hari.

          2. Sungguh disayangkan pula sikap karyawan dari AUTO2000 Puri kembangan ( Bapak karyadi ), apa gunanya memberikan no HP apabila ketika dihubungi selalu dalam kondisi tidak aktif/tidak dapat dihubungi.

          angela ang

          taman permata buana jl pulau peniki I blok o5/7

        • njk888 nik

          Nih contoh lagi, biar expektasinya jangan berlebihan. Karena kemakan ” propaganda berlebihan manisnya “. Siapa bilang toyota dan honda aftersalesnya selalu beres ? Malah ane pakai mobil non – jepun, mana pernah dapat kasus seperti kasus ini ? :

          SENIN, 03 SEPTEMBER 2012

          Surat Pembaca

          Layanan Astra World

          Pada Senin, 9 Juli 2012, sekitar pukul 03.00 WIB, kendaraan saya, Toyota Rush, mengalami gangguan mendadak, berupa mesin mati, sekitar Km 5 tol Jagorawi menuju Jakarta. Padahal, pada Sabtu, 7 Juli 2012, mobil tersebut baru menjalani servis rutin 80 ribu km di Auto 2000 Cibiru, Bandung.

          Karena sebelumnya saya rutin menyervis di Auto 2000 Cibiru Bandung, saya menghubunginya di nomor 022-7802000 sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, oleh petugas, saya disarankan untuk menghubungi Astra World Bandung di nomor 022-2007100 dan segera saya lakukan pada pukul 04.04 WIB, yang diterima petugas (MH) dengan menanyakan nomor telepon saya yang bisa dihubungi, dan saya memberikannya, 08132222xxxx, karena petugas berjanji akan segera menghubungi saya.

          Namun apa yang terjadi ? Astra World membiarkan saya lupa pernah menghubungi mereka, meskipun saya terdaftar sebagai anggota Astra World. Sampai pukul 17.00 WIB, pihak Astra World tidak pernah menghubungi saya. Sampai saya menghubunginya kembali pukul 17.30 WIB, yang oleh petugas penerima diteruskan kepada petugas yang pagi tadi berjanji akan menghubungi saya, tapi tidak pernah terjadi.

          Peace of mind on the road? Aman dan nyaman di jalan bersama Astra World, apakah masih layak untuk dikumandangkan? Kenyataannya, mereka tidak peduli terhadap anggotanya sendiri, apalagi pengguna Toyota yang bukan anggota Astra World? Bagaimana tanggung jawab Astra World?

          Saya mengimbau, bila Anda berminat membeli kendaraan agar dengan cermat dan saksama mempertimbangkan kendaraan lain, atau memilih layanan purnajual (after sales service) yang representatif dan sigap membantu kesulitan kita.

          Herlan Soemaxono

          Bandung

        • njk888 nik

          Contoh kali ini HONDA, biar pada tau bahwa toyota dan honda masih jauh dari sempurna aftersalesnya. JANGAN tiap kali bicara merek lain OTOMATIS reaksinya ” Pasti Jelek ” purna jualnya. Padahal belum coba. Silahkan baca kasusnya, biar expektasinya turun jadi lebih realistis, demikian juga jika mau beli merek non jepang, tidak perlu takut dan rasa seperti bakal masuk nerakah gitu.

          Ini bukan black campaign toyota dan honda ya, cuman ane rasa nggak fair banget mereka di bilang paling bagus, dan merek lain pasti jelek. Padahal yang 1 masih banyak kasus, yang kedua juga nggak separah yang di gosipkan :

          Honda Pondok Indah Jual Barang Cacat dan Service Amatir Selasa, 20 Januari 2015 | 11:26

          Saya Pembeli Honda City (B1105TAF) di Honda Pondok Indah bulan Des 2014.

          Serah terima mobil dilakukan tanggal 31 Des 2014 pagi.

          Saya pakai tes sebentar, siangnya lampu VSA di dashboard menyala (indikator ada yg rusak pada sistem).

          Berhubung bengkel tutup libur tahun baru, saya antar ke bengkel service Honda PI hari selasa tanggal 6 Jan 2015 siang. Sorenya saya dihubungi pihak bengkel yang mengatakan mobil sudah bisa diambil.

          Baru diambil, dalam perjalanan ke rumah lampu VSA menyala lagi. Di rumah saya cek uang parkir (biasa saya simpan di laci dekat persneling) sudah tidak tersisa selembar pun, padahal saya simpan sekitar belasan lembar. (Staf service/bengkel Honda PI maling). Kaca depan pun kotor bekas telapak tangan. Bukti tidak profesional karena tidak dicuci setelah diperbaiki.

          Esok harinya saya janjian dengan Pak Jehan dan Mbak Lenny dari Honda PI untuk ambil mobil saya yang rusak di kantor. Saya diberikan mobil pengganti Honda Brio (dengan alasan stok mobil sejenis/Honda City sedang dipakai orang lain).

          Selama 4 hari diperbaiki, hanya hari pertama saja saya dikabari terkait perkembangan mobil di bengkel. Selebihnya saya yang inisiatif untuk menghubungi pihak bengkel untuk menanyakan progress. Tidak ada niat baik dan profesionalitas dari service Honda PI.

          Hari sabtu tanggal 10 Januari 2015 mobil diserahkan ke saya karena menurut mereka sudah diperbaiki dan diganti dengan sparepart baru. Ternyata baru seminggu dipakai, lampu VSA menyala lagi padahal saya hanya memakai jarak dekat dalam kota.

          Hari Minggu tanggal 18 Januari siang saya lapor ke 3 orang staf Honda PI (Hafid, Jehan, Leny) untuk mengambil mobil di rumah karena sesuai janji mereka selama masih garansi, apabila ada kerusakan maka mobil akan dijemput/diambil ke rumah. Ternyata sampai email ini saya kirimkan mobil belum juga diambil dan sms saya tidak dipedulikan.

          Dengan ini saya menyatakan Honda Pondok Indah menjual barang cacat produksi/pabrik dan service serta pegawai bengkelnya amatir dan maling!

          Albert Christanto

          Jakarta

      • ricowardana

        Ngomong taex a??

      • Johnny MacRea

        Kesimpulan yg bisa diambil: kalo kita mau beli kendaraan, belilah sesuai kebutuhan & kalo bisa sesuai kondisi.?

  • Antman

    Wah mobil agak liar ini… kesukaan org yg old school jaman dulu suka mobil tenaga gede tp handling serem krn g ada piranti stabilitas elektronik tetek bengek… nyam nyamm…

    • Hamid Rosyidi

      Disitu skill anda diuji, gak cuma ngandelin komputer :v

  • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

    Pengen sih… Moga2 di tempat gw dah tobat

  • kabe kabe

    sexy blakangnya .. hmmm.. wkwwkk …

  • Muchamad Sholichin

    Dari awal facelift (model sblm ini) smpe skrng pngn banget pny nih mobil, biarpun ada sunatan masal ga masalah ?

    • Muchamad Sholichin

      Masalahnya cuma 1 duit blm ada, kerja blum masih apa” ikut ortu ?

  • Aris Furqon

    Baris ketiganya gmn bang? Setara pajero ato separah fortuner? Kadang sedih ya kalo mobil gede mahal tp dalemnya malah ga nyaman (kaya baris 2 n 3 fortuner), masih jauh lebih nyaman innova baru deh

    • Hillarius Satrio

      mendekati fortuner kalo gw rasain kemarin

      • Shark Owner

        Luxio, Serena, Alphard, APV dan roti tawar-roto tawar beroda lainya

        • Hillarius Satrio

          waduh, ngeri2 sedap deh kalo duduk di Luxio sama APV dibaris ketiga, apalagi nemu jalan keriting… haha.. kalo alphard serena,, itu bener

          • njk888 nik

            Tapi duduk di baris pertama luxio granmax ada 1 fitur bagus lo yang biasanya ada di Eropa :

            SEAT WARMER….Penghangat kursi….Itu nggak bakal di spekdown, pasti dapat, by default.

          • Andy

            Karna mesinnya di bawah kursi depan ya? (-_-)’

        • njk888 nik

          Maksud bro Hillarius itu di segment SUV. Memang susah cari yang enak baris 3nya. Tu lexus SUV yang 2 M aja baris 3nya lebih ancur lagi. Ada 1 sih yang lumayan enak, 1 doang, Mercy GLK. Tapi 1.8 M lo….Gede banget….Nah 3rd row Santa kalah ama fortuner, meski nggak beda jauh banget.

          TAPI : VIP row, yaitu row baris 2nya Santi jauh lebih enak dan lega…Karena itu dia, lantai fortuner lebih tinggi, namun tinggi atapnya udah pas limit mobil wajar 1.8+ meter. Mana ada SUV yang tingginya lebih dari 2 meter ? Jarang banget. Bayangkan akan tidak stabil banget dan masuk gedung parkir pasti sering di suruh pergi, karena nggak muat kepalanya masuk….Gedung parkir kan banyak yang limit clearancenya 1.9 – 2 meter. Bahkan masih ada yang 1.8 meter juga. Di situlah fortuner tidak boleh masuk. Kecuali ingin atapnya di ” Cut away “….Ingin jadi fortuner cabriolet….Topless gitu…

          Jadi karena atap mobil udah mentok 1.8+ meter, plus GC tinggi + ladder frame yang makan tempat intrude vertically, ya gitu deh, mobil gede, interior sempit….

          Itulah ane bilang terus, mau ground clearance lebih tinggi tapi ruang cabin makin sempit ? Atau ngalah dikit GCnya tapi jauh lebih enak dan nyaman cabinnya ? Lebih sering main ke daerah batu / tambang / off-road lewat banjir 70 cm terus atau lebih pentingkan comfort, karena kan tiap hari di dalam kota doang.

          Balik lagi ke aktifitas masing masing, lebih sering ngapain, kemana aja tiap hari ?

      • Aris Furqon

        Pastinya mobil roti paling lega bang wkwkwk… entah ya tp menurut saya naik mobilo baris 3 masih lebih luas kepala dan kaki saya dibanding pajero n fortuner (uda beberapa x naik)… bicara keluasan dan feel kelegaan kaki dan kepala ya… kalo suspensi mah ya jgn ditanya wkwk

        • Hillarius Satrio

          mobilio emang lega kok ruangannya, honda pinter ngakalin kabin

          • njk888 nik

            Juga karena mobilio gituan ground clearancenya nggak terlalu berlebihan tingginya, makanya sisa vertical space untuk penumpang lebih banyak. Itulah jangan lihat mobil gede pasti interiornya lega banget. Salah…Lah coba aja lihat baris 2 agya vs fortuner…Mirip, bahkan ruang kakinya agya mungkin lebih lega….

            Cuman mobilio bicara horizontal space, salah 1 jurus mereka adalah bahan jok senderan punggungnya di tipisin. Coba deh perhatiin. Jadi ” curi ” berapa cm untuk ruang kaki. Cuman itu dia, jika jok tipis, konsekuensinya….

          • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

            Nipisin kursi ya bang… Uuppss

      • ricowardana

        Isuzu MU-X lega dibaris ke-3

  • Rayyandra

    Pake kamera apa sih bang hillsat? Fotonya bagus! Hehehe

    • Hillarius Satrio

      kamera digital kecil doang kok, ini mah udah digosok render artist AutonetMagz, makannya sedhap hasilnya.. haha

      • Roshan Immortal

        Pastinya Bang Hillsat yang ngerender ya? :v

        Anyway ayo review mobil itu bareng om mobi hehehe

        • Hillarius Satrio

          bukan kok, bukan gw.. render artist autonetmagz kan ada 2 orang

          • Hamid Rosyidi

            Hillsat kayaknya spesialis manjangin mobil sama obok obok desain mobil + perkiraan desain mobil spyshot ya :v

  • bejo yang asli

    Haega diset brp?600jt ya pastinya?
    Kalo gitu mending craptiva kemana2,fitur kslamatan full,awd,cuma gimmicnya yang jelek ga mlambangkan mobil mahal 450jt.tapi ane masih pegang craptiva daripada fanta fe ini

    • Hillarius Satrio

      belom diumumin kok harganya

    • Robert

      Kalo yg d spec diesel 522 juta.

  • denni

    ud liat channel youtube tp g ada tuh review santa fe versi autonetmagz

    • Hillarius Satrio

      masih digodok dulu di dapur, tunggu aja

      • Trio Syamsul Benny

        Satu lagi…sportage diesel 2000cc….

  • Rafli Santosa

    keren depan nggak norak kayak sebelum facelift kebanyakan lampu yg sekarang tambah maskulin. utk saat ini sih masih kalah fitur sama duoa SUV Ladder Frame terbaru, tapi kalau Hyundai sudah ngelaunching All New Santa Fe pasti jauh deh dengan fitur yg paling lengkap dan mesin paling mumpuni

  • R18A

    Dari segi desain santa fe jauh lebih kece dan ganteng dibanding sama all new fortie dan all new pasport, santa fe lebih ke eropa eropa-an desainnya. Tapi ya sangat disayangkan disunatnya fitur traction control dan stability control di mobil ini.
    Dengan mesin diesel yang sebengis itu tanpa ada traction conteol dan stability control ngeri ngeri sedap rasanya.

    • njk888 nik

      Nggak lah, asal nggak tiap kali lampu hijau full throttle pedal to the floor langsung, aman aman aja kok. Pula berapa orang di Indo yang lampu baru hijau gas pol pol habis ? Nabrak mobil depan atau motor langsung.

      Nah kalau udah lari 100 dan tancap gas ke 140, itu nggak ada traction control nggak gitu ngaruh. Paling berasa jika gas pol dari standing still. Pula fortuner juga udah 400 Nm emang ada traction control ? Nggak juga. Emang ada ?

      Semoga aja bener bea masuk Korea Indo udah 2016 turun ke 5%, jika benar, makin besar chance Santi dan Tucson baru akan muncul dengan fitur lebih lengkap.

  • andi

    Seinget saya pajak impor dari korea itu diturunkan lumayan signifikan, harusnya harganya bisa lebih murah atau fitur yang lebih banyak…

    • Sporky

      Betul.. mulai 2016 bea masuk CBU Korea cuma 5 persen efek dr perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Korea. Mobil2nya KIA, Hyundai dan Chevrolet banyak yg diproduksi di Korea, makanya jangan heran kalo produk CBU Korea nantinya lebih value for money dibandingkan CKD Indonesia

      • njk888 nik

        5% ? Ada buktinya nggak ? Seingat ane paling murah masih sekitar 25%. Tapi jika benar, mulai 2016 cuman 5%, wah ! Chance gede nggak cuman Santi facelift, tapi nanti all new Tucson yang sedang meledak di Eropa, semoga akan muncul di sini fully loaded ! Yakin 5% ?

        • Sporky

          Buktinya baca artikel di kompas online dg judul “FTA Bisa Mengancam atau Memacu Indonesia” per 20 Nov 2015 dan “Kia Berharap Tuah dari Perjanjian Dagang Korsel-Indonesia” per 9 Januari 2016 kemarin.

          • Krisna

            Wah semoga beneran terjadi agar Hyundai dan Kia bias lawan Jepang di sini. Tadinya saya heran kok Hyndai dan Kia nekat banget pasang harga diatas jepang, ternyata selama ini mahal pajaknya ya.

        • Trio Syamsul Benny

          Beneran kawan….dah ada artikel yg ngebahas kok…cuma heran aja di autonetmagz kok blom ada.
          Btw, tucson yg baru, kmrn udah ada spyshotnya waktu digendong truk khan….
          Klo ane, pengennya ngeliat kia ngedatengin all new sportage sama sorento…apalagi klo sorento yg 2.0 turbo, 240 hp….gelo yah…2000cc doank bisa 240hp….ndak perlu yg 3.3 v6…gak bakal laku di sini

      • Hillarius Satrio

        serius 5 persen? wih, impor Samsul Galaksih langsung dari Kroya ah… hahaha

        • Sporky

          Udah saya jawab ya di atas, kalo hape sih tetap harus buka pabrik di sini krn ada ketentuan harus ada kandungan lokalnya tapi kan tarif bea masuk komponennya harusnya turun jd 5 persen.

      • njk888 nik

        Tapi jangan senang dulu…toyota astra bisa aja pakai jurus lama lagi yang selama ini media tidak laporkan ke rakyat : Tinggal ancam pemerintah, jika tariff mobil Korea benar di turunin sampai sisa 5%, gue HENGKANG dari Indonesia, tutup pabrik gue dan hentikan semua pasokan mobil dan suku cadang toyota ke Indonesia.

        toyota pasti ketawa dan pikir ” Lihat nanti gimana jutaan avanza, innova, fortuner, agya dll. lo orang mau survive tanpa supply suku cadang yang di stop ama gue (toyota) ke Indonesia.

        Di jamin Indonesia akan batalkan free trade agreement ini. Kita lihat aja nanti. Takutnya di batalin pun nggak ada yang lapor, seperti kasus toyota astra kerjain / hentikan rencana expansi GM via franchise system dengan cara ancaman gini.

        Jika toyota astra aja kwatir ama rencana expansi Chevrolet di Indonesia sampai mereka keluar jurus kejam gini, mereka seharusnya tau, Hyundai Kia Group sebenernya lebih berbahaya lagi banding Chevrolet.

        Jika baca cerita di negara lain, udah berapa kali berapa CEO pabrik mobil seperti VW, toyota sendiri, honda, yang akui dalam hati mereka ” takut ” ama perkembangan Hyundai Kia (Global bukan di Indonesia)

        Nggak ada tuh yang bilang ” takut ” ama Chevrolet / GM. Contoh mantan boss VW Martin Winterkorn udah berapa kali ngaku ” I have the Greatest Respect for Hyundai, they have learned how to make good cars “. Seingat ane dia nggak pernah sekali pun puji GM.

        Semoga toyota astra nggak diam diam pakai jurus kejam itu lagi.

        • Johnny MacRea

          Gabakalan gan mungkin pendapat ente aja krn toyota aja secara penjualan di indo dr data gaikindo tetep paling terbesar dr tahun ke tahun. Kecuali kalo penjualan mereka menurun drastis yaa kasusnya kyk ford indo lah misalnya baru deh bisa ngomong gitu.

          Lebih baik positif thinking aja sebagai konsumen cerdas. 🙂 . Cmiiw

          • Sporky

            Bukan akan jd 5 persen tapi turunnya bea masuk dr Korsel jd 5 persen sudah berlaku sejak Januari 2016 ini. Coba aja liat Chevy Trax yg baru diluncurkan Des 2015 di sini itu CBU Korea dan barangnya baru sampai di tangan konsumen Maret ini diliat dr spek, fitur dan harganya paling value for money di antara kompetitornya.

  • Rockmeo

    Untuk saudara sebangsanya kia sorento belum ada kabar min untuk luncurin facelift or all new juga?

  • asphrp

    Cocoknya dibuat 2 baris aja 😀
    bwt gw ya 😀
    #positifthinking

  • Aryo Wicaksono

    bagus deh ada hill start assist dan yang terpenting dari semua, hill descent control. secara de jure sudah boleh dianggap sebagai SUV tulen.

  • Javaneshe

    Model model produl udah Mantep!!! Semoga branding lebih ditingkatin oleh hyundai ke depan

    • amessagetotheworld

      Hyundai di pasar Global udah jadi top five data penjualan tahun 2015.

      • Heru Karno Saputro

        Di india juga kalo ga salah hyundai di nomer 2 ya dibawah suzuki…. kalo bener berarti honda toyota kalah dong di india

        • Aryo Wicaksono

          kenyataan industri otomotif di India memang pahit, Gan.

          • amessagetotheworld

            Malah ada baiknya Hyundai Indonesia tiru Hyundai India, luncurin produk baru sangat gencar, fitur full komplit, dan jadi basis produksi untuk negaranya, bahkan untuk di ekspor.

          • Aryo Wicaksono

            Hyundai India mah bagus, cuma orang India terlalu fokus dengan gimmicks dan merek, Gan, jadi mobil yang dilihat cuma fitur dan kemudahan tempat servis, bukan paket keseluruhan.

          • njk888 nik

            Udah pasti India bisa gitu karena pajak India nggak segila di sini. Lah di sini, korupsi pejabat jalan terus, namun pajak di naikin terus, then rakyat dapat apa selama ini pajak makin gila terus ?

        • amessagetotheworld

          di India nomor 2 sekarang, di bawah suzuki penjualannya. Yang lain kalah.

      • njk888 nik

        Dan beda ama di Indo, di seluruh dunia, top 5 sales masing masing beda nggak jauh. toyota ama VW beda sangat tipis sekitar 10 juta setahun. Malah VW pernah nyalip toyota belum lama ini cuman mulai mundur dikit karena dieselgate. Namun masih gede, masih mendekati 10 juta juga. Kalau bukan dieselgate VW mungkin masih raja hari ini.

        No.3 kalau nggak salah GM, sekitar 9 jutaan. No.4 malah kayaknya sudah Hyundai / Kia, 8 jutaan setahun. Berikutnya Ford dan Nissan / Renault juga beda tipis masing masing sekitar 6-7 jutaan.

        Sisanya honda, Mazda, Mitsubishi, Suzuki gituan jauh di bawah…..Itulah orang Indo yang masih anggap mobil Korea sampah, itu namanya kodok yang di dalam sumur Indonesia aja. Sudut pandangnya cuman lingkaran putih langit.

        Cobalah keluar dan lompat dari sumur, lihat betapa beda dan besarnya dunia ini. Sayang banget, barang bagus yang nikmat di pakai malah di tuduh sampah….tanpa bukti pula.

  • scrwp

    Ane stop baca waktu lihat ga ada stability control + traction control. Coret dah.

    • Hamid Rosyidi

      Jangan ketergantungan fitur bro :v

      • njk888 nik

        Belum hasil uji tabrakan yang mana yang sudah jelas, mana yang belum. Contoh belum lama kasus fortuner yang di kalideres nabrak motor dan terbalik. Cuman gitu kok hidung dan atapnya hancur banget ? Padahal bukan nabrak kontainer lo ?

        Lah dulu pernah ada Hyundai Tucson CBU nabrak crv CKD depan gedung MPR / DPR aja juga Tucsonnya juga terbalik, namun atapnya utuh tuh. Malah kondisi crv CKD lebih parah.

        Takutnya itu dia, SPEKDOWN kekuatan rangka / atap CKD jepun, lagi !!!

        Gue makin lama pakai mobil dan observasi aneka kasus, makin yakin, MUTU / kekuatan mobil Jepun CKD Indo vs buatan Jepang, Eropa gituan BEDA….Beda banget. Cuman tampangnya aja SAMA.

        Itulah enaknya pakai mobil macam Santa Fe, CBU namun harganya beda nggak terlalu jauh banding CKD Jepun. Ya fitur kalah dikit, asal nggak kritis banget, di kompensasi dengan durabilitas sparepart, dan tentu saja kekuatan rangka / chassis yang kepastiannya lebih terjamin.

    • njk888 nik

      Ane mah mending cornering light, lebih kepake. Stability control gituan mah jika sering ngebut terus tiap hari baru ” mungkin ” kepake. Jika stirnya wajar wajar juga standby aja systemnya.

      Lah Jak gitu macet, se sering apa kepakai ? Mobil jika jalan cuman 20-60 km/jam mah tuh innova, avanza dll. yang nggak ada stability control baik baik aja…

      Masalahnya pajak bea masuk tetap tinggi. Jadi Hyundai serba susah. Harga 500 jutaan orang Indo bilang fitur kurang / nanggung. Jika semua ada, harga 600 jutaan, lagi orang Indo pasti bilang wah segitu mah mending toyota deh…cuman 500 juta.

      Maju kena, mundur kena. Iya nggak ?

      • Aryo Wicaksono

        cornering headlamps jadi ingat citroen DS. kalau gimmick seperti itu aku juga suka dan setuju. kalau tiap hari suka ngebut mah mending latihan menyeimbangkan beban mobil dan transfer berat aja deh daripada pakai stability control.

  • jono sujono

    Sudah terlanjur jatuh cinta ma ni mobil… Pokoknya suatu saat ni mobil harus jadi tunggangan gue…

  • SemuaSukaTurbo

    2200cc diesel tapi tenaganya diatas All New PaSport Dakar.

    Kami suka turbo.

  • papakodok

    Asli heran sama pabrikan korea…jualannya kok serba nanggung….udah tau lawannya jepun yg udah kelamaan bercokol di sini, ditambah lagi sama orang Indonesia yg kitab acuannya harga jual kembali, masih aja ngeluarin produk nanggung…
    Masak all new dilawan sama facelift…..at least datengin yg pake mesin baru kayak sorento 2016 yg pake 2.0 turbo 240hp…..
    Bea masuk udah dikurangin padahal….
    Klo begini mah, yg beli yg emg sebelumnya pake mobil korea dan udah ngerasain enaknya….

    • njk888 nik

      Kitab nilai jual kembali yang sudah ngaco, cuman pada nggak tau aja. Tuh harga pasar Santa Fe 2012 coba aja banding ama fortuner vnt 2012 atau pajero dakar 2012. Sesudah cek baru sadar, selama ini baca kitabnya ngaco….

    • Satwika

      ya gitu lah pemikiran orang sini mah mana mau nanggung2……klo mau terjangkau mending toyota…..trus klo mau yang bagus sekalian eropa yang premium (gak termasuk PEUGEOT RENAULT VOLVO)…berdasarkan pengalaman…..terutama di BANDUNG ama JAKARTA, ane jauh lebih sering nemuin W204 ketimbang KIA Sorento ama Santafe lama….klo soal mobil…..ane sih lebih demen yang desain biasa maskulin gak nampak mencolok tapi fiturnya bisa memenuhi standard euro ncap…..sama hal cewek……apa ane klo soal cewek mau langsung status pacar? gak….itu ketinggian obsesinya..okelah klo misalnya punya impian selangit tapi hasilnya positif….klo gak, udh tuh bisa stress klo diputusin dan jadilah mantan….ane pernah pengalaman jg gitu……klo diputusin….kagak bakal ada rasa saling contact……ane minimal temenan dulu klo skrg, akrab, trus bisa saling pengertian…..udh yang penting itu…..mending temenan tapi rasa pacar daripada pacaran tapi rasa musuh (kalau udah diputusin)

  • Dewa Yudhi

    CAKEP. Dulu pernah TD yg non facelift. Soal kenyamanan emang mantap. Mesin halus, kabin senyap, enak dah, gak berasa bawa mobil gede. Gak heran di bali cukup banyak hotel & villa yg pake mobil ini utk anter jemput tamu. Setirnya seinget ane lebih berat dikit dari sorento which is good krn setir sorento ringannya nyeremin. Whistlist ane cuma satu: Keyless entry! Itu aja, gak lebih

  • njk888 nik

    1 lagi, ane mulai berasa, itu komponen dari negara asalnya rata rata lebih awet usia pakainya banding part CKD disini. Contoh, udah berapa kali pakai mobil jepun CKD. Itu dalam cuman 2-3 tahun udah berapa kali mati lampu bolamnya. Meski itu part murah, tapi kan repotin. Belum jika 22nya mati dan kita nggak sadar. Bahaya jika bolam lampu rem mati nggak ada yang tau / kasih tau. OK, mungkin awalnya pikir bolam gituan murah ya usianya pendek wajar.

    Lah sejak pakai mobil Korea yang CBU, udah 3 tahun lebih, nggak ada 1 pun bolam yang putus. Sangat awet. Mirip mobil Jerman yang juga partsnya sangat durable. Tahan lama. Makanya gue heran selama ini pada bangga ama jepang, katanya lebih durable. Pengalaman ane beda malah.

    Mungkin orang Indo senang ama mobil jepang, dan di puji ” durable “, dalam arti ya dompetnya yang durable kali ??? Maksudnya harga sparepart murah. Tapi jika yang CBU lebih mahal pun, asal nggak beda jauh amat, jika jauh lebih long lasting, akhirnya sama aja kan ?

    Malah lebih enak, nggak repotin harus ganti / nggak usah tiap minggu periksa. Pakai terus lama tanpa harus ganti apa apa, kecuali oli / filter gituan doang. Ini yang baru ane rasa apa artinya ” Durable ” !