Penjualan otomotif Global Diprediksi Turun 20% Tahun Ini!

by  in Berita&International
Penjualan otomotif Global Diprediksi Turun 20% Tahun Ini!
0  komentar

AutonetMagz.com – Adanya Pandemi Covid-19 memang berdampak negatif pada banyak sektor, termasuk pada sektor otomotif. Bahkan, dalam beberapa prediksi, sektor otomotif masuk dalam 3 besar sektor paling terdampak karena adanya pandemi ini. GAIKINDO sebagai induk otomotif roda 4 dan lebih di Indonesia pun sudah merilis target tahunan baru yang turun lebih dari 40%. Lantas, bagaimana dengan pasar otomotif global? Apalagi kita tahu bahwa Covid-19 juga melanda negara lain dengan pasar otomotif yang besar.

Mengutip informasi via Reuters, IHS Markit, sebuah perusahaan konsultan asal Inggris memprediksi bahwa penjuala global untuk otomotif di tahun 2020 ini akan terdampak cukup besar karena pandemi COVID-19. IHS memprediksikan bahwa penjualan otomotif di segmen kendaraan penumpang akan turun hingga 22% pada tahun 2020 ini menjadi 70,3 juta unit saja. IHS Markit juga memprediksi bahwa pasar Amerika Serikat adalah pasar yang paling terdampak karena adanya pandemi ini. Padahal, sejatinya penjualan mobil secara online sudah menjadi hal yang jamak ditemui di beberapa negara bagian Negeri Paman Sam ini.

Hanya saja, sumber menunjukkan bahwa masih ada cukup banyak stok mobil yang belum terjual. Berdasarkan prediksi IHS Markit, pasar otomotif Amerika Serikat akan terjun 26,6% menjadi 12,5 juta unit di tahun ini. Sedangkan pasar otomotif lain yang berukuran besar seperti China juga tidak luput dari dampak yang sama. Prediksinya, pasar otomotif China akan menurun sebesar 15,5% menjadi 21 juta Unit di tahun 2020 ini. Tentunya kondisi ini harus segera dijadikan persiapan untuk para pabrikan otomotif. Karena, selain adanya penurunan dalam hal penjualan, produksi dari kendaraan pun ikut terganggu karena adanya kebijakan social distancing.

Selain IHS Markit, perusahaan lain yaitu LMC Automotive juga memprediksikan bahwa penjualan otomotif akan turun sebesar 20% ke angka 71 juta unit. Sehingga, kalau kita tarik benang merahnya, penjualan mobil secara global nampaknya akan turun setidaknya seperlima dibandingkan tahun 2019 silam. Prediksi ini tentunya membuat para pecinta dan penggiat otomotif menjadi muram. Kami sendiri berharap Pandemi ini segera berakhir sehingga efek yang ditimbulkan tidak semakin luas. Setelah itu, para pabrikan bertugas untuk kembali menghangatkan pasar dengan stimulus, baik produk baru atau terobosan baru.

Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: