Pasar Menyusut, Masa Depan Diesel di Eropa Mulai Pudar

Pasar Menyusut, Masa Depan Diesel di Eropa Mulai Pudar
0  komentar

AutonetMagz.com – Mesin diesel sempat menjadi raja di pasar Eropa, terutama sejak hapusnya stigma kalau mobil diesel itu berisik, kasar dan masih banyak hal kurang enak lainnya. Sejak era diesel common rail, perkembangan mesin diesel naik dan akhirnya sampai ke level sedan premium, di mana Sonderklasse saja kini ada varian dieselnya. Sayang, sekarang pamor diesel tidak setinggi dulu, terutama sejak dieselgate yang ada di tubuh Volkswagen.

Permintaan akan mesin diesel di Eropa turun dengan cepat, terjun dari sekitar 50% di pasar mobil penumpang pada tahun 2017 menjadi sekitar 44% di tahun ini, dan diperkirakan akan turun menjadi 30% pada tahun 2020 nanti. Menyiasati hal ini, beberapa merek mobil yang mencari peruntungan di Eropa rupanya punya sikap masing-masing. Ada yang masih percaya, tapi ada juga yang beranjak meninggalkan diesel.

Toyota dan Honda misalnya, di mana dulu mereka sempat memasukkan Corolla Verso D-4D dan CR-V i-DTEC, di mana keduanya adalah diesel. Menghadapi pasar diesel yang kian mengecil, Toyota dan Honda akan mulai berhenti menawarkan varian diesel di Eropa. Keduanya bakal mengganti mesin diesel dengan hybrid, di mana Toyota hanya akan menjual Corolla Auris baru dalam pilihan bensin dan hybrid, sementara CR-V hybrid akan menggantikan CR-V diesel di Eropa.

Sikap berbeda datang dari Mercedes-Benz. Di bawah bendera EQ Power, Mercedes-Benz akan memperkenalkan varian plug-in hybrid diesel untuk C-Class facelift. Ini adalah pertama kalinya Mercedes-Benz bikin mobil plug-in hybrid dengan basis mesin diesel, biasanya mereka bikin dengan mesin bensin.

C-Class diesel plug-in hybrid nanti akan pakai transmisi otomatis 9 percepatan, baterai 13,5 kWh yang lebih besar, dan sistem motor 90 kW yang bisa memberi tendangan lebih dengan torsi ekstra 400 Nm. Menurut standar uji WLTP, mobil plug-in diesel hybrid ini bakal punya jarak tempuh 38 km jika berjalan hanya dengan tenaga baterai saja.

Dengan teknologi yang tepat, diesel memiliki masa depan,” kata Ola Källenius, anggota dewan Daimler dan kepala pengembangan mobil Mercedes-Benz pada konferensi pers merek di Geneva. “Memperbaikinya lebih baik daripada melarangnya,” tambahnya. Hm, mirip Mazda yang masih agak keukeuh kalau mesin bensin masih punya masa depan ya?

Sementara itu dari VW, Matthias Müller selaku pimpinan VW mengatakan kepada Reuters di bahwa,” Kami yakin diesel akan kembali bangkit.” Unik, padahal VW sendiri sedang gencar-gencarnya menelurkan model bermesin listrik seraya mengembangkan teknologi baterai dan motor listrik pasca polemik dieselgate.

Merek Eropa lainnya seperti Fiat Chrysler Automobiles (FCA), PSA (Peugeot-Citroen-DS-Vauxhall), dan Renault juga tidak terlalu optimis dengan mobil penumpang bermesin diesel. Semakin hari, pengujian untuk memberikan sertifikat layak jual buat mesin diesel makin ketat, di mana akan membuat produksi mobil diesel jadi lebih sulit dan mahal. Apa opinimu? Apakah diesel akan bergerak turun atau naik? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: