Nissan Sementara Hentikan Produksinya di Jepang

Nissan Sementara Hentikan Produksinya di Jepang
0  komentar

AutonetMagz.com – Masih ingatkah kalian tentang kabar yang beredar pada awal bulan kemarin bahwa Nissan menangguhkan registrasi kendaraan bermotor yang diproduksi oleh mereka? Ya, Nissan bermasalah dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Jepang dimana pabrikan ini menyalahi peraturan dalam hal prosedur persetujuan mobil dengan spesifikasi JDM.

Dan sepertinya bola panas perkara ini tak kunjung mereda, bahkan makin memanas. Kabar terbaru, Nissan terpaksa harus menghentikan proses produksinya di Jepang sementara ini. Namun tenang, penghentian produksi mobil Nissan ini hanya dilakukan untuk produk – produk yang dijual lokal disana. Dan proses penghentian produksi ini pun akhirnya harus dilaksanakan untuk mendukung investigasi lebih lanjut mengenai kasus yang sudah memanas ini. CEO Nissan, Hiroto Saikawa mengatakan bahwa keputusan ini akan berdampak pada enam fasilitas produksi Nissan di Negeri sakura tersebut.

Dan penghentian proses produksi di enam pabrik perakitan Nissan ini sendiri akan berlangsung sekitar dua minggu. Penghentian produksi ini sendiri terjadi setelah pihak ketiga yang ditunjuk oleh pihak Nissan untuk melakukan investigasi perkara prosedur yang dijalankan di beberapa pabrik mereka seperti pabrik Nissan di Oppama, Tochigi dan di Kyushu. Dan dari hasil investigasi tersebut, ada beberapa teknisi yang terdaftar sebagai pegawai tetap Nissan telah melanggar prosedur dari fase final quality inspection untuk produk – produk yang dijual di pasar domestik Jepang.

Dari kejadian ini sendiri, Nissan diperkirakan harus mengecek ribuan unit mobil yang ada di pasaran melalui program recall. Dan selain itu pihak Nissan juga harus melakukan inspeksi ulang pada 34 ribuan mobil produksi Nissan yang diproduksi sejak 20 September 2017 hingga 18 Oktober 2017 yang ditangguhkan registrasinya. Tentunya sebuah kerugian bagi Nissan karena selain keran produksinya harus terhambat, mereka juga masih harus bertanggung jawab atas kenalakan yang dilakukan para teknisi di pabrik perakitannya tersebut.

Ya, sebagai seorang konsumen, memang cukup miris mendengarkan berita seperti ini. Terlebih hal ini terjadi di negara yang sudah maju dan memiliki infrastruktur yang terbaik. Tetapi kredit kita berikan pada prinsipal Nissan yang sudi melakukan tindakan tegas untuk oknum – oknum macam tersebut. Bagaimana menurut kalian? Yuk sampaikan pendapat kalian kawan.

Read Prev:
Read Next: