Nissan Berharap Generasi Muda Selamatkan Pasar Sedan

Nissan Berharap Generasi Muda Selamatkan Pasar Sedan
0  komentar

AutonetMagz.com – Tak bisa dipungkiri bahwa semakin kesini segmen pasar sedan dan beberapa mobil lain diluar segmen SUV dan CUV semakin tertekan dengan sosok jangkung dan kekar tersebut. Sehingga tak mengejutkan jikalau banyak pabrikan yang banting setir memproduksi mobil – mobil di segmen SUV dan CUV, serta merelakan beberapa line up mereka yang lain ditumbalkan demi kelangsungan hidup merk mereka. Namun nampaknya hal ini tak berlaku bagi Nissan, yang mana masih menaruh harapan yang besar di segmen sedan. Bagaimana bisa? Cekidot.

Jadi, beberapa bulan kemarin pihak Nissan memperkenalkan sosok sedan andalan mereka yaitu Nissan Altima, sebuah sedan yang masih ada hubungan darah dengan Nissan Teana yang dijual di tanah air. Langkah yang mereka lakukan sejatinya cukup berani, karena beberapa merk seperti Ford dan FCA sudah terang – terangan berniat untuk mengampakkan beberapa model mereka, dimana beberapa diantaranya adalah sedan. Lalu, bagaimana bisa pihak Nissan melakukan hal yang bisa dikatakan ‘melawan arus’? Apakah mereka kurang cermat membaca pasar? Oh, tentu saja tidak. Jadi, ada alasan khusus dari pihak Nissan mengapa mereka masih menaruh harapan yang besar bagi sedan, dan alasan itu adalah perputaran pasar. Yap, pasar dan tren di bidang ekonomi dan otomotif adalah hal yang sangat dinamis dan tak mudah diprediksi, apakah akan berubah atau akan tetap.

Oleh karenanya, pihak Nissan yang diwakili oleh Marketing Manager Nissan Altima, Bruce Pillard, menyebutkan bahwa sedan akan kembali berjaya di kemudian hari. Bagaimana bisa? Pillard menyebutkan bahwa generasi muda akan menjadi kunci penentu bagi kembali jayanya segmen sedan di masa depan. Saat ini, banyak pihak yang mendambakan memiliki SUV dan CUV yang cakep dan bergaya, namun akan ada saatnya dimana konsumen – konsumen tersebut akan terdiri dari kaum senior yang juga tak mau ‘ketinggalan jaman’ ataupun ‘ketinggalan tren’. Nah, disaat semua orang mengejar segmen SUV, maka Pillard menyebutkan bahwa akan ada para konsumen muda yang akan lebih condong membeli sebuah sedan, karena SUV dan CUV lambat laun akan lebih terasa sebagai mobil orang tua karena saking banyaknya yang membeli mobil tersebut.

Kami sendiri merasa pernyataan Pillard ada benarnya juga, walaupun kami masih kurang yakin kondisi tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Akan ada masanya dimana SUV dan CUV akan bergeser dari tren, seperti hal-nya sedan dan hatchback yang memang sempat merajai segmen otomotif. Sedan sendiri sebenarnya tak bisa dikatakan ‘kalah’ jikalau dibandingkan dengan SUV, karena memang keduanya punya kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Namun bukan berarti apa yang dikatakan Pillard tak bisa terjadi, semuanya masih mungkin. Lalu, jika dipikir – pikir, apa sih yang menjadi kunci utama suksesnya SUV dan CUV di pasar otomotif saat ini? Apakah cuma karena tampangnya yang keren? Jawabannya Tidak. Jawabannya sebenarnya sama dengan saat kalian mengatakan mending Xiaomi dari pada android lainnya, yaitu perkara value deal.

SUV bisa menjelajah medan yang lebih jelek, punya kapasitas angkut lebih baik, dan juga pengendaraanya kini makin membaik, dan mungkin pajaknya lebih rendah kalau kita bicara pasar Indonesia. Jelas hal ini menjadi pukulan telak bagi Sedan, yang mana memang seharusnya tak bisa dibandingkan apple to apple dengan SUV dan kroninya. Nah, namun pasar berkata demikian, dan inilah yang terjadi. Jadi, kalau menurut kalian bagaimana?

Read Prev:
Read Next: